Sofiyanto/Herlin Hadapi Tantangan Persiapan Terbatas di Nomor Kano Ganda Campuran
Beritaturah.com – Pasangan kano Indonesia Sofiyanto dan Herlin Aprilin Lali menutup lomba nomor kano ganda campuran 500 meter dengan menempati peringkat kelima pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka mencatatkan waktu 1 menit 55,731 detik dalam perlombaan yang berlangsung di Miyoshi Lake Canoe Course, Jepang, Sabtu.
Catatan waktu tersebut menempatkan wakil Indonesia terpaut 7,354 detik dari pasangan China, Shengyue Wu/Yanan Ma, yang menjadi pemenang dengan raihan 1 menit 48,377 detik. Uzbekistan mengambil posisi kedua setelah membukukan 1 menit 49,674 detik, sementara Kazakhstan finis ketiga dengan waktu 1 menit 51,124 detik.
Hasil di nomor ganda campuran ini menjadi gambaran tantangan yang dihadapi Sofiyanto dan Herlin sebelum memasuki perlombaan. Keduanya memiliki kesempatan latihan bersama yang sangat terbatas karena sebagian besar program persiapan mereka diarahkan untuk nomor tunggal.
Latihan Bersama Sangat Terbatas
Herlin menjelaskan bahwa persiapan untuk mendayung berpasangan belum berjalan optimal. Saat menjalani pemusatan latihan di Jatiluhur, pasangan ini hanya empat kali berlatih khusus untuk nomor mixed. Setibanya di Jepang, mereka hanya memiliki satu kesempatan latihan bersama sebelum bertanding.
“Di Jatiluhur, kami berlatihan cuma empat kali yang mixed, lebih fokus ke saya. Jadi, kami kurang fokus juga. Di sini, kami latihan cuma sekali, memang persiapan kurang untuk turun berdua, karena kebanyakan single,” kata Herlin seusai perlombaan.
Dalam kano ganda campuran, keselarasan gerakan dan ritme antara dua atlet menjadi unsur penting. Keterbatasan waktu untuk membangun koordinasi membuat pasangan harus beradaptasi dalam waktu singkat, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu mencatatkan waktu lebih cepat di lintasan 500 meter.
Herlin juga harus membagi fokus karena tampil di lebih dari satu nomor pada Asian Games 2026. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan jumlah atlet yang tersedia, sehingga ia perlu menjalani agenda pertandingan yang lebih padat. Sebelum turun bersama Sofiyanto, Herlin lebih banyak mempersiapkan diri untuk nomor individual.
Cuaca Dingin Menambah Beban Adaptasi
Tantangan Indonesia di Miyoshi Lake Canoe Course tidak hanya berkaitan dengan persiapan teknis. Hujan dan suhu yang dingin turut memengaruhi kenyamanan atlet selama berlomba. Herlin mengakui kondisi tersebut membutuhkan penyesuaian, terutama karena cuaca dingin bukan situasi yang biasa mereka hadapi dalam latihan.
“Kalau cuaca iya, hujan, tempatnya juga dingin, terus kami tidak terbiasa dengan dingin. Jadi napas kami engap-engapan,” ujar Herlin.
Situasi cuaca seperti ini dapat memengaruhi pengaturan napas serta daya tahan atlet saat melewati lintasan. Dalam nomor sprint kano, setiap fase kayuhan membutuhkan konsistensi tenaga dan koordinasi. Karena itu, kemampuan menjaga ritme di tengah hujan dan temperatur rendah menjadi bagian penting dari penampilan pasangan Indonesia.
Meski menghadapi sejumlah kendala sebelum dan saat perlombaan, Herlin menegaskan bahwa kerja sama dengan Sofiyanto berjalan baik. Keduanya mampu saling mendukung sepanjang balapan dan tidak mengalami persoalan berarti dalam membangun koordinasi di lintasan.
“Puji Tuhan tidak ada kendala, kami saling membantu. Jadi, tidak ada kendala apa-apa,” kata Herlin.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa komunikasi dan kekompakan pasangan tetap terjaga selama pertandingan. Pengalaman tampil bersama pada ajang besar dapat menjadi modal penting bagi Sofiyanto dan Herlin untuk memperbaiki kesiapan pada perlombaan berikutnya, khususnya apabila mereka kembali dipasangkan pada nomor ganda campuran.
Fokus Beralih ke Kualifikasi Olimpiade 2027
Setelah menyelesaikan rangkaian penampilan di Aichi-Nagoya, Sofiyanto menyebut agenda terdekat yang perlu dipersiapkan adalah kualifikasi Olimpiade. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada April 2027 dan menjadi target selanjutnya bagi tim kano Indonesia.
Perjalanan menuju kualifikasi akan memberi ruang bagi atlet untuk memperkuat persiapan, baik pada nomor tunggal maupun nomor ganda. Untuk pasangan mixed, waktu latihan bersama akan menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar koordinasi, strategi perlombaan, serta adaptasi terhadap kondisi lintasan dapat ditingkatkan.
Herlin sendiri telah memberikan kontribusi medali bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pada Kamis, 24 September, ia meraih medali perunggu dari nomor kano 200 meter tunggal putri atau canoe single (C1). Dalam final nomor tersebut, Herlin finis ketiga dengan catatan waktu 47,309 detik.
Medali perunggu di C1 200 meter memperlihatkan kemampuan Herlin pada nomor individual, sekaligus menjelaskan mengapa program persiapannya lebih banyak berfokus pada kategori tunggal. Sementara itu, hasil peringkat kelima bersama Sofiyanto memberi pengalaman kompetitif tambahan pada nomor ganda campuran.
Dengan selesainya pertandingan di Jepang, perhatian pasangan Indonesia kini tertuju pada tahap persiapan berikutnya. Evaluasi terhadap frekuensi latihan bersama, pembagian fokus nomor pertandingan, serta kesiapan menghadapi cuaca yang berbeda akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kualifikasi Olimpiade April 2027.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Persiapan minim jadi tantangan Sofiyanto Herlin?
Persiapan minim jadi tantangan Sofiyanto Herlin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Persiapan minim jadi tantangan Sofiyanto Herlin matter?
Persiapan minim jadi tantangan Sofiyanto Herlin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

