Musisi Hiphop Basboi Bercerita Debut Akting di “Nobody Loves Kay”
Key Issue – Di Jakarta, Basboi, musisi hiphop RnB asal Medan, baru saja meraih momen istimewa dengan debut aktingnya dalam film layar lebar “Nobody Loves Kay”. Saat peluncuran poster dan cuplikan film tersebut di Senin (11/5), Basboi mengungkapkan perasaan kaget dan kebanggaan yang tercampur dalam mengikuti proyek yang disutradarai Bernardus Raka.
“Rasanya kayak, ‘eh demi apa gue main film?’, gitu sih. Itu ekspresi paling ringan untuk mengungkapkannya,”
ujar Basboi.
Persiapan dan Perubahan Peran
Basboi menjelaskan bahwa meski belum pernah berakting di film sebelumnya, ia tetap berusaha menampilkan performa terbaik.
“Kita nyemplung aja lah, cobain (berusaha) yang terbaik,”
kata Basboi. Ia juga membedakan antara bermain di panggung sebagai musisi dan tampil di lokasi syuting sebagai aktor.
“Kali ini Basboi hadir di set justru jangan jadi Basboi, tapi jadi Tomo,”
tutur Basboi.
Key Issue menekankan bahwa peran Tomo, yang diperan Basboi, mewakili sisi gelap dari kehidupan anak yang tumbuh dalam lingkungan asuh bermasalah. Ia selalu mengabaikan konsekuensi meski terus melanggar aturan. Dalam memainkan peran ini, Basboi memanfaatkan setiap kesempatan untuk memahami karakter tersebut.
“Beneran gue menjadikan momen ini sebagai spons lah, semuanya gue serap,”
ucap Basboi. Proses pengambilan gambar juga memberinya pelajaran berharga tentang bagaimana beradaptasi dengan berbagai situasi.
Pengalaman dan Pengaruh Peran Tomo
Basboi menekankan bahwa berperan sebagai Tomo membuatnya menyadari sisi gelap yang dialami oleh perundung. Hal ini terasa tidak mudah bagi orang-orang yang menjadi korban cemooh. Meski begitu, ia merasa bangga bisa menyampaikan pesan film ini kepada penonton.
“Walaupun sulit, walaupun dengan keterbatasan, memang aku dan Kay mungkin sama yakinnya gitu, kalau kami bakal jadi superstar,”
kata Basboi.
Key Issue menyebutkan bahwa Basboi, sebagai musisi sejak tumbuh di daerah jauh dari gemerlap ibu kota, sering menjadi target pandangan negatif dari lingkungan sekitarnya. Namun, debut aktingnya dalam “Nobody Loves Kay” menjadi titik balik yang memperlihatkan kemampuannya untuk menghadirkan ekspresi yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa keberanian mengambil risiko adalah kunci dalam membangun karakter yang kompleks. “Kalau ada tantangan, kita jangan takut menghadapinya. Karena itu bagian dari proses,” tambah Basboi.
Proyek film ini juga menjadi kejutan untuk Basboi karena menunjukkan kemampuannya tidak hanya di dunia musik, tetapi juga dalam industri hiburan. Dengan menggabungkan bakatnya sebagai penyanyi dan penulis lirik, Basboi berusaha memperkaya narasi film melalui dialog dan adegan yang relevan. “Saya mencoba mengimbangi antara kesenian dan kehidupan nyata. Karena akting itu butuh kepekaan untuk bisa menyampaikan emosi yang tepat,” ujar Basboi.
Dalam rangka menghadirkan karakter Tomo dengan lebih hidup, Basboi menghabiskan banyak waktu untuk meneliti latar belakang tokoh tersebut. Ia juga menjalin hubungan dengan para pemain lain untuk menciptakan dinamika yang lebih alami. “Kami berdiskusi tentang bagaimana menghidupkan sisi gelap dari kehidupan anak-anak yang terabaikan. Itu yang ingin kami sampaikan melalui film ini,” katanya.
Key Issue menyoroti bahwa film “Nobody Loves Kay” tidak hanya tentang kehidupan seseorang, tetapi juga tentang keterasingan dan harapan. Basboi percaya bahwa setiap adegan yang ia bawakan bisa menjadi cerminan dari kehidupan nyata, terutama bagi anak-anak yang merasa terluka oleh lingkungan sekitarnya. “Film ini bisa menjadi pengingat bahwa kehidupan kita tidak selalu sesuai dengan yang kita bayangkan. Ada kejutan dan juga kesempatan untuk berubah,” tegas Basboi.
