Foto

Solving Problems: Menkomdigi hadiri AI Ready ASEAN Youth Challenge di Singapura

Menkomdigi Hadiri AI Ready ASEAN Youth Challenge: Solving Problems di Singapura

Solving Problems – Dalam upaya mendorong penggunaan teknologi digital untuk menjawab tantangan sosial, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid turut hadir pada acara AI Ready ASEAN Youth Challenge yang diadakan di Singapura, Selasa (19/5/2026). Acara ini menekankan pentingnya Solving Problems melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI), dengan fokus pada kemampuan generasi muda Asia Tenggara dalam menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Transformasi Digital dan Peran AI dalam Kehidupan Sehari-hari

Aktivitas ini menjadi wadah bagi para pemuda dari negara-negara ASEAN untuk menunjukkan bakat mereka dalam merancang aplikasi dan platform AI yang bisa berdampak nyata. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengusung proyek Noah AI, sebuah alat manajemen bencana berbasis AI. Dalam presentasinya, para peserta menjelaskan bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk memprediksi dan mengurangi dampak bencana secara real-time.

Menteri Meutya Hafid mengapresiasi partisipasi para peserta dan menyatakan bahwa AI Ready ASEAN Youth Challenge merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Ia menekankan bahwa Solving Problems melalui teknologi bukan hanya tentang pengembangan alat, tetapi juga tentang pemahaman mendalam terhadap masalah sosial yang menjadi tantangan utama di masyarakat. “Kecerdasan buatan bisa menjadi kunci untuk mengubah cara kita menghadapi perubahan, terutama di tengah kondisi yang dinamis seperti sekarang,” ujarnya.

Kolaborasi ASEAN dalam Mendukung Inovasi Teknologi

Kehadiran Menkomdigi di acara ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional. Dalam kesempatan tersebut, ia berdiskusi dengan para pemenang kompetisi ide dan pejabat teknologi digital dari Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Myanmar. Mereka membahas potensi kolaborasi dalam mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Selain itu, Menkomdigi menyampaikan bahwa Solving Problems melalui AI memerlukan pendekatan yang holistik. “Kita harus memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya canggih, tetapi juga mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk daerah-daerah dengan sumber daya terbatas,” tambahnya. Ia menyoroti pentingnya pelatihan dan pendanaan bagi generasi muda agar mampu mengembangkan solusi teknologi yang berdampak jangka panjang.

Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah menteri teknologi digital ASEAN, para peserta menunjukkan berbagai ide kreatif, seperti aplikasi pengelolaan limbah berbasis AI, sistem pelatihan profesional dengan pendekatan kognitif, dan platform pengelolaan krisis berbasis data. Menteri Meutya menyatakan bahwa keberhasilan kompetisi ini membuktikan bahwa Solving Problems bisa dilakukan melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif pemuda.

Kehadiran Menkomdigi juga menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap inisiatif-inisiatif yang mendorong transformasi digital. Ia mengatakan bahwa acara seperti ini adalah langkah awal dalam mengembangkan potensi pemuda sebagai penyelesaian masalah secara teknologi. “Dengan Solving Problems yang kreatif, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/agr

Leave a Comment