Bisnis

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar Karya Busana Benuanta

khrisna-edit-1788108190-f7185cc100
Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Panggung Mode Benuanta: Wastra Kaltara Naik Kelas Lewat Sentuhan Tangan Muda
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Panggung Mode Benuanta: Wastra Kaltara Naik Kelas Lewat Sentuhan Tangan Muda

Beritaturah.com – Malam Sabtu, 29 Agustus, Kebun Raya Bundayati di Tanjung Selor berubah menjadi runway terbuka yang memamerkan kekayaan tekstil tradisional Kalimantan Utara. Ratusan pasang mata menyaksikan deretan busana hasil rancangan pelajar menengah atas dan kejuruan, sementara para pimpinan daerah melangkah percaya diri di atas panggung. Acara yang dikenal sebagai Gelar Karya Busana Benuanta ini bukan sekadar pertunjukan mode biasa—ia merupakan titik kulminasi dari program Coaching Fashion Design dan Menjahit yang menyasar generasi muda Kaltara, sekaligus bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026.

Di balik layar kegiatan tersebut, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara bekerja sama mengemas promosi wastra daerah ke dalam format yang lebih dinamis dan berdaya tarik luas. Langkah ini menempatkan identitas tekstil lokal bukan lagi sebagai artefak museum, melainkan sebagai produk kreatif yang hidup, diperdagangkan, dan dipasarkan.

Peran Strategis BI di Luar Stabilitas Moneter

Agus Taufik, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, menegaskan bahwa Gelar Karya Busana Benuanta dirancang untuk melestarikan, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan wastra khas Kaltara sebagai simbol kebanggaan Benuanta. Dalam keterangannya di Tanjung Selor pada Minggu, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari pelatihan desain dan menjahit yang diikuti pelajar SMK dan SMA se-Kaltara.

“Gelar Karya Busana Benuanta merupakan rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 dalam melestarikan, mengembangkan serta sekaligus semakin memperkenalkan serta mempromosikan wastra khas Kaltara sebagai identitas dan kebanggaan Benuanta.”

Peran BI dalam konteks ini melampaui fungsi konvensional lembaga moneter. Melalui KKB 2026, BI turut membangun ekosistem industri kreatif, fesyen, dan kerajinan lokal yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan UMKM berbasis wastra menjadi salah satu kanal utama dari komitmen tersebut.

Sinergi Tiga Pilar: Pemerintah, BI, dan Dekranasda

Kornie Serliany Ingkong Ala, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kaltara, menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan acara ini. Baginya, Gelar Karya Busana Benuanta menjadi istimewa karena merupakan hasil konkret dari kolaborasi kluster ekonomi kreatif yang melibatkan pemerintah daerah, BI, dan Dekranasda secara terpadu.

“BI tidak hanya mampu berperan menjaga stabilitas moneter, tetapi juga berkomitmen kuat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan UMKM serta penguatan ekosistem industri kreatif, fesyen dan kerajinan lokal.”

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk melahirkan desainer muda bertalenta dari Bumi Benuanta yang kelak memperkuat rantai pasok industri fesyen daerah. Lebih jauh, Kornie mengingatkan bahwa industri fesyen masa kini bukan semata soal potongan kain, melainkan tentang identitas, nilai budaya, dan kebanggaan terhadap produk karya anak bangsa.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Takut Bersaing

Terhadap para pelajar SMA/SMK yang mengikuti Coaching Fashion Design dan Menjahit—yang hasilnya sekaligus dilombakan—Kornie menyampaikan pesan tegas agar mereka tidak minder atau ragu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kalian adalah wajah masa depan industri fesyen Kaltara. Jangan pernah merasa minder dan ragu, dunia fesyen saat ini sangat mengapresiasi keunikan cerita lokal dan autentisitas kearifan daerah.”

“Jadikan ajang ini sebagai batu lompatan untuk mengasah kompetensi dan membuktikan diri bahwa karya pelajar Kaltara mampu menembus panggung pameran fesyen nasional dan bahkan internasional.”

Pesan ini relevan mengingat Kaltara, sebagai provinsi termuda di Indonesia yang baru berdiri pada 2012, masih dalam fase membangun ekosistem kreatifnya. Wastra daerah—mulai dari motif tenun Dayak Kenyah, Kenin, dan Bahau hingga corak khas pesisir—memiliki potensi naratif yang belum tergarap penuh di pasar mode nasional. Dengan pelatihan terstruktur dan panggung promosi seperti KKB, jarak antara kerajinan rumahan dan produk komersial dapat dipersempit secara bertahap.

Panggung yang Menyatukan: Dari Pelajar hingga Pimpinan Daerah

Sebagai penutup rangkaian, fashion show menampilkan karya-karya terbaik hasil kompetisi desain tingkat SMA/SMK. Namun yang membuat malam itu berbeda adalah kehadiran para pimpinan Dekranasda, anggota Dharma Wanita Persatuan se-Kaltara, serta persatuan istri pegawai BI yang turut melangkah di atas panggung KKB 2026, memperagakan busana wastra Kaltara dengan percaya diri bak model profesional.

“Sebagai penutup rangkaian kita menyaksikan berupa keindahan dan kekayaan wastra Kaltara untuk dikemas secara apik dalam kegiatan fashion show yang menampilkan karya-karya terbaik hasil fashion design competition tingkat SMA/SMK serta penampilan istimewa dari pimpinan Dekranasda, Dharma Wanita se-Kaltara dan persatuan istri Pegawai BI.”

Kehadiran figur-figur publik di runway bukan sekadar hiburan; ia mengirim sinyal bahwa wastra daerah layak dikenakan dalam konteks kontemporer, bukan hanya dipajang di etalase pameran. Ketika seorang pimpinan daerah mengenakan tenun khas Kaltara di panggung terbuka, pesan yang tersampaikan jauh melampaui satu malam pertunjukan—ia menjadi legitimasi sosial bagi seluruh rantai nilai, dari penenun di kampung hingga desainer muda di ruang kelas SMK.

Dengan demikian, Gelar Karya Busana Benuanta 2026 menandai satu langkah konkret dalam transformasi wastra Kaltara dari warisan statis menjadi aset ekonomi kreatif yang dinamis. Tantangan ke depan bukan lagi soal ketersediaan motif atau keterampilan dasar menjahit, melainkan soal bagaimana karya-karya tersebut menembus pasar yang lebih luas, membangun merek daerah, dan menempatkan Bumi Benuanta pada peta industri fesyen nasional secara berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar?

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar matter?

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment