DHL Express Tingkatkan Ekspor Logistik Indonesia dengan Kapasitas Pengiriman Udara Hingga 3 Ton
New Policy – Jakarta, Kamis – Perusahaan logistik internasional DHL Express menegaskan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekspor Indonesia melalui penguatan layanan pengiriman udara. Dengan memperkenalkan kapasitas maksimal 3 ton per koli, DHL Express berupaya memenuhi kebutuhan industri nasional yang semakin berkembang. Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, menekankan bahwa peran Indonesia dalam jaringan distribusi global terus meningkat, didorong oleh peningkatan sektor manufaktur, ekspor, serta pembangunan infrastruktur yang memadai.
Kemajuan ini berdampak pada kebutuhan solusi logistik yang lebih cepat dan andal, yang menjadi prioritas bisnis yang terintegrasi secara internasional. “Kebutuhan akan solusi yang mampu memberikan kecepatan, keandalan, dan kepastian pengiriman semakin mendesak, terutama dalam era globalisasi yang pesat,” jelas Ahmad dalam siaran pers yang diterima di Jakarta. DHL Express meluncurkan layanan baru bernama Heavy Weight Express (HWE), yang dirancang untuk menangani barang berat dengan kapasitas hingga 1.000 kilogram per koli dan 3.000 kilogram per pengiriman.
Peluncuran HWE sebagai Strategi Ekspansi Global
Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan DHL Express dalam melayani pasar ekspor Indonesia yang terus berkembang. “Dengan peluncuran HWE, DHL Express menjadi lebih mampu memenuhi permintaan akan pengiriman kargo berat ke lebih dari 220 negara dan wilayah,” tambahnya. Layanan ini merupakan bagian dari ekspansi portofolio Time Definite International, yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi dalam distribusi global.
Perusahaan logistik tersebut menyoroti bahwa jaringan aviasi dan darat yang terintegrasi memastikan kapasitas angkut yang stabil, waktu pengiriman terprediksi, serta standar penanganan konsisten di seluruh dunia. “Dukungan infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam menjamin keandalan pengiriman,” kata Ahmad. Selain itu, HWE juga memperkenalkan skema harga all-in yang transparan, sehingga mengurangi volatilitas biaya dan ketidakpastian tarif yang sering terjadi pada layanan kargo lainnya.
Kebutuhan Industri dalam Peningkatan Efisiensi Logistik
Menurut Ahmad, layanan HWE dikembangkan untuk menjawab tantangan kritis dalam industri yang memerlukan kecepatan dan akurasi tinggi. “Ketepatan waktu pengiriman serta visibilitas di setiap tahap menjadi faktor kunci dalam operasional bisnis,” tambahnya. DHL Express menyatakan bahwa HWE menggabungkan pendekatan pengiriman berbasis waktu (time-definite) dengan sistem pemantauan proaktif, kontrol end-to-end, dan manajemen biaya yang lebih efisien.
Pelanggan akan mendapatkan jaminan pengiriman ekspres, serta standar operasional DHL yang ketat, terutama untuk barang sensitif terhadap guncangan, bernilai tinggi, atau memerlukan penanganan khusus. “Ini mencakup prosedur pengemasan, pengangkutan, dan pengawasan yang meminimalkan risiko kerusakan selama transportasi,” jelasnya. Dengan adanya fitur ini, DHL Express berharap mampu menjawab kebutuhan industri seperti teknologi, manufaktur otomotif, farmasi, dan sektor energi.
DHL Express mengumumkan ekspansi global portofolio Time Definite International melalui peluncuran Heavy Weight Express (HWX), solusi pengiriman udara ekspres untuk kiriman hingga 1.000 kilogram per koli dan 3.000 kilogram per pengiriman. Peluncuran itu dilakukan pada saat sektor logistik Indonesia terus berkembang seiring ekspansi industri dan meningkatnya partisipasi dalam perdagangan global.
Ekspor non-migas Indonesia mencatatkan pertumbuhan 7,68 persen tahunan di awal 2025, sedangkan ekspor manufaktur meningkat lebih dari 16 persen. “Ini mencerminkan peningkatan integrasi Indonesia dalam jaringan distribusi global, serta kebutuhan akan solusi lintas batas yang cepat dan andal,” kata Ahmad. Perusahaan logistik menyatakan bahwa indikator ini menunjukkan tingkat kepercayaan bisnis nasional terhadap ekspor, yang menjadi pilar utama perekonomian.
DHL Express menekankan bahwa peluncuran HWX juga didukung oleh keberadaan Heavy Weight Priority Desks di berbagai negara. Tim ini bertugas memastikan pemantauan proaktif, deteksi dini hambatan, intervensi langsung, serta komunikasi real-time dengan pelanggan. “Kehadiran tim ini memungkinkan kami mengoptimalkan proses pengiriman, termasuk menangani kerusakan atau keterlambatan secara cepat,” ujarnya.
Kolaborasi antara jaringan aviasi, darat, dan teknologi pemantauan menjadi strategi utama DHL Express dalam menjaga stabilitas operasional. “Dengan pendekatan case ownership, setiap pengiriman berat dikelola secara personal, sehingga meningkatkan kepastian pengiriman dan responsif terhadap kebutuhan spesifik pelanggan,” tambah Ahmad. Proses yang terstandarisasi dan kontrol operasional 24 jam diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan di segala kondisi.
Peran Logistik dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sektor manufaktur Indonesia, yang menyumbang 18–19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi penopang utama ekspor dan aktivitas industri. “Kebutuhan akan solusi logistik yang andal sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional dan daya saing bisnis,” jelas Ahmad. Layanan HWE dianggap relevan dalam memastikan efisiensi dan konsistensi pengiriman, terutama untuk barang yang berdampak besar jika mengalami hambatan.
Kebutuhan industri berat dalam logistik tidak hanya terbatas pada produk fisik, tetapi juga melibatkan manajemen waktu, pengurangan buffer stok, serta peningkatan efisiensi modal kerja. “Dengan HWE, bisnis dapat mengatur rantai pasok dengan lebih terarah dan menghindari risiko penundaan,” ujarnya. Selain itu, layanan ini juga mendukung kebutuhan pengiriman skala besar, baik untuk pengadaan maupun pengaturan persyaratan khusus di berbagai lokasi.
Menurut DHL Express, peluncuran HWX mengacu pada keenam kebutuhan utama dalam pengiriman berat, seperti mencegah gangguan produksi, mengelola peluncuran program dengan tenggat waktu ketat, serta menjaga stabilitas jaringan distribusi kompleks. “Industri seperti teknologi, farmasi, dan mesin memerlukan kepastian dalam pengiriman, karena kesalahan kecil bisa mengganggu operasional bisnis secara keseluruhan,” tambahnya.
DHL Express berharap dengan peluncuran HWE, ekspor Indonesia dapat berkembang lebih pesat, seiring peningkatan partisipasi dalam perdagangan global. “Kami yakin, solusi ini akan menjadi pendorong utama dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkas Ahmad. Peluncuran ini juga menjadi tanda kemajuan DHL Express dalam menjawab tantangan logistik yang semakin dinamis di pasar Asia Tenggara.
