Tim Jibom Temukan Mortir dan Amunisi Aktif Peninggalan Perang Dunia II di Biak
Tim Jibom temukan mortir amunisi aktif – Sebuah penemuan penting terjadi di wilayah Biak, Papua, ketika Tim Jibom (Penjinak Bom) berhasil mengidentifikasi tiga mortir dan 30 butir amunisi yang masih aktif, sekaligus merupakan peninggalan Perang Dunia II. Temuan ini dilakukan setelah terjadi insiden peledakan yang mengakibatkan enam warga meninggal dan tiga rumah rusak pada Minggu (31/5) lalu. Dalam rangka memastikan kawasan tersebut aman, Tim Jibom dari Gegana Brimob Polda Papua melakukan pembersihan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Selasa (2/6) dan menemukan bahan peledak yang masih berpotensi menimbulkan ancaman. Ini adalah upaya penting untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di masa depan.
Deteksi Bahan Peledak di Biak
Tim Jibom menemukan bahan peledak tersebut saat melakukan survei di daerah yang dikenal sebagai bekas front perang di Biak. Lokasi ini memiliki sejarah penting karena pernah menjadi pusat pertempuran selama Perang Dunia II antara Jepang dan Sekutu. Selama dua hari terakhir, anggota Tim Jibom tidak hanya menemukan mortir dan amunisi aktif, tetapi juga beberapa granat jenis nanas dan manggis. Benda-benda berbahaya tersebut segera dimusnahkan untuk menghindari bahaya bagi masyarakat sekitar.
Penghancuran dilakukan secara hati-hati, mengingat jenis bahan peledak yang ditemukan masih memiliki kekuatan eksplosif tinggi. Proses sterilisasi terus berlangsung, dengan Tim Jibom memastikan bahwa semua sisa bahan peledak sudah diperiksa dan dianggap aman. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan bahwa penemuan ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya kewaspadaan di lokasi sejarah militer.
Upaya Identifikasi dan Olah TKP
Setelah menyelidiki lebih lanjut, Tim Jibom dan tim olah TKP dari Labfor serta Direktorat Reskrimum Polda Papua berkolaborasi untuk menemukan sumber ledakan. Proses ini melibatkan analisis terhadap jejak-jejak yang ditinggalkan oleh bahan peledak peninggalan PD II. Tidak hanya itu, tim juga memeriksa kondisi area sekitar untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang terlewat.
Menurut AKBP Ari, temuan ini menunjukkan bahwa perang di masa lalu masih memiliki dampak yang terasa hingga saat ini. “Peninggalan Perang Dunia II seperti mortir dan amunisi aktif bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan jika tidak ditemukan dan diperiksa secara rutin,” tambahnya. Pencarian terus dilakukan, terutama di area yang rawan karena adanya struktur bangunan tua yang mungkin menyembunyikan bahan peledak.
Tim SAR gabungan juga terlibat dalam upaya penyelamatan korban yang hilang. Pencarian dilakukan di luar zona TKP, dengan menyusuri garis pantai yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian bagian tubuh korban. Dari hasil olah TKP, tim DVI Polda Papua akan melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap sisa-sisa tubuh yang ditemukan di kamar jenazah RSUD Biak. Proses ini akan membantu memperjelas penyebab kejadian dan korban yang terlibat.
Langkah Terkini untuk Keamanan Wilayah
Setelah proses pembersihan dan olah TKP selesai, wilayah tersebut dianggap aman untuk sementara waktu. Namun, Tim Jibom tetap berjaga-jaga guna mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak yang masih tersembunyi. “Kami akan melakukan pemeriksaan rutin selama beberapa hari ke depan,” jelas AKBP Ari. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Biak tidak lagi menjadi titik rawan karena peninggalan Perang Dunia II.
Penemuan mortir dan amunisi aktif ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat Biak akan pentingnya kesadaran sejarah dan kehati-hatian dalam beraktivitas. Sebagai daerah yang pernah berperan dalam perang besar, Biak memiliki banyak benda-benda berbahaya yang tersisa. Penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan setelah bertahun-tahun, ancaman dari perang bisa muncul kembali jika tidak diawasi secara ketat.
