Bisnis

New Policy: Upaya Bulog memastikan ketersediaan pangan hingga Pegunungan Bintang

New Policy: Bulog Memastikan Ketersediaan Pangan di Pegunungan Bintang

New Policy – Untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayah Tanah Papua, pemerintah melalui Perum Bulog telah menerapkan kebijakan baru yang bertujuan mengatasi tantangan akses distribusi. Di daerah-daerah seperti Pegunungan Bintang, kondisi medan dan transportasi yang terbatas serta ketergantungan pada cuaca membuat distribusi kebutuhan pokok menjadi sulit. New Policy ini dirancang untuk memastikan masyarakat terpencil tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, meskipun menghadapi kesulitan geografis.

Peran Transportasi Udara dalam Distribusi

Kabupaten Pegunungan Bintang, yang terletak di Papua Pegunungan, bergantung pada pesawat perintis sebagai moda transportasi utama. Oksibil, ibu kota kabupaten, menjadi pusat distribusi logistik ke distrik-distrik lain. New Policy Bulog memastikan pasokan bahan pangan terus mengalir meski penerbangan sering terhambat karena cuaca buruk. Kondisi ini membuat harga kebutuhan pokok di daerah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Keterbatasan akses darat membuat Oksibil dan sekitarnya terisolasi secara logistik. Saat cuaca tidak mendukung, pengiriman bahan pangan tertunda, sehingga ketersediaan barang di pasar bisa terganggu. New Policy ini juga mencakup upaya memperbaiki sistem distribusi agar tidak hanya mengandalkan penerbangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan di tengah tantangan geografis.

Program Bantuan Pangan sebagai Solusi

Dengan New Policy, Bulog meluncurkan program bantuan pangan (PBP) dan beras stabilisasi pasokan (SPHP) yang dirancang untuk meringankan beban masyarakat. Program ini memberikan akses lebih mudah terhadap beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Masyarakat Oksibil, seperti Antium Uopinabin, menyebutkan bahwa kini pasokan beras Bulog mulai terasa lebih stabil dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Kebijakan baru ini juga menjangkau desa-desa terpencil di Pegunungan Bintang. Antium, seorang petani di Distrik Kiwirok, menilai distribusi beras dari Bulog penting karena sebagian besar masyarakat bergantung pada bantuan tersebut. Harga beras di sana berkisar antara Rp40-60 ribu per kilogram, tergantung jenisnya. New Policy membantu mengurangi ketergantungan pada distribusi dari luar, yang sebelumnya menyebabkan kenaikan harga signifikan.

Maria Wenda, seorang ibu rumah tangga di Oksibil, berharap New Policy bisa lebih rutin dalam pengirimannya. Dengan bantuan pangan dari Bulog, biaya kebutuhan pokok rumah tangga turun, terutama untuk keluarga dengan penghasilan terbatas. Selain beras, bantuan minyak goreng juga memberi dampak positif pada kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Bulog terus berupaya menjangkau kampung-kampung yang jauh dari Distrik Oksibil. New Policy ini diharapkan bisa memperkuat ketersediaan pangan hingga ke wilayah terpencil, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh bahan makanan. Dengan penerapan kebijakan baru, Bulog menunjukkan komitmen dalam meningkatkan akses pangan, baik melalui transportasi udara maupun perbaikan infrastruktur distribusi.

Leave a Comment