Forum Regional ASEAN Bahas Transformasi Layanan Publik di Siem Reap
Beritaturah.com – Kamboja menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin lembaga aparatur sipil dari seluruh negara ASEAN pada hari Rabu, 5 Agustus. Acara ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ACCSM ke-23 serta pertemuan ACCSM+3 yang ke-8. Fokus utama diskusi kali ini adalah mempercepat inovasi dan meningkatkan kualitas penyediaan layanan publik di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Komitmen Memperkuat Kerja Sama Regional
Dalam pidato pembukaannya, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional, menumbuhkan budaya keunggulan, serta membangun sektor publik yang tangkas, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. Ia menekankan pentingnya menyikapi tingkat pengembangan yang beragam di ASEAN dengan mempersempit kesenjangan antar-negara anggota.
“Menyadari tingkat pengembangan yang beragam di ASEAN, tujuan kami adalah untuk mempersempit kesenjangan dan memastikan setiap negara mengadopsi teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dengan laju yang berkelanjutan,” ujar Hun Manet.
Perdana Menteri juga menegaskan bahwa inovasi tata kelola yang sesungguhnya bertumpu pada penguatan institusi dan sumber daya manusia, bukan hanya pada alat-alat digital semata. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada tiga mitra dialog utama ASEAN, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan, atas komitmen kuat mereka dalam meningkatkan kerja sama regional di bidang inovasi dan transformasi digital pada layanan publik.
ACCSM sebagai Platform Regional Vital
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Aparatur Sipil Kamboja, Hun Many, menjelaskan bahwa ACCSM telah menjadi sebuah platform regional yang vital selama lebih dari 40 tahun. Platform ini mendorong pengelolaan aparatur sipil yang responsif dan berpusat pada masyarakat melalui pertukaran pengetahuan serta pengembangan kapasitas.
“Bersama-sama, kita telah memperkuat solidaritas regional, mendukung berbagai upaya untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara anggota, serta berkontribusi dalam membangun ASEAN yang lebih tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada rakyat,” ujarnya.
Dengan tema “Inovasi untuk Penyediaan Layanan yang Lebih Baik”, pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan masa depan melalui kolaborasi dan adopsi teknologi secara berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pimpinan Lembaga Aparatur Sipil ASEAN bertemu?
Pimpinan Lembaga Aparatur Sipil ASEAN bertemu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pimpinan Lembaga Aparatur Sipil ASEAN bertemu matter?
Pimpinan Lembaga Aparatur Sipil ASEAN bertemu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
