All Sport

Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet Asian Para Games

1000070552

Dukungan Pelatnas Jangka Panjang untuk Misi Indonesia di Asian Para Games 2026

Beritaturah.com – Persiapan atlet disabilitas Indonesia menuju Asian Para Games 2026 mendapat dorongan penting melalui dukungan pembiayaan pemusatan latihan nasional secara multiyears atau tahun jamak. Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan program latihan yang berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan kontingen menghadapi kompetisi internasional.

Asian Para Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18 hingga 24 Oktober. Ajang tersebut menjadi salah satu panggung terbesar olahraga disabilitas di Asia dan akan mempertemukan para atlet terbaik dari berbagai negara. Indonesia membidik posisi 10 besar klasemen akhir dengan target tujuh emas, delapan perak, serta 17 perunggu.

Kebijakan pelatnas tahun jamak dipandang penting karena pembentukan prestasi tidak dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Atlet membutuhkan program latihan yang terarah, pendampingan pelatih, evaluasi rutin, pemulihan fisik, serta persiapan mental yang berjalan konsisten. Kepastian dukungan anggaran membantu seluruh proses itu direncanakan dengan lebih matang hingga menuju pertandingan utama.

Perhatian Presiden bagi Atlet Disabilitas

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan dukungan tersebut ketika mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Pendhapi Ageng Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10).

Erick menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap para atlet disabilitas menjadi penguatan moral bagi mereka yang terus berjuang mencetak prestasi di tengah berbagai keterbatasan. Pemerintah berharap dukungan itu dapat menambah keyakinan seluruh atlet, pelatih, dan anggota kontingen sebelum berangkat ke Jepang.

“Beliau peduli, sayang sama kalian. Mudah-mudahan perhatian khusus ini menjadi penyemangat buat kita semua yang aktif dalam keseharian di olahraga nasional. Untuk bonus jangan khawatir, Presiden selalu memberikan yang terbaik,” kata Erick.

Pelatnas multiyears memberi arti lebih dari sekadar penyediaan dana latihan. Skema ini membuka ruang bagi penyusunan program jangka menengah dan jangka panjang, sehingga target prestasi dapat dibangun melalui tahapan yang jelas. Persiapan kompetisi multievent membutuhkan kesinambungan karena setiap cabang memiliki kebutuhan teknik, fisik, peralatan, dan pola pertandingan yang berbeda.

Erick juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan olahraga nasional tidak dapat diletakkan pada satu pihak saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, National Paralympic Committee atau NPC Indonesia, serta unsur terkait lainnya perlu bergerak dalam arah yang sama agar kebutuhan atlet dapat terpenuhi dari masa latihan hingga pertandingan.

“Harus kompak dan sayang atlet. Kita pastikan semua persiapan bersama-sama. Tentunya bukan kami sendiri. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, NPC, dan berbagai pihak untuk memastikan hal ini bisa tercapai karena gotong royong,” ujarnya.

Target Medali dan Kesiapan Kontingen

Indonesia akan mengirimkan 103 atlet untuk berlaga dalam 12 cabang olahraga. Jumlah keseluruhan kontingen mencapai 219 orang, mencakup atlet, pelatih, manajer, tenaga pendukung, tim medis, dan tim media. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di Jepang tidak hanya ditopang oleh performa atlet di arena, tetapi juga oleh sistem pendampingan yang bekerja di belakang mereka.

Para atlet Indonesia akan tampil dalam panahan, para atletik, para bulu tangkis, boccia, para balap sepeda, para judo, para angkat berat, para menembak, para renang, para tenis meja, para taekwondo, dan anggar kursi roda. Kontingen terdiri atas tujuh atlet panahan, 25 para atletik, 15 para bulu tangkis, lima boccia, lima para balap sepeda, tujuh para judo, 10 para angkat berat, tiga para menembak, 12 para renang, sembilan para tenis meja, dua para taekwondo, serta tiga atlet anggar kursi roda.

Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa sasaran medali disusun setelah tim melakukan analisis dan evaluasi atas perkembangan atlet sepanjang pelatnas, termasuk hasil kualifikasi yang memenuhi kriteria Asian Paralympic Committee. Proses itu menjadi dasar untuk menilai peluang pada tiap cabang yang diikuti Indonesia.

“Sejak dibentuknya tim Kontingen Indonesia, telah dilakukan analisis dan evaluasi oleh para pelatih serta pengurus NPC, potensi capaian prestasi para atlet yang merupakan capaian yang diperoleh selama menjalani pemusatan latihan,” kata Reda.

Ia memastikan atlet telah dipersiapkan untuk menghadapi tekanan persaingan, baik dari sisi kondisi fisik maupun mental. Kesiapan tersebut menjadi unsur penting karena Asian Para Games mempertemukan peserta dengan kualitas tinggi dan jadwal pertandingan yang menuntut konsentrasi penuh.

Gotong Royong sebagai Fondasi Persiapan

Dukungan anggaran yang berkesinambungan akan lebih efektif apabila dibarengi koordinasi yang kuat. Atlet memerlukan kepastian atas berbagai kebutuhan selama pelatnas, sementara pelatih dan pengurus perlu memiliki ruang untuk mengevaluasi program tanpa terganggu jeda persiapan yang tidak perlu. Dalam konteks itu, kerja sama antarlembaga menjadi fondasi bagi perjalanan kontingen menuju Aichi-Nagoya.

Keberangkatan 103 atlet membawa harapan untuk memperlihatkan kemampuan olahraga disabilitas Indonesia di tingkat Asia. Target 10 besar dan 32 medali memang menjadi ukuran yang jelas, tetapi proses menuju sasaran tersebut juga menegaskan pentingnya penghargaan terhadap dedikasi atlet. Dukungan pelatnas multiyears diharapkan menjaga momentum pembinaan dan memberi para atlet kesempatan terbaik untuk tampil maksimal di Jepang.

Frequently Asked Questions

What is Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet?

Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet matter?

Presiden dukung pelatnas multiyears untuk atlet matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *