Bisnis

Meeting Results: Khofifah minta kepala daerah proaktif cek perkembangan harga sembako

Khofifah Minta Kepala Daerah Cek Harga Sembako Secara Proaktif

Meeting Results – Dalam hasil rapat terbaru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah di provinsi tersebut untuk aktif memantau harga kebutuhan pokok di pasar. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga sembako sebagai langkah utama dalam pengendalian inflasi. “Hasil rapat ini menjadi arahan untuk seluruh kabupaten, kota, dan provinsi agar secara proaktif mengecek perkembangan harga sembako di lapangan,” ujar Khofifah. Poin-poin hasil rapat juga menyoroti koordinasi antar daerah dalam mengatasi kenaikan harga bahan pangan, termasuk di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Konteks Rapat dan Upaya Pemantauan Harga

Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka mengevaluasi kinerja kebijakan pengendalian inflasi di Jawa Timur. Khofifah menekankan bahwa pemantauan harga sembako harus dilakukan secara berkala, terutama menjelang hari raya besar atau musim kemarau. “Kepala daerah diharapkan menjadi garda depan dalam menjamin ketersediaan dan kestabilan bahan pangan,” tambahnya. Menurut Khofifah, tindakan proaktif ini akan membantu mencegah fluktuasi harga yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Hasil rapat juga menyebutkan bahwa kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit menjadi indikator utama kenaikan inflasi. Dalam situasi rapat, Khofifah meminta kepala daerah untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi masalah pasokan dan distribusi pangan. “Dengan menggabungkan data dan situasi lokal, kita bisa merespons perubahan harga lebih cepat,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa rapat rutin akan menjadi wadah untuk berbagi informasi dan menyusun strategi responsif.

Inspeksi Harga di Pasar Klojen

Setelah melakukan inspeksi harga langsung di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat, Khofifah menyampaikan bahwa perubahan harga terjadi secara signifikan. Bawang merah yang sebelumnya dijual antara Rp35-45 ribu per kilogram kini mencapai Rp55-60 ribu, sementara cabai rawit di pasar tersebut berada di kisaran Rp100-120 ribu per kilogram. Meski harga di beberapa pasar lain di Malang lebih rendah, poin-poin hasil rapat menekankan pentingnya kekonsistenan data antar daerah.

Khofifah mengungkapkan bahwa hasil rapat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah intervensi jika diperlukan. “Dengan melibatkan semua pihak, kita bisa mengendalikan inflasi secara lebih efektif,” katanya. Ia juga mendorong kepala daerah untuk tidak hanya memantau harga, tetapi juga mengidentifikasi penyebab kenaikan sembako, seperti ketergantungan pada impor atau kondisi cuaca.

Hasil rapat menyebutkan bahwa distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) masih menjadi prioritas. Khofifah meminta kepala daerah mempercepat penyelesaian ketersediaan beras SPHP di Pasar Klojen, yang saat ini terbatas. “Kami siap mendukung pendistribusian beras SPHP ke Kota Malang dan wilayah lainnya,” katanya. Stok beras medium di Jawa Timur mencapai 3,2 juta ton, yang akan dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.

Pemantauan Harga dan Kebijakan Terpadu

Khofifah menekankan bahwa hasil rapat ini menjadi pedoman bagi kepala daerah untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi. Ia menyatakan bahwa koordinasi antar daerah (KAD) harus lebih intensif, terutama untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. “Pemantauan harga sembako harus menjadi bagian dari kebijakan rutin setiap daerah,” imbuhnya. Hasil rapat juga menyoroti kebutuhan untuk mengecek harga secara berkala, baik melalui inspeksi langsung maupun sistem data digital.

Pemantauan harga sembako tidak hanya berkaitan dengan harga jual, tetapi juga ketersediaan stok dan rantai pasok. Khofifah mengingatkan bahwa kepala daerah perlu mengantisipasi ketidakseimbangan pasokan, terutama saat permintaan meningkat. “Kebijakan harus terpadu, mulai dari produksi hingga distribusi,” katanya. Ia menambahkan bahwa hasil rapat ini menjadi dasar untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, bahkan di tengah kenaikan harga yang terjadi di beberapa titik.

Leave a Comment