Menhub Dorong ASDP Perkuat Transformasi Layanan Penyeberangan
Main Agenda – Dalam upaya meningkatkan kualitas transportasi laut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya terus-menerus memperbaiki pelayanan feri nasional. Ia menyoroti peran ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai mitra kritis dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan memadai, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang secara optimal. Pertemuan terkait transformasi layanan feri ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pencapaian dan perluasan kebijakan yang lebih strategis.
Evaluasi Keberhasilan Rute Merak-Bakauheni
“Manajemen arus kendaraan dan penumpang yang lebih terarah, koordinasi lintas pemangku kepentingan yang solid, serta layanan berjalan optimal dinilai mampu menjaga kelancaran transportasi selama masa mudik dan arus balik,” ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menhub menyebutkan bahwa rute Merak-Bakauheni menjadi contoh sukses dalam implementasi transformasi layanan feri. Dalam periode H-8 hingga H+8, ASDP berhasil mengangkut 4,72 juta penumpang, naik 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan 1,21 juta kendaraan, meningkat 8 persen. Angka tersebut mencerminkan kinerja yang lebih baik dalam menghadapi lonjakan kebutuhan transportasi selama musim liburan. Selain itu, efektivitas penanganan ini juga mengurangi risiko kemacetan di jalur darat dan mempercepat distribusi logistik antar daerah.
Strategi Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas
Pertemuan yang dihadiri Direksi ASDP menjadi forum untuk menyusun rencana peningkatan operasional dan siapnya infrastruktur pelabuhan. Menhub menekankan perlunya pemanfaatan pelabuhan alternatif untuk mengurangi beban pada pelabuhan utama, serta pengembangan rute yang lebih strategis. Dalam konteks ini, ASDP dan Kementerian Perhubungan berencana menggali potensi rute seperti Makassar-Semarang dan Panjang-Jakarta, yang diharapkan mampu memperkuat jaringan logistik nasional.
“ASDP berterima kasih atas dukungan dan penghargaan dari Bapak Menhub. Evaluasi serta arahan yang diberikan menjadi dasar untuk terus mengoptimalkan kualitas layanan feri nasional,” tambah Direktur Utama ASDP Heru Widodo.
Heru menjelaskan bahwa keberhasilan di Merak-Bakauheni akan menjadi referensi untuk perbaikan lintasan lain, termasuk Ketapang-Gilimanuk yang masih menghadapi masalah keterlambatan logistik dan kondisi jalan yang kurang memadai. Transformasi layanan ASDP, kata Heru, tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga menekankan modernisasi infrastruktur dan adaptasi terhadap kebutuhan pengguna.
“Transformasi layanan ASDP tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan transportasi feri yang modern dan responsif kebutuhan pengguna,” ujar Corporate Secretary ASDP Windy Andale.
Windy menegaskan bahwa perusahaan sedang mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman penumpang, seperti sistem booking online dan penggunaan pelabuhan khusus untuk kebutuhan logistik. Kementerian Perhubungan dan ASDP juga menargetkan peningkatan kapasitas angkutan feri selama periode mudik, dengan penggunaan armada yang lebih besar dan pengelolaan waktu yang lebih efektif. Langkah ini diharapkan bisa menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi, serta menjamin keberlanjutan dan inovasi di sektor feri.
Dalam Main Agenda ini, ASDP juga ditantang untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak lain, termasuk pengusaha dan daerah, dalam menghadapi tantangan sektor transportasi laut. Menhub menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi yang berkelanjutan. Sementara itu, kinerja ASDP selama masa liburan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi bukti nyata bahwa transformasi layanan feri dapat mencapai hasil yang signifikan.
Dengan Main Agenda yang jelas, Kementerian Perhubungan dan ASDP menargetkan perbaikan sistem transportasi feri sebagai tulang punggung mobilitas nasional. Hal ini termasuk pemanfaatan teknologi, penguatan regulasi, dan penerapan standar layanan yang lebih baik. Penyeberangan laut, yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, harus terus dikembangkan agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masa depan, baik dalam konteks pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat.
