Hiburan

Avenged Sevenfold sukses gebrak Jakarta bawa nostalgia

237a1cdb-2042-4485-bbba-e1d4b3fdf77e

Avenged Sevenfold Hidupkan Malam Jakarta dengan Deretan Lagu Penuh Kenangan

Beritaturah.com – Jakarta International Stadium (JIS) dipenuhi dentuman heavy metal dan koor penonton saat Avenged Sevenfold tampil dalam konser “Avenged Sevenfold Live in Indonesia” pada Sabtu malam, 10 Oktober. Band asal Amerika Serikat itu menghadirkan perjalanan musikal yang merentang dari lagu-lagu keras penuh energi hingga nomor yang lekat dengan memori para penggemarnya di Indonesia.

Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman membuka pertunjukan dengan “Nightmare”. Lagu tersebut langsung membangun atmosfer intens di dalam stadion, sekaligus menjadi pembuka untuk rangkaian setlist yang memadukan berbagai periode perjalanan Avenged Sevenfold.

“Jakarta, lagu ini untuk kalian. Kami ingin kalian berdiri dan berteriak sekeras-kerasnya,” kata vokalis Matt Shadows.

Seruan itu disambut gegap gempita dari penonton. Sepanjang konser, para penggemar ikut menyanyikan bagian-bagian lagu yang sudah akrab bagi komunitas Deathbat Indonesia, sebutan untuk penggemar Avenged Sevenfold di Tanah Air.

Setlist Menyusuri Berbagai Era

Setelah “Nightmare”, Avenged Sevenfold melanjutkan penampilan melalui sejumlah lagu populer, termasuk “Afterlife”, “Shepherd of Fire”, dan “Buried Alive”. Pemilihan lagu tersebut memperlihatkan luasnya repertoar band yang telah lama memiliki basis pendengar kuat di Indonesia.

Penonton juga mendengarkan “M.I.A.”, “Gunslinger”, “Hail to the King”, “Bat Country”, serta “Unholy Confessions”. Tiap lagu membawa warna berbeda, dari riff gitar yang agresif hingga melodi yang mengundang koor massal dari area penonton.

Salah satu bagian paling emosional hadir ketika band membawakan “So Far Away”, lagu dari album Nightmare. Lagu itu dipersembahkan untuk mengenang mantan drummer Avenged Sevenfold, James “The Rev” Owen Sullivan, yang telah meninggal dunia.

“Baiklah, sekarang, mari kita bawakan sebuah lagu, saya rasa lagu ini akan cocok untuk semua orang. Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami tercinta, Jimmy ‘The Rev’ Sullivan. Lagu ini berjudul ‘So Far Away’,” tutur Matt Shadows.

Persembahan tersebut memberi jeda yang lebih reflektif di tengah konser yang didominasi energi tinggi. “So Far Away” menjadi salah satu lagu yang menunjukkan sisi personal dalam katalog Avenged Sevenfold, sekaligus menghubungkan penonton dengan bagian penting dari sejarah band tersebut.

Nostalgia Deathbat Indonesia

Nuansa nostalgia semakin kuat ketika “A Little Piece of Heaven” dan “Dear God” masuk dalam daftar lagu malam itu. Khusus “Dear God”, lagu yang dirilis dalam album Avenged Sevenfold pada 2007, memiliki tempat tersendiri bagi banyak penggemar Indonesia.

Bagi sebagian Deathbat Indonesia, lagu tersebut mengingatkan pada masa ketika musik Avenged Sevenfold kerap menemani waktu di bilik-bilik warung internet atau warnet. Kenangan itu membuat respons terhadap “Dear God” terasa berbeda: bukan hanya sebagai lagu penutup sebuah era, melainkan juga sebagai penghubung dengan pengalaman pribadi pendengarnya.

Konser di JIS memperlihatkan bagaimana lagu-lagu Avenged Sevenfold tetap mampu menjangkau penggemar dari beragam masa. Ada pendengar yang mengenal band ini melalui karya-karya awal seperti “Unholy Confessions” dan “Bat Country”, sementara yang lain mungkin lebih dekat dengan materi dari album Nightmare atau “Hail to the King”. Dalam satu malam, seluruh periode itu bertemu dalam suasana yang sama.

Panggung Berenergi hingga Lagu Penutup

Selain permainan musik dan interaksi dengan penonton, pertunjukan turut diperkuat oleh efek kembang api yang beberapa kali diluncurkan dari panggung. Elemen visual tersebut menambah kemeriahan konser dan mengiringi perubahan suasana dari satu lagu ke lagu lainnya.

“Cosmic” menjadi lagu terakhir yang dimainkan Avenged Sevenfold untuk mengakhiri penampilan mereka di Jakarta. Setelah rangkaian lagu yang panjang, Matt Shadows menyampaikan apresiasinya kepada para penggemar yang hadir.

“Jakarta, terima kasih banyak atas malam ini,” ujar Shadows.

Kehadiran Avenged Sevenfold kali ini melanjutkan hubungan panjang band tersebut dengan penonton Indonesia. Mereka pertama kali tampil di Indonesia pada 2007, lalu kembali pada 2008 dan 2015. Penampilan terakhir sebelum konser di JIS berlangsung pada 2024 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

Rangkaian kunjungan tersebut menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu tempat yang penting dalam perjalanan panggung Avenged Sevenfold di kawasan ini. Bagi penonton yang memenuhi JIS, malam itu bukan sekadar kesempatan menyaksikan band heavy metal secara langsung, tetapi juga ruang untuk merayakan lagu-lagu yang telah menemani perjalanan mereka selama bertahun-tahun.

Frequently Asked Questions

What is Avenged Sevenfold sukses gebrak Jakarta bawa?

Avenged Sevenfold sukses gebrak Jakarta bawa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Avenged Sevenfold sukses gebrak Jakarta bawa matter?

Avenged Sevenfold sukses gebrak Jakarta bawa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *