Wagub Banten Minta APJI Berikan Pelatihan Boga untuk Pengelola Dapur MBG
New Policy – Dalam upaya meningkatkan kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengumumkan kebijakan baru yang menargetkan pelatihan boga untuk pengelola dapur. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan setiap layanan makanan yang disajikan mengikuti standar gizi dan keamanan pangan. “New Policy ini bertujuan membangun sistem yang lebih terstruktur dan profesional, sehingga masyarakat bisa mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian,” jelas Dimyati saat menghadiri acara penyuluhan di Serang, Kamis lalu.
Peran APJI dalam Mewujudkan Kebijakan Baru
Wagub Banten menekankan pentingnya peran Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dalam mewujudkan kebijakan baru ini. Menurutnya, APJI memiliki pengalaman dan kapasitas yang terbukti, baik dalam pelayanan makanan massal maupun pengembangan teknik koki. “New Policy ini tidak hanya mengubah cara kerja pengelola dapur, tetapi juga memperkuat kemitraan antara lembaga swadiri dan pemerintah,” tambah Dimyati, yang menyoroti bahwa pelatihan akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun SDM yang andal.
Kebijakan baru ini mencakup tiga tahap utama: pengembangan kurikulum pelatihan, pelaksanaan program secara bertahap, dan evaluasi hasil berdasarkan standar nasional. Dimyati mengungkapkan bahwa pengelola dapur MBG akan mendapatkan sertifikasi setelah lulus ujian praktik. “Dengan New Policy ini, setiap pelaku usaha katering di Banten akan memiliki kemampuan teknis yang sama, sehingga makanan yang dihidangkan lebih konsisten dan aman,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan
Program pelatihan boga yang diusulkan Wagub Banten akan dilaksanakan secara bersamaan dengan Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan. Kementerian Pertahanan akan menjadi mitra dalam menyediakan fasilitas pelatihan, sementara Universitas Pertahanan akan berperan dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. “Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat proses standarisasi, karena kampus memiliki kemampuan dalam riset dan pengajaran yang terkini,” tambah Dimyati.
Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki menyambut baik kebijakan baru yang diusulkan oleh pemerintah Banten. “New Policy ini selaras dengan visi kami untuk meningkatkan kualitas jasa boga nasional. Kami siap memberikan pelatihan yang berbasis teknologi dan praktik terbaik,” kata Tashya. Menurutnya, pelatihan akan mencakup modul seperti pengelolaan bahan baku, teknik penyajian, manajemen dapur, dan pengawasan kualitas. “Ini akan menjadi pondasi untuk mewujudkan dapur yang efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau untuk masyarakat,” imbuhnya.
Kebijakan baru ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor katering. Dimyati menegaskan bahwa pelatihan akan memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berpartisipasi aktif. “New Policy ini tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada pembentukan keahlian yang berkelanjutan. Dengan demikian, ekonomi lokal akan tumbuh secara sehat,” jelasnya.
Selain itu, kebijakan baru ini juga bertujuan meningkatkan daya saing kuliner tradisional Banten. Dimyati menuturkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, dan dengan pelatihan yang memadai, masyarakat bisa menikmati hidangan lokal yang kaya akan nutrisi. “Kami ingin mengembangkan menu yang murah, sehat, dan cocok untuk segala usia. New Policy ini menjadi wujud komitmen kami untuk menjaga keseimbangan antara kualitas dan aksesibilitas,” pungkasnya.
Program pelatihan boga ini diperkirakan akan berlangsung selama dua tahun, dengan target 100 ribu pengelola dapur yang terlibat. APJI menyatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pelatihan untuk menyelesaikan tugas ini. “New Policy ini adalah langkah konkret untuk mengubah cara masyarakat mengakses makanan bergizi, dan kami optimis bisa mencapai hasil maksimal,” kata Tashya.
