Ekonomi

BPS catat jumlah penduduk miskin di Sumsel turun 28 ribu orang

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com
Table of Contents
  1. BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Sumsel Turun Signifikan 28.300 Jiwa
  2. Related Reading

BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Sumsel Turun Signifikan 28.300 Jiwa

Beritaturah.com – BPS catat jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan mengalami penurunan yang menggembirakan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik, hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 869.970 orang dikategorikan sebagai penduduk miskin. Angka ini menunjukkan perbaikan yang berarti dibandingkan September 2025 yang mencapai 898.270 orang, dengan penurunan total sebesar 28.300 jiwa dalam periode setengah tahun.

Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menyampaikan bahwa penurunan ini sejalan dengan penguatan kinerja ekonomi daerah pada awal tahun. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada Triwulan I-2026 tercatat mencapai 5,34 persen, memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kondisinya di periode Triwulan I lalu, pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi mencapai 5,34 persen. Pertanian tumbuh bagus dengan hasil panen melimpah dan HPP yang naik, ditambah akumulasi pendapatan serta konsumsi rumah tangga saat Ramadhan, Idul Fitri, hingga pencairan gaji ke-13 ASN.

Penurunan Merata di Perkotaan dan Perdesaan

Perbaikan tingkat kemiskinan tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, melainkan merata baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Di sektor perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 13.300 orang, dari 310.560 jiwa menjadi 297.240 jiwa. Secara persentase, tingkat kemiskinan kota juga turun dari 8,91 persen menjadi 8,48 persen.

Sementara itu, wilayah perdesaan mencatat penurunan sebanyak 14.900 orang. Jumlah warga miskin di desa turun dari 587.680 menjadi 572.730 orang. Tingkat kemiskinan perdesaan pun mengalami perbaikan dari 10,43 persen menjadi 10,13 persen, menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Penetapan Garis Kemiskinan dan Rekomendasi Upah

Wahyu juga menginformasikan penetapan Garis Kemiskinan (GK) baru untuk Maret 2026 sebesar Rp622 ribu per kapita per bulan. Dengan asumsi rata-rata anggota rumah tangga sebanyak empat hingga lima orang, batas minimum pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar berada di kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Salah satu faktor kunci dalam menekan angka kemiskinan adalah peningkatan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, pelaku usaha diminta untuk memastikan pembayaran upah sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) agar pekerja tidak terjerat dalam kemiskinan.

Jangan sampai pekerja kita sudah bekerja tetapi upahnya tidak sesuai dengan UMP. Ini salah satu yang perlu kita perhatikan agar rumah tangga tidak masuk kategori miskin.

Stabilitas Harga Beras dan Pola Konsumsi Rokok

Dalam perhitungan garis kemiskinan, BPS memantau 52 komoditas pangan serta 51 komoditas nonpangan sebagai dasar pengeluaran rumah tangga. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa beras dan rokok kretek masih mendominasi porsi pengeluaran terbesar bagi keluarga miskin di Sumatera Selatan.

Pemerintah daerah diimbau untuk menjaga kestabilan harga beras mengingat komoditas ini sangat memengaruhi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Kenaikan harga beras dapat langsung berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin.

Makanya harga beras ini betul-betul harus dijaga, jangan sampai naik tinggi karena sangat mempengaruhi pengeluaran. Kalau harga beras naik, daya beli masyarakat turun.

Selain beras, pengeluaran untuk rokok juga menjadi perhatian khusus. Meskipun nilainya besar, konsumsi rokok tidak memberikan manfaat gizi. Sebaiknya, dana tersebut dialihkan untuk membeli bahan pangan berkalori, meskipun hal ini masih terkendala oleh kebiasaan masyarakat yang sudah terbentuk.

Rokok itu pengeluarannya besar tetapi tidak ada kalorinya. Harusnya pengeluaran rokok dialihkan untuk membeli bahan pangan berkalori, namun karena sudah menjadi kultur, rokok seolah jadi pengeluaran wajib.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Data Kemiskinan Sumsel

Berapa total jumlah penduduk miskin di Sumsel hingga Maret 2026?

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan mencapai 869.970 orang hingga Maret 2026.

Berapa persentase penurunan jumlah penduduk miskin?

Jumlah penduduk miskin turun sebesar 28.300 jiwa atau sekitar 3,15 persen dibandingkan September 2025.

Berapa Garis Kemiskinan per kapita di Sumsel Maret 2026?

Garis Kemiskinan ditetapkan sebesar Rp622 ribu per kapita per bulan untuk wilayah Sumatera Selatan.

Apa faktor utama yang mendorong penurunan kemiskinan?

Pertumbuhan ekonomi 5,34 persen pada Triwulan I-2026, sektor pertanian yang tumbuh baik, serta peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama penurunan kemiskinan.

Leave a Comment