Humaniora

Key Strategy: Pemkot Makassar gencarkan pertanian perkotaan guna pasok kebutuhan MBG

Key Strategy: Pemkot Makassar Intensif Pertanian Perkotaan untuk Pasok Kebutuhan MBG

Key Strategy – Kota Makassar, sebagai salah satu kota besar di provinsi Sulawesi Selatan, semakin gencar mendorong pengembangan pertanian perkotaan sebagai langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa konsep ini tidak hanya fokus pada produksi tanaman, tetapi juga pada bagaimana masyarakat bisa mengoptimalkan ruang terbatas untuk menciptakan sumber pangan yang lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Ekspansi Program di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

Munafri menekankan pentingnya memperluas program pertanian perkotaan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan, sebagai bagian dari key strategy Kota Makassar. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap mengurangi ketergantungan pada pasokan luar dan memastikan kebutuhan pangan terpenuhi secara lokal. Inisiatif ini juga bertujuan untuk menekan inflasi dan memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan MBG.

Pemkot Makassar memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan pertanian di ruang terbatas seperti pekarangan rumah, pinggir jalan, atau area kosong. Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan kerja sama antara pemuda, wirausaha, dan institusi pendidikan untuk mengembangkan model pertanian berkelanjutan. Salah satu contoh sukses adalah di Kecamatan Tamalate, dimana komunitas lokal berhasil menanam kangkung dengan masa panen sekitar 20–21 hari, menghasilkan hingga 150 kilogram per minggu.

“Dengan menggabungkan budidaya ikan, sayuran, dan ternak di satu kawasan, kita bisa menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini menjadi bukti bahwa key strategy ini mampu mengubah tantangan ruang sempit menjadi peluang besar,” ujar Munafri.

Munafri menyoroti cara para petani lokal mengubah limbah organik menjadi pupuk, sehingga meminimalkan biaya produksi dan mengurangi dampak lingkungan. Model ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan lahan, tetapi juga membangun siklus ekonomi yang saling menguntungkan. Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong pengembangan kawasan berbasis tanaman herbal sebagai bagian dari key strategy mereka, dengan harapan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam konteks key strategy ini, Pemkot Makassar terus berupaya memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk memperkuat kapasitas produksi. Selain itu, mereka juga menggalakkan pemanfaatan teknologi sederhana seperti kultur hidroponik dan media tanam daur ulang. Tujuan utamanya adalah meningkatkan ketersediaan bahan pangan sekaligus menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam. Pemkot Makassar memandang pertanian perkotaan sebagai solusi yang relevan dan praktis untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Key Strategy ini juga melibatkan kegiatan edukasi dan pelatihan bagi warga, agar mereka lebih memahami cara merawat tanaman secara efektif. Melalui program yang diintegrasikan dengan MBG, Pemkot Makassar berharap masyarakat bisa lebih aktif dalam memproduksi makanan sehat secara mandiri. Dukungan pemerintah berupa akses ke modal, teknologi, dan pasar menjadi faktor penting dalam menjadikan key strategy pertanian perkotaan sebagai salah satu pilar pengembangan kota.

Leave a Comment