Hiburan

Main Agenda: Hari Musik, buat lagu spontan dari curhatan pelintas Stasiun MRT

Main Agenda: Hari Musik dan Buat Lagu Spontan dari Curhatan Stasiun MRT

Main Agenda – Dalam rangka merayakan Hari Musik Dunia 2026, Main Agenda meluncurkan inisiatif kreatif bertajuk “Fête de la Musique” di Stasiun MRT Bundaran HI. Acara ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi cerita sehari-hari, yang kemudian diubah menjadi lagu oleh musisi lokal. Konsep “We Sing Your Story” menjadi salah satu agenda utama Main Agenda, yang menggabungkan seni musik dengan kehidupan sekecil apa pun dari pengunjung stasiun. Dua musisi dari komunitas Earhouse, Adam Maulana dan Don Tatmojo, menjadi bagian aktif dalam menghadirkan alur kreativitas ini.

Peluang Ekspresi untuk Warga Jakarta

Kegiatan “We Sing Your Story” adalah bagian dari upaya Main Agenda untuk menghidupkan ruang publik melalui seni. Endah Widiastuti, personel duo Endah N Rhesa, menjelaskan bahwa acara ini juga menjadi pameran karya publik yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Kami rutin mengadakan pertemuan di Pamulang, Tangerang Selatan, setiap hari Senin pukul 20.00, dan warga bisa belajar menulis lagu di sana,” tambah Endah. Selain itu, sesi ini berlangsung gratis dan tidak terbatas waktu, membuatnya terbuka untuk semua kalangan.

“Yang penting jangan takut salah dulu ketika belajar,” ujar Endah, menekankan pentingnya keberanian dalam berbagi kisah dan berkarya.

Dalam acara ini, pengunjung Stasiun MRT diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman pribadi. Contohnya, Kasmir dari Jakarta Timur menceritakan kecemasannya terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Cerita tersebut langsung dikembangkan menjadi lagu oleh Adam Maulana dan Don Tatmojo. Kasmir merasa terdampak positif, karena lagu yang dihasilkan menjadi penyemangat bagi dirinya dan memberikan ruang untuk ekspresi warga.

Proses Kreatif di Tempat Umum

Adam Maulana, gitaris dari Earhop Collective, mengakui bahwa membuat lagu di tempat umum memerlukan adaptasi ekstra. “Nyiptain lagu on the spot itu kendalanya adalah antara otak dan mulut harus cepat tersambung,” kata pria yang juga tergabung dalam Main Agenda. Ia menjelaskan bahwa lirik lagu harus disampaikan dengan cara yang aman dan nyaman bagi pengunjung stasiun, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Anggap dari jam 10.30 itu satu lagu 5 menit, kita hampir enggak putus-putus,” tutur Don Tatmojo, yang menekankan intensitas kreativitas selama acara berlangsung.

Para penampil di Hari Musik ini menampilkan beragam genre musik, termasuk karya independen dari Earhop Collective, Halfrotten, dan Tarasinta. Sesi musik terus-menerus berlangsung tanpa henti, dengan setiap lagu dinyanyikan dalam waktu singkat. Format ini memastikan setiap pengunjung merasa terlibat dan mendapat kesempatan untuk menyumbangkan kisahnya ke dalam alur musik. Main Agenda juga menggandeng Manajemen Talenta Nasional (MTN) Musik untuk memperkaya interaksi antara seniman dan masyarakat.

Ada sejumlah keunikan dalam proses kreatif “We Sing Your Story.” Selain menggubah cerita langsung menjadi lagu, musisi juga terlibat langsung dalam mendengarkan dan memahami konteks perasaan pengunjung. Contohnya, saat Kasmir menceritakan kecemasannya tentang IPK, Adam dan Don mengadaptasi alur emosionalnya menjadi lirik yang lebih personal. Hal ini membuat lagu-lagu yang dihasilkan bukan hanya cerita, tetapi juga refleksi dari pengalaman sehari-hari masyarakat Jakarta.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi fokus utama Main Agenda. Kasmir, yang datang ke stasiun untuk urusan pekerjaan, menyatakan bahwa acara ini memberikan inspirasi untuk mengekspresikan diri melalui seni. Ia berharap kegiatan serupa bisa diulang lebih sering, agar Jakarta menjadi lebih ramah dan menyenangkan bagi semua warga. Dengan begitu, Main Agenda bisa terus menjadi wadah kreativitas yang menggabungkan kehidupan sehari-hari dengan seni musik.

Leave a Comment