Metro

Special Plan: Legislator DKI sebut butuh kolaborasi atasi permasalahan sampah

Legislator DKI Tekankan Kolaborasi dalam Implementasi Special Plan Atasi Sampah

Special Plan merupakan strategi utama yang diusulkan oleh sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta untuk menangani masalah sampah yang kian hari menjadi perhatian besar. Legislator DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai sektor. “Kolaborasi antar-instansi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha harus menjadi prioritas dalam Special Plan ini,” ujarnya saat memberikan wawancara di Jakarta, Minggu.

Peran Lintas Sektor dalam Special Plan

Kenneth menyoroti bahwa masalah sampah di DKI Jakarta tidak bisa diatasi secara terpisah. Dinas Lingkungan Hidup, camat, lurah, serta unit lingkungan per wilayah harus saling mendukung untuk mengoptimalkan efisiensi sistem pengelolaan. “Masyarakat masih tergantung pada layanan sampah yang diatur pemerintah, jadi Special Plan perlu mencakup pendidikan dan kebijakan yang memastikan kesadaran masyarakat terbangun secara bertahap,” tambahnya.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara memilah dan memanfaatkan sampah. Dengan adanya Special Plan, Kenneth berharap bisa mendorong keterlibatan aktif warga melalui program edukasi berkelanjutan. “Edukasi tentang daur ulang dan pemilahan sampah harus rutin dilakukan di setiap RT/RW, agar kebiasaan ini terbentuk secara alami,” jelasnya.

“Special Plan ini tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang perubahan perilaku. Kalau tidak dilakukan secara konsisten, hasilnya bisa jadi kurang optimal,” ucap Kenneth.

Krisis sampah yang pernah terjadi pada tahun 2000-an menjadi pelajaran berharga. Saat itu, gangguan pada TPST Bantargebang menyebabkan sampah menumpuk di jalan dan memicu konflik sosial. Kebijakan darurat seperti pembukaan tempat penampungan di Nagrak, Jakarta Utara, memperlihatkan bahwa ketergantungan pada satu sistem bisa berdampak luas. Dengan adanya Special Plan, diharapkan bisa mencegah pengulangan situasi serupa.

Implementasi Special Plan menuntut keterlibatan semua pihak, mulai dari tingkat pemerintahan hingga masyarakat. Kenneth menegaskan bahwa keterlibatan lembaga kecamatan dan lurah sangat penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif. “Kolaborasi antar-tingkat pemerintahan adalah kunci keberhasilan Special Plan, karena permasalahan sampah membutuhkan penanganan yang menyeluruh,” katanya.

“Special Plan ini juga memerlukan inovasi teknologi untuk mempercepat proses pengolahan sampah. Selain itu, reward dan punishment perlu diterapkan agar masyarakat aktif dalam memilah dan mengolah sampah,” ujar legislator DKI tersebut.

Leave a Comment