Latest Program: Menaker Dorong Pelatihan Agroforestri di Desa Garut
Latest Program – Dari Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa Latest Program pelatihan agroforestri menjadi langkah strategis untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong pengembangan usaha yang berakar pada potensi lokal desa. Program ini ditujukan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan keterampilan kerja, tetapi juga bisa memanfaatkan sumber daya alam dan sosial di sekitar mereka. Ia menambahkan bahwa pelatihan akan dilaksanakan di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang memiliki kawasan hutan sosial sekitar 160 hektare.
Program Pelatihan Agroforestri dan Potensi Desa
“Latest Program ini dirancang agar terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari proses awal hingga akhir. Tujuannya adalah memastikan warga tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” jelas Yassierli dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.
Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) menjelaskan bahwa pelatihan agroforestri ini mencakup berbagai sektor seperti budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, dan pembuatan produk barista. Selain itu, program juga melibatkan pelatihan hortikultura untuk budidaya kentang dan cabai, serta materi hospitality dan tour guide untuk meningkatkan sektor pariwisata. Dengan kombinasi ini, desa diharapkan bisa memanfaatkan keunikan alam dan budaya mereka sebagai dasar pertumbuhan ekonomi.
Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestri yang signifikan. Ketersediaan lahan pertanian dan partisipasi pelaku usaha lokal menjadi faktor utama dalam memulai program ini. Menaker menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknik pertanian, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan manajemen usaha dan pemasaran produk. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Implementasi dan Dukungan Pemerintah Desa
Menaker Yassierli menjelaskan bahwa Latest Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan keberlanjutan ekonomi desa. Dukungan pemerintah desa dalam bentuk perizinan, infrastruktur, dan koordinasi dengan pengusaha lokal menjadi kunci sukses pelatihan. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program ini mencapai tujuannya.
Sebelumnya, Kemnaker telah melakukan pelatihan bertahap selama 2025–2026 di beberapa desa di wilayah Cisurupan. Dalam 2025, pelatihan berfokus pada budidaya kopi di Desa Genengjaya, serta pengolahan biji kopi di Desa Cipaganti. Pada 2026, program akan melanjutkan ke Desa Genengjaya, Karamatwangi, dan Simpang dengan menekankan tahapan budidaya hingga pascapanen. Proses ini diharapkan bisa memberikan pelatihan yang lebih komprehensif.
Dalam Latest Program ini, peserta akan diberikan pelatihan tentang pengelolaan hutan sosial, pengurangan risiko bencana alam, dan pengembangan sumber daya manusia. Menaker menyatakan bahwa program ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha lokal. Dengan meningkatkan keterampilan, masyarakat bisa mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) yang berbasis pada potensi desa, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada usaha eksternal.
