Latest Program: TPS Jadi Hub Utama Pengiriman Locomotive Platform PT INKA ke Australia
Latest Program – Sebagai bagian dari Latest Program yang dijalankan oleh PT INKA (Persero), Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menjadi titik sentral pengiriman tiga unit locomotive platform ke negara Australasia. Pemilihan TPS sebagai hub logistik ini memperkuat komitmen perusahaan untuk menyelesaikan ekspor sebanyak 16 unit secara keseluruhan. “Dengan Latest Program ini, kami menunjukkan kemampuan memproses kargo spesifik dengan standar operasional tinggi, serta menggandeng mitra logistik yang terpercaya,” papar Indriana Susilowati, Pelaksana Tugas Senior Manager Sistem Manajemen dan Komersial TPS, dalam wawancara Rabu.
Proses Pengiriman dan Kesiapan Logistik
“Mengelola pengiriman locomotive platform membutuhkan persiapan matang, termasuk rencana distribusi yang terpadu dan koordinasi antara tim pengiriman dan terminal petikemas,” tambah Indriana.
Lokomotif platform, atau underframe, adalah komponen kritis dalam produksi kereta api yang harus diangkut dengan hati-hati. Dalam Latest Program ini, TPS menyediakan fasilitas unggulan untuk memastikan keamanan, kecepatan, dan kesesuaian dengan standar internasional. Selain itu, akses ke pengangkutan laut internasional yang cepat menjadi nilai tambah dari pemilihan TPS sebagai hub utama.
Pemilihan TPS bukanlah keputusan sembarangan. Terminal ini telah terbukti efektif dalam mengelola pengiriman barang khusus, terutama di bidang perkeretaapian. Dalam Latest Program, PT INKA bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh proses pengiriman mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan berjalan lancar. Lokasi strategis TPS, yang berdekatan dengan pabrik PT INKA di Madiun, meminimalkan risiko kesalahan pengemasan dan pengangkutan.
Detail Kargo dan Tantangan Pengiriman
Latest Program ini melibatkan pengiriman locomotive platform yang termasuk dalam kategori muatan Uncontainerized (UC) atau Out of Gauge (OOG). Jenis kargo ini memerlukan keahlian khusus dalam pengemasan, penanganan, dan pengawasan di seluruh tahap perjalanan. “Lokomotif platform bersifat rentan terhadap gangguan selama transportasi, sehingga kami memprioritaskan keandalan dan kinerja TPS dalam Latest Program ini,” jelas Indriana.
Dalam Latest Program, pengiriman tiga unit locomotive platform ini merupakan bagian dari rencana ekspor total 16 unit yang diharapkan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Seluruh proses diawali dari pengumpulan barang di fasilitas produksi PT INKA, kemudian diangkut ke TPS menggunakan armada khusus. Di terminal, barang dilakukan pemeriksaan, pelabelan, dan pemuatan ke kapal sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Kami menargetkan pengiriman selama dua bulan setelah pemuatan selesai,” terang Indriana.
Konsistensi PT INKA dalam melakukan ekspor melalui TPS juga didukung oleh keahlian SDM dan peralatan logistik yang terlatih. Ini menjadi keunggulan TPS dalam menunjang Latest Program serta proyek-proyek ekspor lainnya. Selain itu, TPS menyediakan layanan pemantauan real-time yang memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi kargo secara langsung. Faktor ini sangat penting untuk memastikan kualitas barang tetap terjaga sebelum sampai ke Australia.
Proses Latest Program ini juga mencerminkan komitmen PT INKA untuk mendorong pertumbuhan ekspor ke pasar global. Dengan pengiriman ke Australia, perusahaan menunjukkan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan industri transportasi di luar negeri. Lokomotif platform yang dikirim merupakan bagian dari peningkatan kapasitas produksi PT INKA, yang saat ini terus berupaya meningkatkan daya saing di pasar internasional. “Australia adalah salah satu negara tujuan utama ekspor kami, dan Latest Program ini menjadi bukti kerja sama yang solid dengan mitra logistik lokal,” papar Indriana.
Kehadiran TPS sebagai hub utama pengiriman juga berdampak positif pada pengembangan industri logistik di Jawa Timur. Dengan mengelola kargo spesifik seperti locomotive platform, terminal ini menjadi pusat penyaluran barang yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami berharap Latest Program ini dapat menjadi contoh dalam membangun kemitraan logistik yang efektif,” ujar Indriana.
