All Sport

Key Strategy: PAC jadikan Jakarta Athletics League ajang tambah jam terbang

PAC Manfaatkan Jakarta Athletics League untuk Kembangkan Atlet Muda Papua

Key Strategy – Jakarta – Strategi utama PAC adalah menjadikan Jakarta Athletics League sebagai ajang untuk menambah pengalaman para atlet muda Papua. Event ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan atletik yang berkelanjutan. Dengan Key Strategy ini, PAC ingin memastikan bahwa atlet muda memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan di berbagai kondisi kompetitif, sehingga mampu tumbuh secara lebih cepat dan matang dalam persaingan tingkat nasional dan internasional. “Para atlet tidak hanya mengikuti latihan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang cukup untuk memastikan regenerasi atletik nasional terus berkembang,” kata Sekretaris Umum PB PASI Jodi Mahardi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hasil Kompetisi sebagai Bukti Keberhasilan Key Strategy

PAC berkomitmen untuk memperlihatkan keberhasilan Key Strategy mereka melalui prestasi para atlet. Dalam dua even yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur, 22-24 Mei, PAC mencatatkan tiga medali, termasuk satu emas dan dua perak, yang menunjukkan bahwa strategi pembinaan yang diterapkan sudah membuahkan hasil. Medali emas diraih oleh Demianus Yenjau, pelari dari Tambrauw, Papua Barat Daya, dalam nomor lari 2.000 meter putra U-16. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Key Strategy PAC tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pada pengasuhan mental dan fisik atlet.

“Pencapaian atlet seperti Yusuf Manakopeyau yang mampu tampil kompetitif di nomor barunya menunjukkan hasil dari Key Strategy yang berjalan baik di PAC. Melalui kompetisi yang rutin, kemampuan teknik dan mental bertanding para atlet akan terus berkembang,” ujar Claus Wamafma, Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia.

Key Strategy PAC juga terlihat dalam bagaimana para atlet diasah untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kompetisi. Yusuf Manakopeyau, yang baru bergabung dengan pemusatan latihan PAC pada 5 Januari 2026, berhasil meraih perak dalam lompat jauh U-18 dan mencoba debut di tolak peluru U-18, selesai di peringkat kelima dengan jarak 10,84 meter. Prestasi ini menggarisbawahi bagaimana Key Strategy berfokus pada pengembangan individu, sekaligus membangun kepercayaan diri atlet dalam berbagai disiplin olahraga.

Pembinaan Desentralisasi dan Peluang Baru

PAC sebagai pusat pelatihan desentralisasi di Mimika, Papua, menawarkan peluang baru bagi atlet lokal yang selama ini kurang memiliki akses ke fasilitas kompetitif. Key Strategy dalam program ini adalah menyediakan latihan intensif, fasilitas berkualitas, dan pendampingan berkelanjutan. Claus Wamafma menekankan bahwa kolaborasi antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia menjadi fondasi kuat untuk memastikan Key Strategy ini berjalan lancar. “Kita ingin membuka akses pembinaan bagi atlet daerah, sehingga mereka bisa merasakan manfaat dari Key Strategy secara langsung,” jelasnya.

Key Strategy PAC tidak hanya berupa kompetisi, tetapi juga kemitraan dengan institusi pendidikan dan pemerintah setempat. Dengan melakukan kolaborasi ini, PAC bisa memastikan bahwa atlet muda Papua tidak hanya dibina secara teknis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program pengembangan. “Kita menilai bahwa Key Strategy ini sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang atletik,” tambah Jodi Mahardi.

Kompetisi Jakarta Athletics League 2026 menjadi bagian dari rangkaian Key Strategy yang bertujuan membangun ekosistem atletik yang lebih kuat di wilayah Papua. Dengan adanya acara ini, para atlet bisa memperoleh pengalaman nyata dalam berkompetisi, sekaligus membangun jaringan dengan atlet lain di tingkat nasional. Selain itu, Key Strategy juga membantu mengidentifikasi bakat-bakat unggul yang nantinya bisa diarahkan ke jalur puncak, baik melalui ajang nasional maupun internasional.

PAC mencatatkan prestasi yang cukup menggembirakan dalam Jakarta Athletics League 2026. Kehadiran atlet-atlet muda seperti Demianus Yenjau dan Yusuf Manakopeyau menunjukkan bahwa Key Strategy mereka berjalan sesuai rencana. Medali emas dan perak yang diperoleh bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki metode pembinaan. “Kita akan terus menyesuaikan Key Strategy berdasarkan hasil yang diperoleh di setiap even,” kata Jodi Mahardi.

Dalam jangka panjang, Key Strategy PAC diharapkan bisa menjadi contoh bagus bagi program pembinaan atletik di daerah-daerah lain. Dengan menghadirkan kompetisi berkualitas, PAC ingin mendorong para atlet untuk terus berkembang, sekaligus memperluas akses ke latihan profesional. “Target kami adalah menghasilkan atlet muda yang siap menghadapi berbagai tantangan di tingkat nasional,” tutur Claus Wamafma.

Leave a Comment