Lintas Kota

CFD di Rasuna Said – Pramono sebut ingin perlihatkan Jakarta berbenah

CFD di Rasuna Said, Pramono sebut ingin perlihatkan Jakarta berbenah

Transformasi Kota Jakarta dan Peran CFD di Rasuna Said

CFD di Rasuna Said – Dalam rangka memperkenalkan wajah baru Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa acara Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said bertujuan menunjukkan kemajuan kota yang terus berbenah. Ia menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang rekreasi, tetapi juga untuk menyeimbangkan antara pengembangan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka. “CFD di Rasuna Said adalah bagian dari upaya membangun Jakarta yang lebih modern dan ramah lingkungan,” tutur Pramono, yang hadir dalam acara tersebut Minggu pagi.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa Jakarta sedang berubah. Dulu jalan ini dikenal karena banyak tiang monorel yang mangkrak, tapi kini lebih segar dan terlihat lebih layak,” ujar Pramono.

Transformasi yang terjadi di kawasan Rasuna Said memang mencolok. Sebelumnya, jalan tersebut terlihat kumuh dan sibuk karena jalan raya yang sempit serta banyaknya tiang monorel yang tidak lagi berfungsi. Namun, setelah direnovasi, area ini kini menjadi simbol perubahan Jakarta. Pramono menekankan bahwa CFD di sini dirancang untuk menyebarluaskan pesan bahwa kota besar ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup warganya.

Partisipasi Masyarakat dan Dukungan Publik

CFD di Rasuna Said memperlihatkan antusiasme warga yang tinggi. Ribuan orang dari berbagai kalangan turut serta dalam kegiatan yang diadakan di area ini. ANTARA melaporkan, sejak pagi hari, warga bergerak aktif, seperti berjalan kaki, bersepeda, dan melakukan olahraga ringan. Meski belum semua infrastruktur selesai, partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa mereka terkesan dengan perubahan yang terjadi.

Salah satu peserta, Laila, mengatakan memilih Jalan Rasuna Said karena ingin mengalami suasana berbeda. “Saya senang bisa hadir di sini. Jalan ini kini lebih terbuka dan nyaman untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya. Menurut Laila, kegiatan CFD ini memberikan kesan bahwa Jakarta sedang mengambil langkah konkret untuk menjadi kota yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

CFD di Rasuna Said juga menjadi ajang untuk memperlihatkan inisiatif pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi non-motoris. Dengan membatasi kendaraan pribadi di area tersebut, pihak DKI berharap masyarakat lebih terbiasa dengan pola hidup yang berkelanjutan. Pramono menambahkan, acara ini adalah salah satu contoh nyata bahwa Jakarta berkomitmen untuk menjadi kota yang lebih hijau dan berorientasi pada keberlanjutan.

Strategi Pemerintah DKI Jakarta

Pemilihan lokasi CFD di Jalan Rasuna Said bukan kebetulan. Menurut Pramono, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi ikon baru Jakarta. “Area ini sebelumnya menjadi pemandangan yang kurang menarik, tetapi kini semakin dinamis dan layak dipertahankan,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menggabungkan antara estetika kota dan fungsionalitas yang lebih baik.

Untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang berbenah, CFD di Rasuna Said disusun dengan konsep yang terintegrasi. Selain jalanan bebas kendaraan, pihak DKI juga menghadirkan berbagai fasilitas seperti area parkir, tempat ibadah, dan ruang untuk kegiatan komunitas. Pramono berharap kehadiran CFD ini dapat menjadi bahan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengadakan acara serupa.

Kegiatan CFD di Rasuna Said menjadi bukti bahwa pemerintah DKI Jakarta memahami pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perubahan. Dengan menghadirkan kegiatan yang menyenangkan, seperti festival budaya dan seni, pihak pemerintah berupaya menjaga minat masyarakat untuk berpartisipasi. “CFD ini adalah wujud nyata bahwa Jakarta bergerak maju dan selalu terbuka untuk inovasi,” pungkas Pramono.

Leave a Comment