Bisnis

Bappenas bersama ISI Yogyakarta kolaborasi perkuat ekosistem MTN

khrisna-edit-1788514101-4de9d1e9ec

Kolaborasi Bappenas dan ISI Yogyakarta Perkuat Fondasi Ekosistem Talenta Nasional Lewat Kampus

Beritaturah.com – Yogyakarta menjadi panggung pertemuan antara pemerintah pusat dan dunia akademik dalam upaya memperluas jangkauan kebijakan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk menggelar rangkaian kegiatan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus, sebuah agenda yang menempatkan perguruan tinggi sebagai garda depan dalam penemuan, pembinaan, dan pengembangan talenta Indonesia.

MTN sendiri merupakan kebijakan prioritas nasional yang dirancang secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Tujuannya mencakup tiga bidang utama: riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga. Melalui kerangka kebijakan ini, negara berupaya memastikan bahwa potensi terbaik bangsa tidak hanya ditemukan secara kebetulan, melainkan dibina dan dikembangkan dalam sistem yang jelas.

Peran Strategis Kampus dalam Rantai Ekosistem Talenta

Dalam konteks pelaksanaan MTN, perguruan tinggi menempati posisi yang tidak tergantikan. Lingkungan kampus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengasah kompetensi, menyusun portofolio karya, serta menjalin jejaring keilmuan yang bersifat profesional dan berdimensi global. Tanpa keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi, rantai pembinaan talenta akan kehilangan salah satu mata rantainya yang paling krusial.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa kegiatan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus dirancang sebagai wahana diseminasi kebijakan, berbagi praktik baik, penguatan jejaring, sekaligus perluasan peluang rekognisi talenta di lingkungan akademik.

“Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus menjadi sarana diseminasi kebijakan, berbagi praktik baik, penguatan jejaring, dan perluasan peluang rekognisi talenta, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.”

Pungkas juga menjelaskan posisi Kementerian/Bappenas sebagai Ketua Gugus Tugas MTN. Dalam kapasitas tersebut, kementerian berperan sebagai orkestrator yang memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjalankan fungsi pengendalian, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan program.

“MTN diharapkan menjadi agenda kolaboratif nasional dengan sasaran, indikator, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Keberhasilan MTN di ketiga bidang tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan.”

Rektor ISI Yogyakarta: Orkestrasi Kebijakan Harus Terintegrasi

Irwandi, Rektor ISI Yogyakarta, menyambut kolaborasi ini dengan penekanan pada pentingnya orkestrasi kebijakan yang kuat dan terintegrasi. Baginya, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama sesama perguruan tinggi, menjadi prasyarat agar pembinaan tidak berjalan parsial.

“Peran pendidikan tinggi sangat penting dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.”

Pertunjukan Seni dan Sesi Talenta Bicara

Rangkaian Talent Fest 2026 di ISI Yogyakarta tidak hanya diisi oleh diskusi kebijakan, tetapi juga oleh ekspresi seni mahasiswa. Paduan suara, tari, karawitan, dan pedalangan ditampilkan sebagai wujud nyata talenta seni budaya yang menjadi salah satu pilar MTN. Atraksi senam ritmik dari Federasi Gimnastik Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta turut mewarnai acara, menunjukkan bahwa dimensi olahraga juga hadir dalam ekosistem yang sama.

Sesi Talenta Bicara menghadirkan tiga figur yang telah mencapai pengakuan di tingkat global. Muhammad Abe Baasyin, aktor sekaligus produser, berbagi pengalaman perjalanan kariernya di industri kreatif. Adyos Astan, atlet para tenis meja, menceritakan perjalanannya meraih medali emas dan perak pada ASEAN Para Games 2022, medali perak dan perunggu pada ASEAN Para Games 2026, serta medali perunggu pada Asian Para Games 2022. Abdul Rohman, Guru Besar Departemen Kimia Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientist pada 2021 serta 2023–2025, mengulas dinamika riset dan inovasi di tingkat internasional. Ketiganya menyampaikan bagaimana rekognisi global dapat dicapai melalui pembinaan yang konsisten dan dukungan ekosistem yang tepat.

Talkshow: Merajut Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sesi talkshow bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor. Hadir dalam diskusi tersebut Edy Giri Rachman, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Usman Ali Mustofa, Plt. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga; serta Ukun Rukaendi, Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee of Indonesia.

Dari sisi akademik, Kuwat Triyana, Dekan FMIPA UGM yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2025, turut memberikan perspektif. Joned Suryatmoko, aktor dan produser, melengkapi diskusi dari sisi industri kreatif. Para narasumber menyoroti urgensi sistem pembinaan talenta yang terstruktur, penguatan kapasitas pendukung, dukungan konkret dari pemerintah, perguruan tinggi, dan industri bagi talenta di ketiga bidang MTN, serta sinergi lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing prestasi Indonesia di kancah dunia.

Mendekatkan Program ke Lingkungan Kampus

Didik Darmanto, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Yogyakarta bertujuan mendekatkan program MTN secara langsung ke lingkungan kampus. Langkah ini diharapkan mempererat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pembinaan serta pengembangan talenta secara berkelanjutan.

“Dengan adanya acara ini, kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam pembinaan dan pengembangan talenta.”

Keberhasilan MTN sebagai agenda nasional tidak dapat ditopang oleh satu lembaga saja. Ia menuntut orkestrasi yang koheren antara kebijakan pusat, implementasi daerah, kontribusi akademik, partisipasi dunia usaha, dan keterlibatan masyarakat sipil. Dengan menempatkan perguruan tinggi sebagai simpul utama ekosistem, kolaborasi Bappenas–ISI Yogyakarta ini menjadi langkah konkret dalam membangun fondasi talenta Indonesia yang mampu bersaing di panggung global menuju visi Indonesia Emas 2045.

Frequently Asked Questions

What is Bappenas bersama ISI Yogyakarta kolaborasi perkuat?

Bappenas bersama ISI Yogyakarta kolaborasi perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bappenas bersama ISI Yogyakarta kolaborasi perkuat matter?

Bappenas bersama ISI Yogyakarta kolaborasi perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *