Visit Agenda: Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Kemayoran
Visit Agenda – Jakarta – Dalam upaya mengembalikan harapan dan ketenangan bagi warga yang terdampak kebakaran besar di Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat melaksanakan program trauma healing sebagai bagian dari penanggulangan darurat. Kebakaran yang terjadi pada 1 Juni 2023, menyisakan dampak psikologis yang signifikan, sehingga kepolisian menyediakan dukungan khusus untuk pemulihan mental korban. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengungkapkan, bantuan ini menjadi prioritas dalam mengurangi trauma dan membangun kepercayaan masyarakat.
Program Trauma Healing Berbasis Komunitas
“Kami berharap program ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat psikologis korban kebakaran, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap stres pasca-kejadian,” tambah Reynold dalam wawancara terpisah.
Trauma healing dilaksanakan di posko pengungsian yang didirikan oleh polisi dan pihak setempat. Selain bantuan logistik seperti beras, air mineral, dan makanan siap santap, kegiatan ini melibatkan psikolog dan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan konseling secara rutin. Kapolres menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi korban untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan emosional.
Visit Agenda melibatkan kerja sama dengan organisasi kemanusiaan dan lembaga sosial di wilayah Kemayoran. Pemulihan trauma tidak hanya terbatas pada intervensi langsung, tetapi juga meliputi pendidikan tentang cara mengatasi kecemasan dan kebiasaan hidup baru setelah musibah. Kegiatan ini diharapkan membantu warga merasa lebih tenang dan mendorong proses pemulihan fisik serta mental secara lebih cepat. Reynold mengungkapkan, trauma healing telah dilakukan selama tiga hari setelah kejadian, dengan partisipasi lebih dari 200 korban dari berbagai usia.
Kebutuhan Dasar dan Penanganan Darurat
Kebakaran di Kemayoran yang meluluhlantakkan 330 rumah dan mengakibatkan 620 orang kehilangan tempat tinggal menimbulkan tantangan besar bagi warga setempat. Polres Jakpus bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menyediakan tempat pengungsian sementara, serta mendistribusikan kebutuhan dasar seperti pakaian, selimut, dan bahan makanan. Kapolres menegaskan, layanan darurat Polri 110 tetap aktif 24 jam untuk memastikan warga bisa mengakses bantuan kapan saja.
Visit Agenda juga mencakup pengawasan terhadap kondisi lingkungan sekitar lokasi kebakaran. Petugas kepolisian terus mengawasi progres pemulihan dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan rasa aman warga kembali tercipta. Reynold menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelamatan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi korban. “Kami ingin masyarakat merasa didukung secara emosional dan fisik, agar bisa bangkit dari musibah ini,” ujarnya.
Kebijakan trauma healing ini menjadi contoh nyata dari upaya polisi untuk melibatkan komunitas dalam penanggulangan bencana. Program yang diselenggarakan di Kemayoran berlangsung secara terbuka dan melibatkan warga sekitar sebagai bagian dari komunitas pemulihan. Kapolres juga menyebutkan, selain trauma healing, pihaknya memberikan bimbingan teknis untuk mempercepat proses pemulihan rumah warga. “Kami berharap program ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadapi bencana serupa,” imbuhnya.
