Program Gang Dagang: Upaya Latest untuk Meningkatkan Literasi Digital UMKM
Latest Program—Jakarta—Kemitraan antara PT Netzme Kreasi Indonesia dan Ruangguru meluncurkan inisiatif pendidikan digital dan keuangan yang bertujuan memperkuat literasi teknologi bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diberi nama “Gang Dagang” dan dirilis di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (17/5), sebagai bagian dari upaya transformasi digital yang dijalankan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta.
Peluncuran dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan
“Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional, DKI Jakarta dinilai menjadi lokasi strategis untuk peluncuran cohort pertama program Gang Dagang,”
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan perusahaan teknologi dengan kompetensi pendidikan digital. Dengan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia, “Gang Dagang” diharapkan menjadi wadah untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital secara lebih efektif. Program ini juga menargetkan pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan akses ke sumber daya pendidikan formal.
Manfaat dan Tantangan UMKM
Asisten bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan upaya modernisasi usaha kecil yang sedang gencar dilakukan pemerintah. Netzme menjelaskan bahwa UMKM berkontribusi lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, tetapi masih menghadapi tantangan signifikan dalam literasi keuangan dan adopsi teknologi. Kendala utama meliputi campuran keuangan pribadi dengan usaha, kesulitan menghitung harga pokok penjualan (HPP), serta penggunaan sistem pembayaran digital yang belum optimal.
Dalam konteks ini, “Gang Dagang” dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam memahami cara mengelola keuangan secara lebih sistematis. Program ini juga bertujuan mendorong UMKM agar mampu memanfaatkan alat-alat digital dalam operasional usaha, sehingga meningkatkan efisiensi dan daya saing. Selain itu, “Latest Program” ini berupaya mempercepat akses ke layanan keuangan digital, seperti e-wallet dan pembayaran online.
Kurikulum dan Pendekatan Gamifikasi
Kurikulum “Gang Dagang” mencakup materi manajemen keuangan dasar, pencatatan keuangan, perhitungan keuntungan, pengelolaan utang, dana darurat, serta literasi tentang transaksi digital. Untuk memudahkan pemahaman, program ini menggunakan pendekatan gamifikasi, yaitu metode pembelajaran berbasis permainan. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan keterlibatan peserta dan memperkuat penyerapan pengetahuan melalui aktivitas interaktif.
Roes Dina Martha, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam percepatan transformasi digital. Peserta awal program terdiri dari 50 pengusaha terpilih melalui seleksi terbuka, dengan masa pelatihan selama lima bulan. Melalui program ini, pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Platform Terbuka dan Fokus Peningkatan Transaksi Non-Tunai
Sebagai bagian dari “Latest Program”, permainan “Gang Dagang” juga bisa diakses oleh masyarakat umum melalui platform daring. Ini memberi peluang bagi siapa pun yang tertarik belajar tentang literasi keuangan dan digital. Peserta akan menghadapi tantangan berkala bertajuk Sales Race setiap dua minggu, yang bertujuan mendorong peningkatan transaksi non tunai serta meningkatkan kesadaran tentang keunggulan sistem pembayaran digital.
Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan akses ke sumber daya, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha. “UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga memberikan kemampuan bagi pelaku usaha agar mampu tumbuh dari transaksi digital,”
