BRIN Dorong Pemda Kalsel Terapkan 9 Langkah Strategi Komunikasi
Meeting Results – Banjarbaru, Kalimantan Selatan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak pemerintah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menerapkan strategi komunikasi yang lebih terstruktur. Hasil rapat yang dihadiri para pejabat dan pemangku kepentingan menyebutkan bahwa kebijakan ini bertujuan mengatasi penyebaran informasi palsu (disinformasi) dan memastikan pesan pemerintah disampaikan secara konsisten, jelas, serta terukur. Dengan pendekatan ini, BRIN berharap dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap kebijakan daerah.
Analisis dan Evaluasi Keberhasilan Strategi Komunikasi
Pranata Humas Ahli Madya dari Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan BRIN, Dodi Rosadi, menjelaskan bahwa penguatan metode komunikasi pemerintah kini sangat penting, terutama dalam era digital yang mempercepat penyebaran informasi. Hasil rapat menekankan bahwa konflik informasi dapat menyebabkan keraguan masyarakat terhadap kebijakan, sehingga langkah strategis dalam pengelolaan komunikasi menjadi kunci untuk menjaga harmoni narasi antarlembaga.
“Dokumen perencanaan komunikasi yang matang akan menjadi panduan strategis bagi institusi dalam menyampaikan pesan secara terencana dan terukur. Dengan demikian, humas pemerintah tidak lagi bekerja berdasarkan asumsi spontan, tetapi berbasis data riil,” kata Dodi saat kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pemda se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (tanggal sebagaimana disebutkan dalam sumber).
Pendekatan yang dianjurkan BRIN mengintegrasikan prinsip Meeting Results dalam penyusunan strategi. Selain memetakan kekuatan internal dan ancaman eksternal melalui riset formatif, langkah-langkah ini juga mencakup analisis situasi, organisasi, serta identifikasi publik. Dodi menegaskan bahwa seluruh tahapan dirancang agar komunikasi pemerintah dapat memengaruhi pengetahuan, sikap, hingga tindakan masyarakat secara efektif.
Langkah-Langkah Strategi Komunikasi yang Direkomendasikan
Berdasarkan hasil rapat, BRIN merumuskan sembilan langkah strategi komunikasi yang diperlukan untuk memperkuat keberhasilan penyampaian informasi. Langkah-langkah ini mencakup penyusunan tujuan spesifik, pemilihan sasaran komunikasi, dan perumusan aksi respons. Selain itu, implementasi taktik komunikasi serta penguatan saluran media seperti media resmi, iklan terbayar, dan kolaborasi dengan jurnalis menjadi komponen utama yang tidak boleh diabaikan.
Hasil rapat juga menyoroti pentingnya respons proaktif pemerintah dalam menghadapi sentimen negatif yang muncul di ruang digital. Dodi menekankan bahwa strategi ini tidak hanya memfokuskan pada penyampaian pesan, tetapi juga pada pengukuran dampaknya melalui riset evaluatif. Proses ini membantu pemerintah memahami apakah komunikasi yang dilakukan sesuai dengan harapan dan dapat meningkatkan kepercayaan publik.
Dalam Meeting Results ini, BRIN memberikan rekomendasi bahwa pemda Kalsel harus membangun sistem yang terpadu untuk mengelola informasi. Komponen kunci termasuk pembuatan konten yang sesuai dengan audiens, penggunaan media sosial secara efektif, serta pengambilan keputusan berdasarkan data dan analisis. Dengan langkah-langkah ini, kebijakan pemerintah daerah diharapkan bisa diakses oleh masyarakat dengan lebih mudah dan akurat.
Hasil rapat juga menyoroti peran Meeting Results dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Dodi Rosadi menjelaskan bahwa sistem komunikasi yang terstruktur tidak hanya membantu meminimalkan konflik informasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. “Langkah ini bertujuan menciptakan keberlanjutan dalam komunikasi, agar seluruh kebijakan bisa terukur dan terdokumentasi dengan baik,” katanya.
