Bisnis

Distan Cirebon jaga produksi beras capai 300 ribu ton per tahun

Distan Cirebon jaga produksi beras capai 300 ribu ton per tahun

Distan Cirebon jaga produksi beras capai 300 – Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah berupaya mempertahankan hasil panen beras sebesar 300 ribu ton setiap tahun. Upaya ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan surplus dan memperkuat posisi Cirebon sebagai daerah penyangga pangan yang strategis di Provinsi Jawa Barat. Menurut Kepala Subsektor Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Cirebon, Iwan Mulyawan, produksi beras di sini mencapai sekitar 350.000 hingga 360.000 ton setiap tahun. Dengan angka tersebut, surplus beras tercatat sekitar 90.000 ton per tahun, menjadikan Cirebon sebagai salah satu produsen pangan yang signifikan di wilayah tersebut.

Strategi untuk Memperkuat Produksi Beras

Distan Cirebon memperkuat upaya pengelolaan pertanian dengan berbagai strategi. Salah satu fokus utama adalah menjaga produktivitas lahan pertanian yang mulai menyusut akibat faktor-faktor seperti perubahan penggunaan lahan dan peningkatan populasi. Iwan Mulyawan menegaskan bahwa penyusutan lahan pertanian dan pertumbuhan jumlah penduduk menjadi dua faktor utama yang memengaruhi penurunan surplus beras dibandingkan sepuluh tahun lalu. “Target 300 ribu ton beras per tahun ini harus dipertahankan agar mampu mendukung kebutuhan pangan daerah dan nasional,” ujar Iwan dalam wawancara terpisah.

Untuk mencapai target tersebut, Distan mengembangkan beberapa program. Salah satunya adalah peningkatan ketersediaan air irigasi melalui pembangunan saluran dan peningkatan penggunaan teknologi pompa air. Selain itu, pengoptimalan penggunaan pupuk dan bahan pertanian lainnya juga menjadi prioritas. “Kami juga mendorong para petani untuk menerapkan teknik pertanian modern agar hasil panen bisa lebih maksimal,” tambah Iwan.

Peran dan Tantangan dalam Memenuhi Target

Distan Cirebon memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di Jawa Barat. Luas lahan pertanian kabupaten ini mencapai sekitar 49.690 hektare, dari total luas lahan pertanian sekitar 50.466 hektare. Sebanyak 44.000 hingga 45.000 hektare diperuntukkan untuk budidaya padi, sementara sisanya digunakan untuk tanaman palawija dan hortikultura. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Cirebon tetap menjadi tulang punggung produksi beras di daerah tersebut.

Tantangan utama yang dihadapi dalam menjaga produksi beras adalah kekeringan yang sering terjadi, terutama pada musim kemarau. Distan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti menyiagakan pompa air bantuan pemerintah dan milik petani, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan air di lahan pertanian. “Kami memastikan distribusi air tetap terjaga selama musim kemarau agar produksi beras tidak terganggu,” kata Iwan dalam pernyataan resmi.

Di samping itu, Distan juga berupaya menghadapi perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan teknis kepada petani, peningkatan akses pasar, serta penguatan ketersediaan benih unggul. Selain itu, ada inisiatif pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tanah dan memastikan keberlanjutan budidaya padi. Dengan adanya program-program tersebut, Distan Cirebon berharap dapat mempertahankan produksi beras sesuai target, meski menghadapi berbagai tekanan.

Kinerja Produksi dalam Tahun Pertama

Data terbaru menunjukkan bahwa Distan Cirebon telah mencapai sebagian dari target produksi berasnya. Pada Januari hingga April 2026, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 139.811 ton, setara dengan 89.633 ton beras setelah diolah. Angka ini menunjukkan bahwa kinerja pertanian di daerah tersebut sedang membaik, meski masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut. Iwan Mulyawan menilai, upaya menjaga produksi beras 300 ribu ton per tahun telah memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan masyarakat setempat.

Distan Cirebon juga melibatkan peran aktif para petani dan kelompok tani dalam mengelola lahan secara lebih efisien. Dengan kerja sama yang lebih baik, pertanian daerah bisa bertahan meski menghadapi ancaman dari perubahan iklim dan penggunaan lahan yang berkurang. “Kami berharap produksi beras bisa tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelas Iwan. Hal ini menjadi fokus utama Distan dalam menghadapi tahun-tahun mendatang, terutama dengan tata kelola yang lebih baik dan inovasi pertanian modern.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Distan Cirebon berkomitmen untuk menjaga produktivitas beras. Target ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas pangan nasional. “Keberhasilan produksi beras Cirebon akan menjadi contoh bagus bagi daerah lain di Jawa Barat dalam mempertahankan hasil panen,” tambah Iwan. Dengan pengelolaan yang terarah, Distan Cirebon optimis dapat mencapai target produksi 300 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Leave a Comment