Lintas Kota

Visit Agenda: Pramono: Pelamar “Job Fair” menurun karena banyak warga sudah bekerja

Visit Agenda: Pramono Jelaskan Penurunan Pelamar Job Fair Karena Banyak Warga Bekerja

Analisis Kehadiran Peserta

Visit Agenda – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa jumlah peserta Jakarta Job Fair pada penyelenggaraan terbaru tergolong menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini mencerminkan kondisi ekonomi yang mengalami perubahan, di mana sebagian besar warga Jakarta sudah memiliki pekerjaan tetap. “Saya lihat banyak orang yang sudah bekerja, sehingga minat untuk mengikuti job fair sedikit berkurang,” jelas Pramono dalam pidatonya di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/6). Ia menilai bahwa kehadiran peserta yang menurun justru menjadi indikasi bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta semakin meningkat.

“Meski demikian, kami tetap optimis dengan adanya Jakarta Job Fair. Acara ini tetap menjadi sarana penting untuk menghubungkan pencari kerja dengan peluang pekerjaan,” tambah Pramono. Ia menekankan bahwa job fair di Jakarta tidak hanya untuk masyarakat yang belum bekerja, tetapi juga sebagai platform bagi mereka yang ingin memperluas jaringan karier atau memperbarui keterampilan.

Menurut Pramono, penurunan jumlah pelamar job fair terjadi karena banyak warga Jakarta telah memperoleh pekerjaan melalui jalur lain, seperti program kerja sementara atau pengusaha lokal. “Karena banyak warga sudah memiliki pekerjaan, mereka tidak perlu lagi menghadiri acara ini setiap bulan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa partisipasi peserta yang menurun tidak berarti acara tersebut tidak bermanfaat, tetapi justru menunjukkan bahwa pemerintah sudah berhasil menciptakan peluang kerja yang lebih banyak.

Kontribusi Job Fair Terhadap Perekonomian

Jakarta Job Fair diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat pertumbuhan sektor ekonomi kota. Acara ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pasar tenaga kerja tetap dinamis. Pada penyelenggaraan kali ini, acara berlangsung di Gelanggang Jakarta Pusat (GOR Senen) pada 4–5 Juni 2026. Dalam dua hari tersebut, sekitar 37 perusahaan besar dan menengah menawarkan berbagai jenis lowongan kerja, termasuk posisi di bidang teknologi, perhotelan, pelayanan publik, dan sektor keuangan.

Pramono menyebutkan bahwa Job Fair tetap menjadi sarana untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara pencari kerja dan perusahaan. “Ini bisa membantu membangun ekosistem kerja yang lebih kuat,” katanya. Ia menambahkan bahwa banyak warga Jakarta yang bekerja di sektor informal atau usaha mikro ternyata juga memiliki potensi untuk diberdayakan melalui program seperti ini. Selain itu, kehadiran perusahaan besar di acara ini memastikan bahwa peserta memiliki akses ke berbagai peluang karier yang lebih menjanjikan.

Dalam konteks Visit Agenda, acara Jakarta Job Fair diharapkan dapat mendorong pengembangan pertukaran informasi kerja yang lebih efektif. Dengan pengunjung yang mencapai ribuan, Pramono menyatakan bahwa acara ini masih mampu menciptakan kesempatan bagi warga yang belum memiliki pekerjaan. “Meski jumlah peserta berkurang, tetap ada sekitar 50% dari peserta yang datang dengan tujuan mencari kerja baru atau mengganti posisi saat ini,” terangnya. Ia juga berharap kehadiran peserta yang menurun tidak mengurangi efektivitas acara.

Program Khusus untuk Kelompok Disabilitas

Sebagai bagian dari inisiatif Visit Agenda, Jakarta Job Fair tahun ini menyediakan ruang khusus bagi penyandang disabilitas. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi kelompok ini dalam meraih peluang kerja. “Kami sengaja mengundang perusahaan yang memiliki kebijakan inklusif untuk menyelenggarakan job fair khusus,” jelas Pramono. Dalam dua hari penyelenggaraan, sejumlah perusahaan ternama menyediakan hingga 200 lowongan kerja untuk penyandang disabilitas.

Pramono juga menyampaikan bahwa pelamar job fair tidak hanya dari kalangan muda, tetapi juga melibatkan peserta usia lanjut dan lulusan universitas. “Banyak orang yang tidak bisa mengikuti job fair sebelumnya karena tuntutan waktu dan biaya, tetapi kini mereka lebih mampu mengakses peluang pekerjaan melalui jalur digital,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah DKI Jakarta terus berupaya memperluas akses untuk peserta yang masih membutuhkan bantuan dalam mencari kerja.

Dalam penutupannya, Pramono mengajak masyarakat Jakarta untuk tetap memanfaatkan job fair sebagai salah satu sumber informasi pekerjaan. “Visit Agenda ini tidak hanya untuk mencari kerja, tetapi juga untuk menambah wawasan dan membangun jaringan profesional,” tegasnya. Ia menyatakan bahwa acara ini akan terus diselenggarakan secara berkala, bahkan dengan format online untuk memudahkan peserta yang berada di luar kota atau yang ingin mengikuti tanpa harus datang langsung.

Leave a Comment