Bisnis

Important Visit: Smelter Freeport ditargetkan mulai berproduksi September 2026

Important Visit: Smelter Freeport Dimulai Berproduksi September 2026

Important Visit – Jakarta – Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengumumkan bahwa smelter katoda tembaga di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Manyar, Gresik, Jawa Timur, akan mulai beroperasi penuh pada bulan September 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian Important Visit yang dilakukan oleh pihak manajemen Freeport untuk memperjelas rencana produksi dan jadwal pemulihan operasional setelah insiden longsor pada 8 September 2025. Tony menjelaskan bahwa sebelumnya, smelter ini sudah melakukan pengolahan konsentrat tembaga sejak Agustus 2025, dengan target akhir produksi pada bulan September 2026.

Proses Pemulihan Pasca-Longsor

Pasca-insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), kapasitas produksi Freeport terganggu hingga mencapai hanya sekitar 50 persen dari kapasitas normal pada semester I 2026. Tony Wenas menyatakan bahwa hal ini memperpanjang jadwal pemulihan, dengan produksi penuh diperkirakan akan kembali berjalan pada 2028. “Setelah recovery, kami berharap bisa mencapai 100 persen produksi normal pada semester II 2027,” ujar Tony dalam Important Visit yang berlangsung di Jakarta.

Di sisi lain, Tony juga memaparkan bahwa smelter Manyar akan memperoleh pasokan konsentrat tembaga secara bertahap selama tahun 2026. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi pabrik, dengan peningkatan sebesar 15 persen di akhir tahun. “Sekitar segitulah (15 persen). Itu sampai akhir tahun, ya. Jadi nanti dia bertahap, nggak langsung 15 persen tambahan,” tambah Tony dalam sesi Important Visit yang dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Langkah Strategis Pemulihan Produksi

Freeport menyatakan bahwa jadwal produksi yang diatur dalam Important Visit ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan operasional industri tembaga di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas produksi hingga 65 persen pada semester II 2026, perusahaan mengantisipasi permintaan pasar yang terus tumbuh. Tony juga menekankan bahwa keberhasilan smelter Manyar akan menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mencapai target ekspor mineral strategis.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi rencana pemulihan operasional Freeport yang dijelaskan dalam Important Visit. Ia menambahkan bahwa sebelum kejadian longsor, Freeport mampu memproduksi 3,2 juta ton bijih konsentrat tembaga per tahun. “Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Freeport akan semakin berkontribusi pada perekonomian nasional,” ujar Bahlil.

Dalam rangkaian Important Visit, Tony juga menjelaskan bahwa keberhasilan produksi di smelter Manyar akan menjadi batu loncatan bagi pengembangan industri pengolahan logam mulia di Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa smelter ini bisa menjadi pusat pengolahan yang andal dan berkelanjutan,” katanya. Penambahan kapasitas produksi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor logam tembaga, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertambangan dalam negeri.

Pengembangan Infrastruktur dan Investasi

Tony Wenas menegaskan bahwa pembangunan smelter Manyar adalah bagian dari strategi jangka panjang Freeport untuk mengembangkan infrastruktur logistik dan manufaktur di Indonesia. “Pengolahan konsentrat di sini akan memperkuat ekosistem industri pertambangan dan menjamin pasokan logam yang stabil,” ujar Tony dalam Important Visit. Dalam waktu dekat, perusahaan juga berencana menambah investasi di sektor energi dan sumber daya mineral untuk mendukung produksi jangka panjang.

Dalam sesi Important Visit, Tony juga menyebutkan bahwa kemitraan antara Freeport dengan pemerintah serta masyarakat sekitar sangat penting dalam memastikan keberlanjutan produksi. “Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan,” katanya. Pihaknya berharap program recovery yang dijelaskan dalam Important Visit ini bisa segera terealisasi dan memberikan dampak positif pada perekonomian lokal serta nasional.

Perspektif Jangka Panjang Produksi Freeport

Dalam rangkaian Important Visit, Tony Wenas juga menyoroti potensi pertumbuhan produksi Freeport di masa depan. Ia menyebut bahwa kenaikan kapasitas operasional di JIIPE Manyar akan menjadi titik balik bagi industri tembaga Indonesia. “Dengan penuhnya produksi, kami bisa memenuhi kebutuhan industri dalam negeri sekaligus mengekspor ke pasar internasional,” katanya. Target ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor pertambangan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Freeport juga berencana meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi dan manajemen yang lebih modern. “Recovery dari insiden longsor akan menjadi momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan proses produksi,” ujar Tony. Ia menambahkan bahwa Important Visit ini merupakan langkah awal untuk memastikan semua aspek operasional terintegrasi secara optimal, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia.

Leave a Comment