BPBD Bogor: Luapan Kali Cijayanti Rendam 138 Rumah Warga
BPBD Bogor – BPBD Kabupaten Bogor melaporkan adanya bencana banjir akibat luapan air di Kali Cijayanti yang mengakibatkan 138 unit rumah warga terendam. Banjir ini terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Jawa Barat, pada hari Minggu (tanggal 23 April 2023). Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, kejadian ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan aliran sungai meluap dan mengenangi permukiman penduduk.
Detail Banjir dan Wilayah Terdampak
Kabupaten Bogor mengalami banjir di beberapa area, termasuk Desa Cijayanti, yang menjadi lokasi utama peristiwa ini. Luapan air dari Kali Cijayanti menggenangi permukiman warga di Kampung Babakan Cicerwed, mulai dari pukul 17.15 WIB. Wilayah yang terkena meliputi sejumlah RT di RW 01, RW 02, RW 06, dan RW 09, dengan tinggi air berkisar antara 70 sentimeter hingga 150 sentimeter di beberapa titik. Banjir ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk satu unit rumah di RT 03 RW 01 yang hancur.
Mengenai dampak sosial, BPBD Bogor menyebutkan bahwa total warga yang terdampak mencapai 138 kepala keluarga atau sekitar 456 individu. Seorang warga, Enjuh, harus mengungsi ke tempat tinggal kerabat di wilayah yang sama karena rumahnya rusak parah. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Adam, menjelaskan bahwa luapan air terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan durasi panjang, yang menyebabkan saluran drainase kelebihan muatan.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang terus-menerus membuat aliran Kali Cijayanti meluap, sehingga menjangkau permukiman warga,” jelas Adam dalam laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bogor. Ia menambahkan bahwa banjir ini menimpa sejumlah keluarga yang tinggal di daerah terendam, dengan tingkat keparahan bervariasi tergantung pada letak rumah dan ketinggian air.
Upaya BPBD dalam Mengatasi Banjir
BPBD Bogor segera bergerak untuk menangani situasi darurat. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, Satpol PP Kecamatan Babakanmadang, perangkat desa, Destana, dan PMI diterjunkan ke lokasi banjir. Mereka melakukan kaji cepat sementara, edukasi kebencanaan, serta koordinasi dengan aparat setempat untuk mempercepat penanganan. Selain itu, tim juga melakukan penyedotan air di area terdampak dan membantu warga yang terkena banjir dalam membersihkan genangan.
BPBD juga memperhatikan kondisi warga yang terdampak, termasuk memberikan bantuan logistik dan perlindungan sementara. Sejumlah warga yang mengungsi diberikan makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, BPBD bersama tim penanggulangan bencana berupaya memantau evakuasi dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Langkah yang dilakukan antara lain kaji cepat, edukasi kebencanaan, koordinasi dengan aparat setempat, hingga penyedotan air di area terdampak,” ujar Adam. Ia menekankan bahwa respons cepat dari BPBD Bogor sangat penting dalam meminimalkan dampak banjir dan membantu warga menghadapi situasi darurat.
Kondisi banjir di Desa Cijayanti mulai surut hingga Minggu malam, meski sebagian wilayah masih tergenang air. Warga yang terkena banjir bersama tim gabungan masih berusaha membersihkan lumpur dan genangan air yang masuk ke dalam rumah. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir berulang dan memperkuat sistem drainase di sekitar daerah rawan banjir.
Peristiwa banjir ini menjadi salah satu contoh bagaimana BPBD Kabupaten Bogor berperan aktif dalam merespons bencana. Dengan koordinasi yang terstruktur dan penanganan yang cepat, BPBD berhasil mengurangi kerugian yang mungkin terjadi. Namun, kejadian ini juga memberikan pelajaran bahwa kesiapan menghadapi bencana alam perlu terus ditingkatkan, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun edukasi masyarakat tentang tata cara menghadapi bencana.
