Balap

Veda Ega-Mario Suryo berbagi pengalaman unik saat tinggal di Eropa

Veda Ega-Mario Suryo Berbagi Pengalaman Unik Saat Tinggal di Eropa

Beritaturah.com – Pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dan Moto2 Mario Suryo Aji kembali membagikan pengalaman unik mereka selama tinggal di Eropa untuk mengikuti kejuaraan dunia balap motor. Dalam serangkaian wawancara, keduanya menyoroti momen-momen istimewa yang terjadi selama tinggal di sana, termasuk perjalanan latihan, adaptasi budaya, dan hubungan yang terjalin antara mereka. Fokus utama mereka adalah bagaimana pengalaman tersebut membentuk kariernya di tingkat internasional.

Kisah Kehidupan di Eropa

Veda, yang tinggal di Gunungkidul, menyebutkan bahwa tinggal di Eropa memberinya pelajaran penting tentang disiplin dan kepercayaan diri. Dalam perjalanan ke sirkuit, keduanya pernah mengalami kejadian lucu saat tertilang oleh aparat setempat.

“Sempat kena tilang pas perjalanan ke sirkuit di sana, Mas Mario yang bayar denda tilangnya,”

katanya sambil tersenyum. Insiden tersebut justru menjadi kenangan yang tak terlupakan, menunjukkan sifat Mario yang selalu siap membantu.

Bersama Mario, Veda menghabiskan hari-hari dengan rutinitas latihan, persiapan balapan, dan kegiatan olahraga seperti gym. Keduanya menjelaskan bahwa tinggal di satu lokasi memungkinkan mereka untuk saling mendukung dan mempercepat proses adaptasi di lingkungan yang asing.

“Saya tinggal bareng (dengan Mario) di Eropa, tiap hari latihan bareng, pergi ke gym,”

tambahnya. Momen seperti ini menjadi fondasi keberhasilan mereka di ajang internasional.

Pelajaran dari Ayah Mario

Mario Suryo Aji menjelaskan bahwa minatnya terhadap balap motor berawal dari pengaruh ayahnya, Hartoto, yang pernah menjadi pembalap.

“Dulu almarhum ayah juga pembalap, jadi saya dikenalkan dunia balap oleh almarhum ayah,”

ujarnya sambil tertawa. Ia mengakui bahwa keinginan untuk terus berkembang sebagai pembalap terbentuk dari pengalaman ayahnya, yang menjadi motivasi utamanya dalam memasuki dunia balap.

Mario memulai karier di ajang motocross sejak usia lima hingga enam tahun.

“Awalnya motocross umur lima atau enam tahun, dulu kalau sehari enggak naik motor, nangis,”

katanya. Dengan pendidikan intensif dari orang tua, ia melangkah dari level lokal ke nasional, lalu akhirnya ke level internasional. Pengalaman di Eropa menjadi pengalaman yang paling berkesan karena memperlihatkan keberanian dan ketekunan.

Perjalanan Bersama dan Kebiasaan Harian

Selama tinggal di Eropa, Veda dan Mario tidak hanya fokus pada latihan tetapi juga mengembangkan kebiasaan sehari-hari yang mendukung performa mereka. Mereka menyebutkan bahwa jam latihan diatur secara ketat, mulai dari pagi hingga sore, dengan teknik spesifik yang diadaptasi dari sistem di Eropa.

“Kami berlatih di sini dengan metode yang lebih ketat, diatur oleh pelatih yang berpengalaman,”

kata Veda. Keduanya juga berbagi tentang bagaimana cara mereka mengatur waktu untuk tetap sehat dan fokus.

Mario menambahkan bahwa kehidupan di Eropa mengajarkan banyak hal tentang kerja tim dan profesionalisme. “Di sini, kita harus beradaptasi dengan aturan yang lebih ketat dan kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya. Keduanya merasa bahwa pengalaman ini menjadi pembentuk pribadi dan karier mereka, memberi mereka kepercayaan untuk menantang diri di kancah internasional.

Tantangan dan Penyesuaian Budaya

Meninggal di Eropa tidak selalu mudah, terutama bagi Veda dan Mario yang berasal dari Indonesia. Mereka menyebutkan bahwa keduanya menghadapi tantangan seperti perbedaan waktu, cuaca, dan sistem pendidikan balap yang berbeda.

“Tinggal di sana perlu kesabaran, karena budaya dan aturan jauh berbeda dari Yogyakarta,”

kata Veda. Meski ada kesulitan, keduanya menjadikan hal-hal tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar.

Mario juga menekankan pentingnya kedisiplinan. “Kita harus terus fokus pada latihan, karena di Eropa kompetisi sangat ketat,” ujarnya. Dengan berbagi pengalaman selama tinggal di sana, mereka bisa saling mengingatkan dan melengkapi kekurangan masing-masing. Ini menjadi bagian dari proses latihan yang mereka jalani bersama.

Kemenangan dan Harapan di Masa Depan

Veda dan Mario menyebutkan bahwa pengalaman di Eropa telah membawa mereka ke level yang lebih tinggi, termasuk kemenangan dalam beberapa balapan.

“Kami merasa bersyukur karena pengalaman ini membantu kami meraih kesuksesan di ajang internasional,”

kata Veda. Keduanya juga berharap untuk terus berkembang dan memperkuat posisi mereka di kejuaraan dunia.

“Fokus kami adalah tetap fokus, karena di Eropa ada banyak pesaing yang hebat,”

ujarnya.

Dengan membagikan pengalaman selama tinggal di Eropa, Veda dan Mario ingin menjadi inspirasi bagi calon pembalap muda. Mereka yakin bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah langkah menuju kesuksesan.

“Kami berharap bisa memberi pengetahuan yang bermanfaat bagi pembalap lain, termasuk tentang keberanian dan kerja keras,”

jelas Mario. Keduanya yakin bahwa kejuaraan dunia adalah puncak dari perjalanan mereka, dan pengalaman ini akan menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Comment