Asean

Sekjen ASEAN tekankan pentingnya prinsip TAC di tengah gejolak global

1000679935
Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Sekjen ASEAN tekankan pentingnya prinsip TAC di tengah ketidakpastian global
  2. Related Reading

Sekjen ASEAN tekankan pentingnya prinsip TAC di tengah ketidakpastian global

Beritaturah.com – Jakarta – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Kao Kim Hourn, kembali menekankan pentingnya prinsip Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) dalam konteks dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks. Pernyataan ini disampaikan secara langsung dalam perayaan Hari ASEAN ke-59 yang diselenggarakan di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada hari Sabtu. Dalam sambutannya, Kao Kim Hourn menegaskan bahwa fondasi nilai-nilai ASEAN tetap relevan dan menjadi pedoman utama bagi negara-negara anggota maupun mitra dialog.

“Prinsip-prinsip utama tersebut telah memandu hubungan dan kerja sama antar Negara Anggota ASEAN selama lima dekade, dan terus membentuk keterlibatan ASEAN dengan para mitra di kawasan dan di dunia pada umumnya,” ujar Sekjen Kao Kim Hourn dengan penuh keyakinan.

Enam tonggak sejarah pembentukan Komunitas ASEAN

Menurut Sekjen Kao Kim Hourn, perjalanan panjang ASEAN telah diwarnai oleh enam tonggak sejarah yang secara fundamental membentuk Komunitas ASEAN. Pertama adalah Deklarasi Bangkok pada tahun 1967 yang menandai berdirinya organisasi ini. Kedua, Deklarasi Zona Perdamaian, Kebebasan, dan Netralitas (ZOPFAN) pada 1971 yang menegaskan komitmen kawasan terhadap perdamaian. Ketiga, Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) pada 1976 yang menjadi kerangka hukum utama. Keempat, Zona Bebas Senjata Nuklir ASEAN (SEANWFZ) pada 1995. Kelima, Piagam ASEAN pada 2007 yang kemudian diratifikasi pada 2008. Terakhir, Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) pada 2019 yang menyoroti visi kawasan di tengah perubahan geopolitik global.

Prinsip-prinsip yang terkandung dalam TAC antara lain saling menghormati, setara dalam kedaulatan, tidak campur tangan, tidak menggunakan kekerasan, dan melakukan penyelesaian sengketa secara damai. Nilai-nilai ini telah menjadi landasan bagi ASEAN untuk membangun kepercayaan dan mengelola perbedaan di antara negara-negara anggota. Sekjen ASEAN tekankan pentingnya prinsip tersebut sebagai fondasi yang tidak boleh dilupakan dalam setiap langkah kerja sama regional maupun global.

Seiring meningkatnya persaingan strategis dan konflik yang terus berlanjut di banyak bagian dunia, prinsip-prinsip mendasar yang tercantum dalam TAC terus memberikan kerangka kerja yang berharga. Kao Kim Hourn menjelaskan bahwa TAC telah berevolusi dari kesepakatan regional menjadi kerangka kerja yang diakui secara global. Dari lima penandatangan awal, TAC kini telah berkembang menjadi 62 pihak Kontrak Tinggi yang mewakili setiap kawasan di dunia. Ekspansi luar biasa ini mencerminkan kepercayaan dan keyakinan yang diberikan banyak negara terhadap prinsip-prinsip yang terkandung di dalam TAC.

Perkembangan tersebut juga menggambarkan bagaimana TAC telah berevolusi dari waktu ke waktu, dari kesepakatan regional menjadi kerangka kerja yang diakui secara global untuk hubungan antarnegara yang didasarkan pada dialog, saling menghormati, dan kerja sama damai. ASEAN terus berkomitmen untuk memperkuat peran TAC sebagai instrumen penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang TAC dan ASEAN

Apa itu TAC? TAC adalah Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara, sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani pada 1976 dan menjadi kerangka hukum utama bagi hubungan ASEAN dengan negara-negara mitra.

Berapa jumlah pihak Kontrak Tinggi TAC saat ini? Saat ini, TAC telah memiliki 62 pihak Kontrak Tinggi yang mewakili setiap kawasan di dunia, menunjukkan pengakuan global terhadap prinsip-prinsip ASEAN.

Apa saja prinsip utama dalam TAC? Prinsip utama TAC meliputi saling menghormati, setara dalam kedaulatan, tidak campur tangan, tidak menggunakan kekerasan, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Kapan Piagam ASEAN diratifikasi? Piagam ASEAN ditandatangani pada 2007 dan kemudian diratifikasi pada 2008, menjadi landasan hukum bagi Komunitas ASEAN.

Bagaimana ASEAN memandang kawasan Indo-Pasifik? ASEAN melalui Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) pada 2019 menekankan pentingnya kerja sama, inklusi, dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ASEAN dan TAC, kunjungi halaman resmi ASEAN di [asean.org](https://asean.org) atau baca artikel terkait tentang [sejarah ASEAN](https://asean.org/history).

Leave a Comment