Jasamarga Minta Pengendara Atur Jadwal Perjalanan untuk Cegah Kerumunan
Jasamarga minta pengendara atur waktu perjalanan – Bekasi – PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), yang mengelola Ruas Mohamed Bin Zayed (MBZ), memberikan himbauan kepada para pengguna jalan untuk mengatur jadwal perjalanan mereka agar bisa mengurangi risiko terjadinya kepadatan lalu lintas di masa dekat akhir libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dalam pernyataannya, Desti Anggraeni, GM Operasi dan Pemeliharaan JJC, menegaskan bahwa kepadatan lalu lintas di sepanjang Ruas MBZ diprediksi mencapai puncaknya pada akhir pekan hingga Senin pekan depan.
“Diimbau kepada pengguna jalan untuk dapat mengatur waktu perjalanan mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas terutama menjelang akhir libur panjang,” kata Desti Anggraeni di Bekasi, Jumat.
Direktur tersebut menjelaskan bahwa lonjakan jumlah kendaraan masih akan berlangsung hingga awal pekan depan, seiring berakhirnya periode libur panjang dan kembalinya aktivitas sehari-hari. Menurutnya, pengaturan waktu perjalanan menjadi kunci untuk menghindari kekacauan di jalur tersebut, terutama di Ruas MBZ.
Desti juga menyarankan pengendara untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat melakukan perjalanan. Ia menekankan pentingnya persiapan sebelum berangkat, seperti memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan pengemudi tetap waspada. Selain itu, pengguna jalan disarankan mengantisipasi kebutuhan bahan bakar atau daya listrik kendaraan serta mematuhi segala arahan petugas yang ditetapkan di jalur tersebut.
Volume Kendaraan Meningkat Tajam
Pihak Jasamarga memproyeksikan bahwa peningkatan jumlah kendaraan di Ruas MBZ masih akan terjadi hingga awal pekan depan. Dalam periode libur Idul Adha 2026, tercatat total 104.108 unit kendaraan yang melintasi jalur tersebut, dengan kenaikan sebesar 56,72% dibandingkan kondisi normal yang mencapai 66.429 kendaraan.
Menurut Desti, lonjakan kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek terus berlangsung sejak H-1 hingga H+1. Ia menyoroti bahwa pada H+1, atau Kamis (28/5), jumlah kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota mencapai 27.723 unit, naik 17,53% dibandingkan kondisi normal sebanyak 23.588 kendaraan. Angka ini menunjukkan permintaan transportasi yang tinggi selama masa libur.
Di sisi lain, arah sebaliknya juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah kendaraan yang masuk dari Cikampek menuju Jakarta mencapai 31.754 unit, meningkat 45,46% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.830 unit. Peningkatan ini menandakan bahwa arus balik Idul Adha mulai terlihat, dengan total kendaraan yang kembali ke Jakarta sebanyak 77.187 unit sejak H-1 hingga H+1.
Desti menyatakan bahwa angka ini menunjukkan perubahan pola perjalanan yang signifikan selama masa libur. Selain itu, kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kepadatan lalu lintas di sepanjang Ruas MBZ. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan berbagai langkah untuk mengelola arus kendaraan yang membludak, termasuk di sejumlah titik yang rawan kemacetan.
Langkah Pencegahan Kekacauan Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi kekacauan, Desti berharap pengendara memahami dan mengikuti arahan yang diberikan. “Pengendara harus bersikap proaktif dalam mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak dalam kemacetan,” ujarnya. Ia juga menyarankan para pengemudi untuk tetap memperhatikan keadaan jalan dan menyesuaikan kecepatan berkendara sesuai kondisi lalu lintas.
Dalam upaya mengurangi beban di ruas jalan tersebut, Jasamarga menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan. Pihaknya mengimbau para pengendara untuk menggunakan sistem transportasi alternatif seperti angkutan umum atau jalur lain yang kurang padat, jika memungkinkan. Selain itu, pengguna jalan juga dianjurkan menghindari perjalanan pada jam sibuk, terutama di sekitar waktu yang diprediksi paling rawan.
Kenaikan jumlah kendaraan ini terjadi karena adanya aktivitas liburan yang tinggi, terutama di sekitar masa Idul Adha. Desti menjelaskan bahwa selama periode libur, permintaan transportasi ke arah Cikampek dan sebaliknya meningkat drastis, menyebabkan kepadatan yang bisa mengganggu alur lalu lintas. “Arus balik juga mulai terlihat, dengan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai 77.187 unit, meningkat 18,27% dari kondisi normal,” katanya.
Direktur tersebut menambahkan bahwa kenaikan volume kendaraan ini memerlukan respons cepat dari pengguna jalan. Dengan mengatur waktu perjalanan, mereka dapat berkontribusi pada pengurangan kepadatan lalu lintas, sehingga meminimalkan risiko keterlambatan atau kecelakaan di jalan raya. Selain itu, pengendara disarankan untuk tetap waspada, terutama jika terjadi kepadatan yang membutuhkan perubahan arah atau penyesuaian rute.
Dengan mengikuti himbauan ini, Jasamarga berharap bisa menciptakan arus lalu lintas yang lebih lancar dan aman selama masa libur. Pihaknya juga menyiapkan rencana operasional tambahan untuk menghadapi volume kendaraan yang membludak, termasuk peningkatan personel dan fasilitas pendukung di beberapa titik kritis. “Kami akan terus memantau kondisi lalu lintas dan siap memberikan informasi terkini kepada pengendara,” pungkas Desti.
