Bisnis

New Policy: Bulog bidik orkestrator logistik global dengan profesional-adaptif

Bulog Bidik Orkestrator Logistik Global dengan Profesional Adaptif

New Policy menjadi pilar utama dalam perayaan milad ke-59 Perum Bulog, yang diharapkan mampu mengarahkan perusahaan menuju peran strategis dalam pengelolaan rantai pasok pangan nasional dan internasional. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa transformasi ini bertujuan mengubah visi perusahaan dari sekadar penyuplai menjadi pengatur logistik pangan yang lebih modern dan adaptif, menjawab tantangan dinamika pasar global.

Strategi Transformasi dalam New Policy

Dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59, Rizal mengungkapkan bahwa New Policy akan fokus pada penguatan kapasitas logistik, pengembangan teknologi, dan peningkatan kinerja operasional. Visi ini diharapkan memberikan dorongan kepada seluruh elemen internal untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pangan murah.

Perayaan tahun ini dilakukan secara sederhana berdasarkan arahan pimpinan, dengan empati kepada kebutuhan masyarakat. Kegiatan utama meliputi Bazar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menghadirkan berbagai produk bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, Bulog juga menyalurkan 1.000 paket sembako gratis dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti donor darah serta bantuan kepada anak yatim.

Penyesuaian Peran Bulog di Tengah Perubahan Ekonomi

Rizal menegaskan bahwa New Policy bertujuan mengubah peran Bulog dari penyuplai menjadi penata sistem logistik yang mampu mengkoordinasikan seluruh proses distribusi pangan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan peran ini, perusahaan diharapkan bisa menjadi pelaku utama dalam menyokong kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama di tengah perubahan pola konsumsi dan kenaikan biaya hidup.

Dalam konteks ini, New Policy akan mendorong adopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional. Bulog juga berkomitmen untuk meningkatkan daya saing melalui penyesuaian metode kerja yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menegaskan kembali kepercayaan publik terhadap peran Bulog sebagai lembaga strategis dalam ketahanan pangan.

Transformasi ini tidak hanya memperkuat kemampuan logistik, tetapi juga mengubah paradigma kinerja perusahaan. Rizal menjelaskan bahwa New Policy merupakan strategi jangka panjang yang mengintegrasikan aspek modernisasi dan adaptabilitas, sehingga Bulog bisa menjadi model pengelolaan logistik yang relevan dengan era globalisasi saat ini.

“Dengan New Policy, kita ingin menegaskan bahwa Bulog bukan hanya peserta dalam rantai pasok, tapi pemain utama yang mampu mengkoordinasikan seluruh sistem dari produksi hingga pemasaran,” kata Rizal.

Upaya ini sejalan dengan target stabilitas pangan nasional yang terus dipertahankan. Melalui New Policy, Bulog berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jaringan distribusi, dan menjamin keberlanjutan pasokan bahan pokok. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan elemen masyarakat, menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi ini.

Leave a Comment