Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Meriahkan Kota Bogor
Key Strategy – Kota Bogor kembali menjadi pusat perhatian masyarakat karena diadakannya Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah. Acara ini menjadi bagian dari Key Strategy dalam memperkuat identitas budaya daerah dan menjaga kearifan lokal. Kirab yang dimulai dari Museum Pajajaran, Jalan Batutulis, ini menampilkan serangkaian tradisi seni yang mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan Jawa Barat secara lebih luas. Hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, yang tampil dengan pakaian adat berwarna putih dan menunggang kuda. Ia didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Bupati Bogor Rudy Susmanto, serta jajaran Forkopimda dan tokoh adat dari berbagai wilayah.
Partisipasi Tokoh dan Pemimpin Daerah
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga ajang silaturahmi antar pemimpin daerah dan tokoh adat. Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa event ini adalah salah satu implementasi Key Strategy dalam revitalisasi sejarah dan budaya Sunda. Selain itu, acara ini turut melibatkan tokoh-tokoh adat dari 14 kampung adat, termasuk Kampung Adat Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh. Mereka turut hadir untuk memperkuat kehadiran budaya lokal dalam ruang publik.
Kesenian Lokal dan Luar Daerah
Acara ini menampilkan beragam kesenian, baik dari Jawa Barat maupun daerah lain di Indonesia. Selain tradisi Sunda yang menjadi fokus utama, Kirab juga menyajikan seni dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah. Misalnya, Ondel-ondel yang dipertunjukkan dari Jakarta menjadi penampilan menarik karena menggambarkan keunikan tari tradisional tersebut. Sementara itu, Rampak Bedug dari Banten dan Kenthongan dari Sumatra Selatan menambah keragaman budaya yang hadir. Dalam Key Strategy ini, Pemerintah Kota Bogor berupaya menciptakan ruang dialog antar budaya untuk memperkaya pengalaman warga.
“Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ini menjadi bukti bagaimana Key Strategy dapat menghidupkan nilai-nilai sejarah dan budaya secara nyata di tengah masyarakat,”
ungkap Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk penerapan Key Strategy dalam menjaga keberlanjutan budaya. Selain itu, Kirab juga bertujuan memperkenalkan kekayaan seni yang dulu lebih dikenal di wilayah lain. Dedi Mulyadi menambahkan bahwa partisipasi 25 kesenian lokal Jawa Barat, seperti Tari Payung, Tari Topeng Cisalak, dan Kuda Renggong, menjadi bentuk penguatan identitas budaya dalam rangkaian Key Strategy.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menampilkan adegan seni, tetapi juga menggambarkan kerja sama lintas wilayah. Upacara dimulai dengan pengangkatan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, sebuah simbol kekuasaan raja-raja Sunda Pajajaran. Mahkota ini ditemani oleh musik dan tarian khas yang mengiringi perjalanan kirab. Acara ini juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi melalui kegiatan tahunan, sebagai bagian dari Key Strategy dalam menghidupkan budaya lokal.
Dalam rangkaian Key Strategy ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen melakukan penataan kawasan Surya Kencana dan sekitarnya. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penataan tersebut mencakup renovasi jalan, penerangan, dan fasilitas pendukung agar acara lebih efektif dan bernuansa budaya. Keberhasilan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda diharapkan bisa menjadi contoh dalam implementasi Key Strategy yang lebih luas, khususnya dalam meningkatkan daya tarik wisata budaya di Kota Bogor.
