Bisnis

Pertamina SMEXPO Yogyakarta bukukan capaian Rp3,8 miliar

1000456661

Beritaturah.com – Pertamina SMEXPO Yogyakarta bukukan capaian senilai sekitar Rp3,8 miliar dari gabungan transaksi, potensi bisnis, dan kesepakatan kemitraan yang tercipta selama kegiatan. Capaian tersebut menegaskan fungsi pameran sebagai ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta membangun hubungan usaha yang berkelanjutan.

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari menyatakan bahwa hasil SMEXPO tidak semata-mata dinilai dari penjualan langsung. Nilai yang tercatat juga mencerminkan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para pelaku UMKM setelah pameran berakhir.

"Capaian SMEXPO Yogyakarta sebesar Rp3,8 miliar menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat," kata Agus.

Rincian capaian Pertamina SMEXPO Yogyakarta

Pertamina SMEXPO Yogyakarta bukukan capaian dengan kontributor terbesar berasal dari potensi dan kesepakatan bisnis antarbadan usaha atau business-to-business (B2B). Nilainya mencapai Rp3.548.833.310. Sementara itu, transaksi ritel tercatat sebesar Rp129.335.400 dan transaksi layanan Bengkel Enduro mencapai Rp5.290.000.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa nilai Rp3,8 miliar merupakan akumulasi dari transaksi yang telah terjadi serta potensi dan kesepakatan bisnis. Karena itu, sebagian nilai yang dicatat tidak dapat langsung dipahami sebagai penjualan yang sudah terealisasi seluruhnya. Namun, kesepakatan B2B tetap menjadi indikator penting atas terbukanya akses pelaku usaha kepada pembeli dan mitra baru.

Nilai B2B yang mencapai sekitar Rp3,55 miliar memperlihatkan pentingnya pertemuan langsung antara UMKM, calon pembeli, dan jejaring usaha strategis. Pameran memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjelaskan kualitas produk, membangun kepercayaan, serta membicarakan kemungkinan kerja sama secara lebih terarah.

Penguatan UMKM melalui akses pasar dan inovasi

Melalui program ini, Pertamina Foundation berupaya menyediakan wadah pengembangan UMKM yang tidak terbatas pada promosi produk. Pelaku usaha juga memperoleh kesempatan memperluas jaringan, mengenali kebutuhan pasar, dan menjajaki kolaborasi yang dapat menjadi peluang usaha jangka panjang.

Agus berharap inisiatif tersebut mendorong UMKM terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Akses terhadap konsumen dan mitra bisnis dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem usaha yang diperlukan agar UMKM dapat bertumbuh secara berkelanjutan.

Produk berpotensi ekspor dan ramah lingkungan

Pertamina SMEXPO Yogyakarta bukukan capaian sekaligus membuka ruang promosi bagi produk yang berpeluang menembus pasar ekspor. Dua UMKM yang disebut memiliki potensi ekspor adalah PT Kritebar Hage Makmur melalui produk Kripik HG serta PT Allisha dengan produk Allisha Sate Ambal.

Kegiatan ini juga menampilkan sejumlah produk yang mengedepankan unsur ramah lingkungan, antara lain Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik. Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan beragamnya inovasi UMKM, dari produk pangan hingga kerajinan dan produk berbasis kepedulian lingkungan.

Selain memperluas peluang bisnis, kegiatan ini turut membawa aspek inklusivitas. SMEXPO Yogyakarta melibatkan satu UMKM yang dimiliki penyandang disabilitas dan/atau memberdayakan penyandang disabilitas. Keterlibatan tersebut memperkuat pesan bahwa pertumbuhan UMKM dapat didorong melalui akses yang lebih terbuka bagi berbagai kelompok pelaku usaha.

Pertamina SMEXPO Yogyakarta bukukan capaian yang menggambarkan perlunya tindak lanjut setelah pameran berlangsung. Peluang bisnis yang telah terbentuk perlu dikembangkan menjadi kerja sama komersial agar memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

FAQ Pertamina SMEXPO Yogyakarta

Berapa nilai capaian Pertamina SMEXPO Yogyakarta?

Total capaian tercatat sekitar Rp3,8 miliar. Nilai ini merupakan gabungan transaksi ritel, transaksi layanan Bengkel Enduro, serta potensi dan kesepakatan bisnis B2B.

Apakah seluruh nilai Rp3,8 miliar adalah penjualan langsung?

Tidak seluruhnya. Nilai tersebut mencakup transaksi yang telah tercatat sekaligus potensi dan kesepakatan bisnis yang masih dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama usaha.

Produk UMKM apa yang memiliki potensi ekspor?

Produk yang disebut memiliki potensi ekspor adalah Kripik HG dari PT Kritebar Hage Makmur dan Allisha Sate Ambal dari PT Allisha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *