Bursa

BEI catat investor saham tumbuh 16,83 persen capai 10,05 juta SID

IHSG-ditutup-menguat-65-94-poin-070826-Fah-1
Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Partisipasi Investor Saham di BEI Melonjak Signifikan di 2026
  2. Related Reading

Partisipasi Investor Saham di BEI Melonjak Signifikan di 2026

Beritaturah.com – Jakarta, Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan pencapaian luar biasa dalam ekosistem pasar modal domestik. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, BEI catat investor saham tumbuh 16,83 persen secara signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Agustus 2026, jumlah pemegang saham yang terdaftar mencapai 10.052.059 Single Investor Identification (SID). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.447.882 SID atau tumbuh 16,83 persen secara year to date (ytd) jika dibandingkan dengan data akhir tahun 2025.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menyampaikan bahwa pencapaian ini menandakan perluasan inklusi pasar modal di Indonesia. Masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam berinvestasi melalui instrumen keuangan yang tersedia. Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik, tetapi juga menunjukkan efektivitas berbagai program pendalaman pasar yang telah dijalankan.

“Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Investor Pasar Modal Secara Keseluruhan

Berbeda dengan data khusus saham, total investor di seluruh pasar modal Indonesia mencapai 30.274.265 SID pada tanggal yang sama. Jumlah ini bertambah 9.926.440 SID atau tumbuh 48,78 persen year to date dibandingkan posisi akhir tahun 2025. Komposisi investor tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari pemegang saham, obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), hingga produk derivatif.

Sebagai strategi untuk memperkuat basis investor, BEI menggelar acara Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan free float emiten melalui penguatan komunikasi dan keterhubungan antara emiten dengan investor, termasuk investor institusi. Acara tersebut mempertemukan tujuh emiten dengan investor yang difasilitasi melalui partisipasi 13 Anggota Bursa (AB) serta perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).

“Melalui forum ini diharapkan tercipta komunikasi yang lebih terbuka, pertukaran informasi yang konstruktif, serta hubungan yang semakin kuat antara emiten dan investor, sehingga dapat mendukung peningkatan free float, likuiditas perdagangan saham, dan pendalaman pasar modal Indonesia,” ujar Kautsar.

Target OJK dan Kondisi IHSG

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan bahwa tren pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia sejalan dengan hasil berbagai inisiatif pendalaman dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 35 juta SID pada tahun 2030, sebagai upaya mendorong Bursa domestik dapat masuk ke jajaran 10 besar dunia.

Sementara itu, data penutupan perdagangan BEI pada Jumat (07/08) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di posisi 6.409,65, atau masih mengalami pelemahan 2.237,29 poin atau 25,87 persen year to date (ytd) dibandingkan posisi 8.646,94 pada awal tahun. Meskipun IHSG mengalami koreksi, pertumbuhan jumlah investor menunjukkan sentimen positif jangka panjang terhadap pasar modal Indonesia.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Investor

Pertumbuhan investor saham di BEI tidak lepas dari berbagai faktor pendukung. Digitalisasi layanan investasi melalui aplikasi mobile dan platform online memudahkan masyarakat untuk mulai berinvestasi. Selain itu, edukasi pasar modal yang masif melalui berbagai program literasi keuangan juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah investor baru.

Regulasi yang lebih ramah investor dan kemudahan proses pembukaan rekening efek juga menjadi pendorong utama. Banyak investor ritel yang sebelumnya belum pernah berinvestasi kini mulai mencoba instrumen pasar modal dengan modal yang relatif kecil.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pertumbuhan Investor BEI

Apa yang dimaksud dengan SID? SID (Single Investor Identification) adalah identitas unik yang diberikan kepada setiap investor di pasar modal Indonesia untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan transaksi.

Berapa target jumlah investor BEI pada tahun 2030? OJK menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 35 juta SID pada tahun 2030.

Apa saja instrumen investasi yang tersedia untuk investor? Investor dapat memilih berbagai instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, ETF, dan produk derivatif.

Bagaimana cara investor baru memulai berinvestasi? Investor baru dapat membuka rekening efek melalui perusahaan sekuritas atau bank yang menyediakan layanan investasi, kemudian melakukan deposit dan mulai membeli instrumen sesuai preferensi.

Apa dampak pertumbuhan investor terhadap pasar modal? Pertumbuhan investor meningkatkan likuiditas pasar, memperdalam pasar modal, dan mendukung posisi Indonesia dalam peringkat bursa global.

Leave a Comment