Pelindo Petikemas Berkontribusi Rp1,73 Triliun untuk Pemenuhan Kebutuhan Negara
Pelindo Petikemas setor Rp1 73 triliun – PT Pelindo Terminal Petikemas, bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), kembali mencatatkan kontribusi signifikan dalam mendukung pendapatan negara, dengan total sebesar Rp1,73 triliun selama tahun 2025. Kontribusi ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor logistik nasional, yang secara aktif berperan dalam meningkatkan ekonomi Indonesia. Dalam perannya sebagai pengelola pelabuhan petikemas, perusahaan ini terus berupaya memastikan kinerjanya tetap optimal guna memberikan manfaat maksimal kepada pemerintah dan masyarakat.
Komitmen Pelindo Petikemas dalam Pemenuhan Kebutuhan Negara
“Komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group terus ditingkatkan dalam menjaga kinerja fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara,” ungkap Widyaswendra, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, di Surabaya, Rabu (10 Mei 2025).
Kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan infrastruktur logistik juga didukung oleh Pelindo Petikemas melalui pengelolaan terminal petikemas yang profesional. Dengan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun, perusahaan ini menjadi salah satu penunjang utama bagi pemerintah dalam memenuhi target penerimaan pajak dan PNBP tahunan. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga menunjukkan keterlibatan aktif Pelindo Petikemas dalam kontribusi keuangan negara.
Breakdown Penerimaan dari Pelindo Petikemas
Angka Rp1,73 triliun yang terkumpul dari Pelindo Petikemas pada 2025 berasal dari tiga sumber utama, yakni pajak, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), dan pembayaran konsesi. Pajak menjadi kontribusi terbesar, mencapai Rp1,45 triliun, dengan sebagian besar dari total tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp485,45 miliar. PPh Pasal 25/29 dan PPh Pasal 21 juga berperan penting, dengan masing-masing memberikan kontribusi Rp360,13 miliar dan Rp267,35 miliar.
Penerimaan PNBP dari Pelindo Petikemas pada tahun ini mencapai Rp55,59 miliar, yang berasal dari kebijakan pengelolaan kawasan pelabuhan yang selaras dengan kebutuhan pemerintah. Sementara itu, dana konsesi sebesar Rp224,5 miliar menunjukkan kerja sama yang baik antara perusahaan dan pemerintah dalam membangun infrastruktur logistik. Total pendapatan ini menunjukkan bahwa Pelindo Petikemas tetap menjadi pilar utama dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.
Strategi Pelindo Petikemas untuk Meningkatkan Kontribusi
Capaian Rp1,73 triliun dari Pelindo Petikemas pada tahun 2025 merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas operasional. Dalam era globalisasi, perusahaan ini fokus pada penguatan layanan logistik, mulai dari pengurangan biaya transportasi hingga percepatan proses pemeriksaan barang. Pelindo Petikemas juga terus berinovasi dalam sistem manajemen terminal, sehingga mampu meningkatkan daya saing dalam pelayanan ekspor dan impor.
Perusahaan berharap pendapatan sebesar Rp1,73 triliun bisa dijadikan fondasi untuk penguatan infrastruktur logistik nasional. Dengan meningkatkan jumlah kapasitas pelabuhan dan menekan biaya logistik, Pelindo Petikemas yakin dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. “Target Rp1,73 triliun yang telah tercapai juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam tahun-tahun mendatang,” kata Widyaswendra dalam wawancara terpisah.
Peran Logistik dalam Perekonomian Indonesia
Kontribusi dari Pelindo Petikemas selama 2025 tidak hanya terbatas pada pendapatan keuangan, tetapi juga berdampak pada ketersediaan sarana transportasi yang lebih baik. Dengan dana yang dikumpulkan, pemerintah dapat menyalurkan kebutuhan pembangunan kawasan industri dan ekonomi kreatif. Selain itu, layanan pelabuhan petikemas yang dikelola dengan baik akan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan manufaktur, yang merupakan pilar utama perekonomian Indonesia.
Capaian ini juga menunjukkan bahwa Pelindo Petikemas tetap menjadi salah satu perusahaan pelabuhan yang paling andal dalam penerimaan keuangan. Dalam tahun 2024, perusahaan ini telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun, dan tahun ini peningkatan sebesar Rp230 miliar menunjukkan kinerja yang konsisten. Berbagai inisiatif seperti peningkatan kapasitas terminal, penggunaan teknologi canggih, dan pengelolaan kebijakan fiskal menjadi faktor penentu dalam mencapai angka tersebut.
Dengan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun, Pelindo Petikemas menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor logistik. Dukungan ini juga menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan ekonomi ke depan, terutama dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Dalam perjalanan menuju target yang lebih besar, Pelindo Petikemas akan terus berupaya memastikan bahwa kontribusinya tetap relevan dan bermanfaat bagi bangsa. Sementara itu, angka pendapatan ini menjadi bukti bahwa sektor logistik Indonesia tidak hanya berkontribusi secara langsung melalui penerimaan pajak, tetapi juga secara tidak langsung melalui peningkatan efisiensi distribusi dan pelayanan ekspor. “Pendapatan dari Pelindo Petikemas tahun ini bisa menjadi percontohan bagi perusahaan-perusahaan lain untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan peran ekonomi,” tambah Widyaswendra.
