Kenali ciri-ciri burnout akibat pekerjaan dan pemulihannya
Ciri-Ciri Burnout dalam Kategori Berbeda
Kenali ciri ciri burnout akibat pekerjaan – Pasca bekerja dalam kondisi stres kronis, seseorang bisa mengalami burnout yang menggambarkan kelelahan emosional, fisik, dan mental. Psikolog klinis Kasandra Putranto, lulusan Universitas Indonesia, mengungkapkan gejala-gejala ini dibagi menjadi tiga kategori utama: fisik, psikologis, dan perilaku kerja.
“Burnout fisik ditandai dengan kelelahan yang tidak berhenti, gangguan tidur, serta rentan sakit. Dari sisi psikologis, gejala meliputi hilangnya motivasi, rasa tidak dihargai, dan mudah marah. Secara perilaku, muncul penurunan produktivitas, sikap sinis terhadap pekerjaan, dan sering absen,” kata Kasandra dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Jumat.
Pemulihan Burnout: Langkah yang Perlu Diambil
Kasandra menambahkan, banyak pekerja cenderung mengabaikan tanda-tanda psikologis seperti kelelahan emosional yang tak kunjung hilang meski telah beristirahat. Perasaan datar atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu dianggap menyenangkan sering kali muncul, disertai gejala seperti gelisah, kesulitan fokus, dan overthinking terutama terkait tugas profesional.
“Beberapa orang terus bekerja meski tubuh sudah lelah karena merasa ‘tidak enak berhenti’ atau takut tertinggal,” imbuh dia.
Menurut Kasandra, pemulihan burnout tidak selalu terjadi secara instan. Prosesnya bergantung pada tingkat keparahan kondisi, dukungan lingkungan kerja, serta keterlibatan individu dalam upaya penyembuhan. “Burnout adalah sindrom yang bisa dipulihkan melalui intervensi tepat,” tambahnya.
