Bisnis

PLN EPI jadikan GRC sebagai bagian proses pengambilan setiap keputusan

1000440199

PLN EPI Perkuat GRC dalam Setiap Keputusan Strategis

Beritaturah.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menempatkan tata kelola, risiko, dan kepatuhan atau governance, risk, and compliance (GRC) sebagai unsur yang menyatu dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga ketahanan bisnis, keberlangsungan operasi, serta pasokan energi primer yang menjadi bagian penting dari kegiatan perusahaan.

Penerapan GRC secara terpadu menjadi kerangka bagi PLN EPI saat menghadapi perubahan kondisi bisnis dan beragam risiko operasional. Tata kelola yang baik membantu memastikan keputusan dijalankan secara bertanggung jawab, sementara manajemen risiko memberikan dasar untuk mengantisipasi tantangan yang dapat memengaruhi target perusahaan. Di sisi lain, kepatuhan menjaga agar proses bisnis tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Vice President Manajemen Risiko dan Kepatuhan PLN EPI, Yuli Fitrianingrum, menyampaikan bahwa penguatan tiga aspek tersebut memiliki peran langsung dalam membangun fondasi bisnis yang lebih siap menghadapi dinamika industri energi.

“Dengan tata kelola yang kuat, risiko yang terkelola, dan kepatuhan yang konsisten, PLN EPI terus membangun fondasi bisnis yang tangguh untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi primer dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi Indonesia,” katanya.

Tiga Penghargaan Top GRC Awards 2026

Komitmen tersebut mengantarkan PLN EPI meraih tiga apresiasi pada ajang Top GRC Awards 2026. Penghargaan yang diterima mencakup Awards #5 Star, Golden Trophy, serta The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI, Efin Febriantoro.

Predikat Top GRC Awards #5 Star mencerminkan konsistensi PLN EPI dalam memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan pengelolaan risiko serta kepatuhan ke dalam aktivitas bisnis. Capaian ini menegaskan bahwa GRC tidak diperlakukan sebagai fungsi administratif semata, melainkan sebagai bagian dari cara perusahaan menilai dan menjalankan agenda strategis.

Golden Trophy diberikan setelah PLN EPI mampu mempertahankan predikat Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut. Keberlanjutan pencapaian tersebut memperlihatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan sistem tata kelola, bukan sekadar mengejar hasil dalam satu periode tertentu.

Sementara itu, penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 menjadi pengakuan atas kepemimpinan Efin Febriantoro dalam mendorong penerapan GRC sebagai salah satu pertimbangan utama dalam arah strategis perusahaan. Peran kepemimpinan menjadi relevan karena budaya tata kelola dan kesadaran risiko perlu diterapkan lintas fungsi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan usaha.

Penghargaan sebagai Momentum Penguatan Budaya

Yuli menerima penghargaan tersebut mewakili Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PLN EPI. Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen kolektif insan PLN EPI dalam memperkuat praktik tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kerja keras seluruh insan PLN EPI dalam membangun tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang semakin kuat. Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai momentum untuk terus memperkuat budaya GRC, meningkatkan resilience perusahaan, dan menghadirkan sustainable value bagi seluruh stakeholder,” kata Yuli yang mewakili Direktur Keuangan & Manajemen Risiko menerima penghargaan.

Bagi perusahaan yang bergerak dalam penyediaan energi primer, kesinambungan proses bisnis menjadi perhatian penting. Karena itu, tata kelola yang jelas, pemetaan risiko, dan kepatuhan yang dijalankan secara konsisten dapat membantu organisasi menjaga kualitas pengambilan keputusan di tengah perubahan kebutuhan dan tantangan usaha.

GRC juga memberi kerangka agar setiap keputusan dapat dipertimbangkan dari berbagai sisi, termasuk dampak risiko, tanggung jawab pengelolaan, dan keberlanjutan nilai yang dihasilkan. Pendekatan seperti ini memungkinkan perusahaan membangun proses bisnis yang lebih adaptif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Fondasi untuk Keberlanjutan Operasi

PLN EPI memandang penguatan GRC sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan. Fokus tersebut tidak berhenti pada perolehan penghargaan, melainkan menjadi dorongan untuk memperkuat penerapan GRC dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam praktiknya, tata kelola yang kokoh dapat memperjelas peran dan akuntabilitas dalam organisasi. Manajemen risiko membantu perusahaan mengenali potensi hambatan serta menyiapkan respons yang tepat, sedangkan kepatuhan menjaga agar setiap langkah bisnis berjalan dalam koridor yang telah ditetapkan. Ketiga unsur ini saling melengkapi dalam mendukung ketahanan perusahaan.

Yuli menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukanlah tujuan akhir. PLN EPI akan terus menjadikan GRC sebagai elemen yang melekat pada proses bisnis dan keputusan strategis perusahaan.

“Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan penguat komitmen untuk terus menjadikan GRC sebagai bagian dari setiap proses dan keputusan strategis perusahaan,” katanya.

Ke depan, penguatan budaya GRC diharapkan terus mendukung PLN EPI dalam menjaga ketahanan usaha, menopang keberlanjutan pasokan energi primer, serta menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan.

Frequently Asked Questions

What is PLN EPI jadikan GRC sebagai bagian?

PLN EPI jadikan GRC sebagai bagian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PLN EPI jadikan GRC sebagai bagian matter?

PLN EPI jadikan GRC sebagai bagian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *