GDPS Kirim 10 Tenaga Kerja untuk Proyek Pemeliharaan Pesawat di Arab Saudi
GDPS berangkatkan 10 tenaga kerja pemeliharaan pesawat ke Arab Saudi sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kehadiran tenaga kerja profesional di pasar internasional. PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), yang merupakan bagian dari Grup Garuda Indonesia, telah memperlihatkan komitmen yang kuat dalam menyediakan sumber daya manusia berkualitas melalui penugasan ulang tenaga kerja ke proyek yang sama di negara Timur Tengah tersebut. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan mitra global terhadap kemampuan SDM Indonesia terus meningkat, seiring dengan peningkatan standar pelayanan dan keterlibatan dalam proyek-proyek besar.
Proses Seleksi dan Pelatihan yang Rigorous
Dalam wawancara Jumat lalu, Kepala GDPS Cornelis Radjawane menjelaskan bahwa penugasan ulang 10 tenaga kerja pemeliharaan pesawat ke Arab Saudi adalah hasil dari proses seleksi yang sangat ketat serta pelatihan intensif yang sesuai dengan standar industri internasional. Menurutnya, selain memiliki keahlian teknis, para tenaga kerja ini juga harus memenuhi kriteria khusus seperti kemampuan komunikasi, disiplin, dan adaptasi terhadap lingkungan kerja yang berbeda. “Kita sudah memastikan bahwa setiap individu yang dikirim mampu menunjukkan kualitas dan profesionalisme tinggi,” tambah Cornelis dalam keterangan resmi.
Kelompok tenaga kerja yang baru berangkat ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang GDPS untuk memperluas jaringan kerja sama di luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah mengirimkan total 22 tenaga kerja ke Arab Saudi, dengan 12 orang yang sebelumnya telah ditempatkan di proyek serupa. Hal ini menunjukkan bahwa GDPS berupaya konsisten dalam menjaga konsistensi kinerja SDM yang menjadi aset utama perusahaan.
Manfaat untuk Industri Aviasi Nasional
Proyek pemeliharaan pesawat di Arab Saudi yang dijalankan GDPS diharapkan memberikan dampak positif terhadap industri aviasi Indonesia. Selain membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, penugasan ini juga menjadi wadah untuk menunjukkan eksplorasi potensi SDM Indonesia di tingkat global. “Kami percaya bahwa dengan adanya kepercayaan dari mitra internasional, SDM nasional bisa terus berkembang dan bersaing di pasar global,” ujar Cornelis.
Berdasarkan laporan terkini, proyek yang dijalankan GDPS di Arab Saudi melibatkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama di sektor penerbangan. Dengan tenaga kerja yang berasal dari berbagai latar belakang, proyek ini juga menjadi platform untuk menciptakan hubungan kerja sama yang lebih dalam antara Indonesia dan negara-negara kawasan Timur Tengah. Dukungan dari mitra internasional ini sejalan dengan target GDPS untuk meningkatkan ekspor layanan tenaga kerja ke luar negeri.
Dalam penjelasannya, Cornelis menyebutkan bahwa para tenaga kerja yang dikirimkan telah melewati seleksi berlapis, mulai dari ujian teori, praktik, hingga evaluasi keterampilan komunikasi. Proses pelatihan yang diberikan juga melibatkan simulasi lingkungan kerja di Arab Saudi, sehingga para pekerja dapat siap menghadapi tantangan langsung di lapangan. “Kami tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk bekerja secara harmonis dalam tim internasional,” terangnya.
GDPS berangkatkan 10 tenaga kerja ini sekaligus memperkuat hubungan kerja sama dengan pihak Arab Saudi yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Proyek pemeliharaan pesawat tersebut menjadi salah satu dari beberapa kegiatan yang terus berjalan di negara tersebut, di mana GDPS berperan sebagai penyedia tenaga kerja berkualitas. “Komitmen ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu menjadi bagian dari ekosistem penerbangan global,” pungkas Cornelis.
