Rudenim Pusat Tanjungpinang Berbagi Hasil Panen IMI FARM ke Masyarakat
Key Strategy – Di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat melakukan kegiatan sosial berupa distribusi hasil panen dari program ketahanan pangan IMI FARM kepada warga sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Juni, dan menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong keterlibatan masyarakat melalui inisiatif pertanian yang berkelanjutan.
Upaya Mengatasi Ketahanan Pangan
Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Rakha Sukma Purnama, menjelaskan bahwa pembagian hasil panen merupakan bentuk perhatian sosial dan kontribusi Rudenim kepada masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin membantu memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dengan masyarakat,” tuturnya. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata dukungan Rudenim terhadap 13 Program Akselerasi yang ditetapkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto.
“Pembagian hasil panen ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata Rudenim kepada masyarakat,” kata Rakha Sukma Purnama.
Menurut Rakha, IMI FARM merupakan salah satu implementasi konkret dari program akselerasi Imipas yang fokus pada kemanfaatan bagi masyarakat. Proyek ini memanfaatkan lahan produktif di lingkungan Rudenim untuk bercocok tanam, termasuk hidroponik, budidaya ikan lele, dan penghasilan telur ayam. Hasil panen dari kegiatan tersebut didistribusikan secara berkala kepada warga sekitar, dengan harapan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Membangun Keberlanjutan Pertanian
Program IMI FARM tidak hanya fokus pada produksi bahan makanan tetapi juga menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Rakha menambahkan bahwa penggunaan lahan di lingkungan Rudenim dilakukan dengan sistem yang produktif, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Kami berharap dengan memanfaatkan lahan secara optimal, program ini bisa berkontribusi pada keberlanjutan pertanian dan kesadaran warga tentang pentingnya kerja sama dalam pengelolaan sumber daya,” ujarnya.
“Melalui pemanfaatan lahan yang produktif, kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung program pemerintah serta memperkuat semangat Imigrasi untuk Rakyat,” ujar Rakha.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian sosial warga sekitar. Rakha menegaskan bahwa pembagian hasil panen menjadi bukti keberhasilan pengelolaan program ketahanan pangan yang dikembangkan secara berkelanjutan. “Panen kali ini menunjukkan bahwa Rudenim Pusat Tanjungpinang mampu menciptakan solusi yang menggabungkan kebutuhan pangan dan pengembangan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Program
Pembagian hasil panen dilakukan secara berkala, sehingga warga sekitar dapat mengakses bahan makanan segar dengan lebih mudah. Rakha menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. “Keterlibatan warga sekitar dalam program ini adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesannya,” ujarnya.
“Rudenim Pusat Tanjungpinang akan terus mengembangkan IMI FARM sebagai program yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat hubungan institusi dengan masyarakat,” ujar Rakha.
Program IMI FARM, yang merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Imipas, dirancang untuk meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat lokal. Rakha menjelaskan bahwa IMI FARM bertujuan menjadi contoh nyata bagaimana institusi pemerintah bisa berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya alam secara produktif. “Pemanfaatan lahan dan sumber daya secara berkelanjutan tidak hanya meningkatkan ketersediaan makanan tetapi juga mendorong ekonomi lokal,” katanya.
Komitmen untuk Masa Depan
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat gotong-royong di lingkungan sekitar. Rakha menekankan bahwa program ini akan terus diperluas sebagai upaya mewujudkan visi Imigrasi untuk Rakyat. “Dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian dan pelayanan publik, kami ingin menciptakan model yang bisa diadopsi oleh institusi lain,” ujarnya.
IMI FARM, yang diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif nasional, menjadi bukti bahwa lembaga seperti Rudenim bisa menjadi pionir dalam mengatasi masalah ketahanan pangan. Rakha menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyediakan bahan makanan tetapi juga memberikan edukasi tentang pertanian modern. “Melalui program ini, warga sekitar dapat memahami teknik pertanian yang ramah lingkungan dan efisien,” katanya.
Sebagai bagian dari 13 Program Akselerasi Imipas, IMI FARM mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Rakha menyatakan bahwa hasil panen yang dibagikan hari ini adalah salah satu bukti keberhasilan program tersebut. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagaimana institusi pemerintah bisa bersinergi dengan masyarakat untuk menc
