Hiburan

Main Agenda: Perankan ibu dengan Alzheimer, Lulu Tobing akting penuh hati-hati

Perankan Ibu dengan Alzheimer, Lulu Tobing Akting Penuh Hati-Hati

Main Agenda – Artis Lulu Tobing kembali menantang diri dalam film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” yang menjadi Main Agenda utamanya. Dalam karya ini, ia memerankan seorang ibu yang menderita penyakit Alzheimer, sebuah kondisi memori yang menguras emosi dan kehati-hatian dalam setiap adegan. Pemeran Yuke ini menyadari bahwa peran ini membutuhkan pendalaman ekstra, karena memperlihatkan bagaimana seseorang bisa kehilangan kenangan akan keluarga terdekat.

Proses Pemahaman dan Persiapan

Menghadapi penyakit Alzheimer bukanlah hal mudah bagi Lulu Tobing. Ia harus belajar tentang gejala dan dampak psikologis penyakit ini, agar bisa menunjukkan ketidakmampuan Yuke secara realistis. Dalam wawancara di Jakarta, Lulu mengungkapkan bahwa ia bersama sutradara Kuntz Agus melakukan riset intensif, termasuk mempelajari tulisan-tulisan medis dan berdiskusi mendalam untuk memahami emosi yang dihadirkan oleh karakternya.

“Main Agenda ini tidak hanya tentang akting, tapi juga tentang kesadaran akan bagaimana Alzheimer mengubah pola pikir dan interaksi seseorang dengan orang-orang tercinta,” jelas Lulu. Ia menambahkan bahwa penampilan di layar harus menggambarkan perlahan-lahan kehilangan ingatan, tanpa terkesan dramatis atau berlebihan.

Keluar dari kenyataan, Lulu mengatakan bahwa ia berusaha mencerminkan kecemasan, kebingungan, dan kehangatan dalam diri Yuke. “Main Agenda ini mengajarkan saya untuk lebih sensitif dalam menangkap detail kecil, seperti ekspresi wajah atau nada suara, agar penonton bisa merasakan perasaan Yuke secara empatik,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, ia berharap bisa menyentuh hati penonton yang pernah mengalami kehilangan dalam keluarga.

Perbedaan dengan Peran Sebelumnya

Peran ibu dalam “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” berbeda jauh dari yang ia perankan di film “Tunggu Aku Sukses Nanti.” Di sana, ia memainkan sosok ibu yang lebih sederhana, sedangkan di Main Agenda ini, ia harus menggambarkan seorang ibu yang perlahan memudarkan kenangan akan suami dan anak-anak. “Main Agenda ini lebih berat karena kita harus menyampaikan pesan tentang kepedihan dan keberadaan keluarga dalam kesulitan,” jelas Lulu.

Lulu mengakui bahwa menghadapi tantangan ini membuatnya lebih matang dalam membangun karakter. Ia menjelaskan bahwa peran ibu dengan Alzheimer mengharuskan penyesuaian emosi yang kompleks, seperti kebingungan, kehati-hatian, dan juga kehangatan yang tak pernah hilang. “Main Agenda ini memaksa saya untuk berpikir lebih dalam, seperti bagaimana Yuke bisa tetap mencintai anaknya meski lupa akan semuanya,” tambahnya.

Menurut Lulu, film ini juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial tentang pentingnya kepedulian dalam keluarga. “Main Agenda tidak hanya menceritakan kehidupan Yuke, tapi juga mengingatkan kita bahwa keluarga adalah tempat yang paling diinginkan ketika kesulitan datang,” ujarnya. Ia berharap film ini bisa menjadi refleksi bagi penonton yang sedang mengalami perubahan kehidupan karena penyakit atau krisis pribadi.

“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” akan dirilis pada 13 Mei 2026, setelah melalui proses produksi yang memakan waktu. Selain Lulu Tobing, film ini juga diperankan oleh Ibnu Jamil, Yasmin Napper, Shofia Shireen, dan Jordan Omar. Karya Rapi Films ini dikenal sebagai film yang menggambarkan hubungan emosional dalam konteks penyakit langka, dengan pesan kuat tentang keharmonisan keluarga dan kepedulian terhadap anggota yang terkena dampak.

Leave a Comment