Bisnis

Latest Facts: Transformasi menuju pertanian cerdas

Transformasi menuju pertanian cerdas

Latest Facts – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah mengalami perubahan signifikan dalam sektor pertanian. Sejak awal Mei 2026, pemerintah setempat memulai inisiatif untuk menerapkan teknologi modern dalam pertanian, khususnya melalui penggunaan drone pertanian. Tujuan utama dari transformasi ini adalah meningkatkan efisiensi pengolahan lahan pertanian, terutama dalam pemupukan, sehingga produktivitas tanaman pangan, terutama padi, dapat ditingkatkan secara signifikan. Teknologi ini tidak hanya mengurangi beban pekerjaan para petani, tetapi juga meminimalkan risiko kesalahan dalam distribusi pupuk dan pestisida.

Petani dan operator drone

Dalam upaya tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo mempercayakan tugas baru kepada seorang pegawai bernama Luciano Satrio Himawan Afianto. Ia kini bertindak sebagai operator pesawat tanpa awak pertanian, atau agri drone, yang digunakan untuk menyemprotkan pupuk cair ke lahan pertanian. Meski sebelumnya dikenal sebagai pegawai administratif, Luciano kini menjadi bagian dari transformasi digital yang sedang berlangsung di sektor pertanian lokal.

Pagi hari, ketika matahari mulai muncul, menjadi tanda bagi para petani untuk melakukan aktivitas rutinnya. Namun, dengan adanya drone, kegiatan ini kini lebih terstruktur dan efektif. Bunyi dengung mesin serta putaran baling-baling pesawat tanpa awak itu menunjukkan bahwa proses penyemprotan sedang berlangsung. Pupuk dan pestisida yang disemprotkan secara merata ke tanaman padi milik para petani sebelumnya mendaftar untuk menggunakan layanan drone yang difasilitasi oleh pemerintah daerah secara gratis.

Kapasitas dan efisiensi drone

Luciano menjelaskan bahwa satu unit drone mampu membawa hingga 40 liter pupuk cair, yang selama ini memakan waktu berjam-jam jika dilakukan secara manual. Dengan teknologi ini, penyemprotan ke lahan seluas lima hektare hanya memerlukan kurang dari satu jam. “Karena drone dapat menyebar ke area yang lebih luas dalam waktu singkat, para petani bisa mempercepat proses pemupukan tanpa mengorbankan kualitas,” kata Luciano.

Pemanfaatan drone juga memberikan manfaat lain, seperti mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Dengan sistem penyemprotan yang presisi, pupuk hanya diberikan ke area yang benar-benar dibutuhkan, sehingga mengoptimalkan pengeluaran dan mengurangi dampak lingkungan. Teknologi ini juga memudahkan para petani dalam memantau kondisi tanaman secara real-time, terutama melalui aplikasi digital yang terhubung dengan drone.

Syarat pemanfaatan drone

Meski layanan ini gratis, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kelompok tani. Pertama, kelompok tani harus memiliki pengelolaan yang terstruktur, dengan minimal lima hektare lahan pertanian. Kedua, lokasi yang akan disemprot harus dapat dilalui oleh pikap dan kendaraan pengangkut drone. Selain itu, lokasi juga harus dekat dengan sumber air, karena penyemprotan memerlukan akses yang stabil.

Para petani yang mendaftar harus siap menyediakan nutrisi, baik dari Dispertangan maupun dari persediaan mereka sendiri. Luciano menambahkan bahwa selain itu, kelompok tani juga diwajibkan melatih petani mereka untuk menggunakan sistem ini secara efektif. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan cara berpikir dalam pertanian,” ujarnya.

Perkembangan transformasi

Dalam satu minggu terakhir, sebanyak 21 kelompok tani di Kabupaten Situbondo telah mendaftar untuk menggunakan layanan drone. Jumlah ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap inovasi ini, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian tradisional. Dispertangan saat ini hanya memiliki satu unit drone, tetapi rencananya akan memperluas jumlah pesawat tersebut untuk melayani lebih banyak kecamatan.

Proses pendaftaran dimulai dengan pemeriksaan kebutuhan kelompok tani, termasuk luas lahan, jenis tanaman, dan kemampuan petani dalam mengoperasikan drone. Dengan sistem ini, pemerintah berharap dapat menciptakan model pertanian yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, drone juga diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, karena efisiensi dalam distribusi bahan pertanian.

Masa depan pertanian cerdas

Luciano menilai bahwa teknologi drone pertanian adalah langkah penting dalam transformasi menuju pertanian cerdas. “Dengan alat ini, para petani bisa fokus pada perawatan tanaman dan mengurangi risiko kehilangan hasil akibat kesalahan pengaplikasian pupuk,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa drone tidak hanya efektif untuk pemupukan, tetapi juga bisa digunakan untuk pemantauan hama dan penyebaran benih, tergantung pada kebutuhan kelompok tani.

Kelompok tani yang tergabung di 17 kecamatan di Situbondo menjadi sasaran utama dari program ini. Pemerintah daerah memberikan pelatihan khusus kepada operator drone serta petani yang terlibat, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi ini secara maksimal. Selain itu, Dispertangan juga berencana menggandeng lembaga pemerintah pusat dan swasta untuk meningkatkan kemampuan teknis dan ekonomi dalam pemanfaatan drone.

Transformasi ini sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong pertanian berbasis teknologi. Dengan adanya drone, kebutuhan akan tenaga manusia dalam aktivitas penyemprotan dapat dikurangi, sementara kualitas hasil panen tetap terjaga. Luciano yakin, dengan waktu yang cukup, keberhasilan program ini akan membuka peluang bagi pertanian Situbondo untuk menjadi contoh dalam penerapan teknologi digital di sektor pertanian.

Kebutuhan untuk mengembangkan pertanian cerdas juga didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendukung. Lokasi lahan yang dipilih harus memiliki akses yang baik ke jalan raya dan sumber daya air, sehingga proses penyemprotan dapat berjalan lancar. Selain itu, adanya koordinasi antar kelompok tani diperlukan agar penggunaan drone tidak saling mengganggu dan maksimal manfaatnya.

Di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya, transformasi menuju pertanian cerdas menjadi solusi yang cerdas. Dengan teknologi drone, para petani di Situbondo tidak hanya mampu menghadapi tantangan tersebut, tetapi juga bisa menikmati keuntungan dari efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi. Luciano berharap, keberhasilan ini akan menjadi awal dari perubahan besar di sektor pertanian lokal, dan menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.

Leave a Comment