BNPB: Kewaspadaan Multibencana Jadi Prioritas Utama Jelang Kemarau
BNPB – Jelang peralihan musim di bulan Juni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa kesiapsiagaan terhadap berbagai jenis bencana harus menjadi fokus utama pemerintah daerah dan masyarakat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kesiapsiagaan ini sangat penting karena sejumlah wilayah Indonesia kini menghadapi ancaman perubahan cuaca yang beragam, baik basah maupun kering secara bersamaan.
“Kurangnya air bersih dan dampak lain seperti karhutla bisa menjadi masalah serius. Selain itu, pada masa pancaroba, wilayah rawan cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang,” ujar Abdul Muhari, Jumat.
Dalam masa transisi cuaca ini, BNPB memperkirakan potensi kekeringan yang tinggi di sebagian wilayah Indonesia. Hal ini memerlukan langkah mitigasi yang simultan untuk mengurangi kerugian besar bagi masyarakat di tingkat lokal. Untuk mencegah risiko yang muncul, pihaknya menyarankan masyarakat tetap memantau update cuaca, menjaga kesehatan tubuh, membersihkan saluran air, serta memiliki tas siaga bencana untuk keluarga.
BNPB Memberikan Perhatian Khusus Terhadap Karhutla di Riau
Sebagai bentuk antisipasi, BNPB memberikan fokus penuh terhadap peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Hingga Rabu (20/5), luas area yang terbakar mencapai 3.474,74 hektare. Operasi pemadaman di sana sedang diperkuat melalui koordinasi antara operasi udara dan darat, serta dukungan dari berbagai instansi lintas sektor.
Gerakan Cepat Petugas Gabungan di Aceh
Dalam upaya mencegah kekeringan, petugas darurat gabungan di Aceh menunjukkan respons yang sigap. Mereka berhasil memadamkan api di lahan seluas dua hektare di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (25/5) malam. Tindakan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengatasi bencana yang terjadi secara bersamaan.
