Lintas Kota

Latest Program: Pemkot Jaksel terima 115 hewan kurban untuk pelaksanaan Idul Adha

Latest Program: Pemkot Jaksel Terima 115 Hewan Kurban untuk Idul Adha

Latest Program – Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) kembali mengadakan program penyembelihan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 H. Sampai saat ini, pihak setempat telah menerima 115 hewan kurban, terdiri dari 47 sapi dan 68 kambing, yang akan didistribusikan ke masyarakat sekitar Masjid Darul Jannah dan Kantor Wali Kota Jaksel. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, mengungkapkan bahwa partisipasi warga, pegawai, serta pengusaha terus meningkat, sehingga jumlah hewan kurban yang masuk juga bertambah seiring berjalannya waktu.

Program Kurban Berbasis Kemitraan

Kepala Pemkot Jaksel menjelaskan bahwa program kurban ini tidak hanya berfokus pada penerimaan hewan, tetapi juga pada proses distribusi yang terorganisir. Kerja sama dengan Masjid Darul Jannah menjadi salah satu strategi utama untuk memastikan pengelolaan hewan kurban berjalan secara transparan dan efisien. Dalam penyelenggaraan ini, dua skema utama digunakan untuk penyaluran daging, yaitu melalui masjid-masjid, yayasan, atau pesantren, serta langsung di Masjid Darul Jannah yang mengelola pemotongan secara profesional. Sistem ini memudahkan masyarakat dalam mengakses daging kurban sesuai kebutuhan mereka.

“Program kurban tahun ini dilakukan secara terpadu, dengan pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan dari Sudin KPKP (Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan) segera setelah hewan diterima. Kami juga melakukan pemeriksaan ulang pada saat penyembelihan untuk memastikan kualitas daging tetap terjaga,” ujar Ali Murthadho di Jakarta, Rabu.

Penyembelihan dan Pengelolaan Sampah

Proses penyembelihan hewan kurban diatur secara rapi untuk memenuhi standar syariat Islam. Panitia menggunakn alat bantu perebah sapi agar prosedur pemotongan lebih cepat dan aman. Selain itu, pengelolaan sampah dari penyembelihan juga mendapat perhatian khusus. Darah dan organ dalam dibuang ke lubang tanah khusus dengan ukuran tertentu untuk mengurangi dampak lingkungan. Saat penyaluran, bongsang atau besek bambu digunakan sebagai wadah daging, sehingga mengurangi penggunaan plastik dan mendukung inisiatif pilah sampah yang telah diterapkan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan sistem ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan kurban, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tambah Ali Murthadho.

Program kurban Latest Program Pemkot Jaksel turut melibatkan berbagai pihak untuk memastikan distribusi daging bisa mencapai masyarakat yang membutuhkan. Beberapa organisasi dan komunitas lokal menjadi mitra dalam menyalurkan daging kurban ke pemukiman padat atau wilayah terpencil. Ali Murthadho menekankan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemkot Jaksel terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di bulan suci Idul Adha.

Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi peternak lokal. Dengan menyalurkan hewan kurban melalui jalur resmi, peternak mendapat harga yang kompetitif dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka. Selain itu, keberadaan program ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi sesuai dengan ajaran Islam tentang kesetaraan dan keadilan.

Leave a Comment