Kalangan Kepolisian Kalsel Kaitkan Balapan Liar dengan Judi
Beritaturah.com – Banjarmasin — Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol. Fahri Siregar, mengungkapkan bahwa aktivitas perjudian kemungkinan besar turut memicu meningkatnya fenomena balapan liar di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penanganan kasus ini tidak bisa hanya mengandalkan satuan lalu lintas, melainkan juga memerlukan dukungan fungsi kepolisian lainnya.
Menurut Fahri, yang menyampaikan pernyataan tersebut di Banjarmasin pada hari Jumat, para pelaku balapan liar tidak berdiri sendiri. Terdapat pihak-pihak yang bertindak sebagai bandar serta pemasang taruhan yang secara aktif mempromosikan kegiatan ini guna menarik minat penonton.
“Balap liar di sejumlah tempat ada bandarnya dan ada pemasangnya, jadi dipromosikan untuk mengumpulkan penonton,” jelasnya.
Fahri menambahkan bahwa jika ditemukan unsur tindak pidana tambahan, proses penanganan akan melibatkan unit Samapta, Intelijen, dan Reserse Kriminal. Selama ini, patroli rutin yang dilakukan belum sepenuhnya memberikan efek jera karena para pelaku cenderung berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas yang sedang bertugas.
Titik-Titik Kritis dan Upaya Preventif
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama meliputi Jalan Ahmad Yani di Kilometer 5 Banjarmasin hingga kawasan Liang Anggang di Banjarbaru. Selain itu, Jalan Lingkar Selatan dan wilayah Gambut di Kabupaten Banjar juga termasuk dalam daftar titik yang sering dilalui balapan liar.
Kepolisian terus melaksanakan patroli preventif dengan tujuan membubarkan kerumunan sebelum balapan dimulai. Setiap pelanggaran maupun dugaan tindak pidana yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti.
Tren Kecelakaan dan Strategi 5E
Dalam hal angka kecelakaan lalu lintas, Fahri mencatat adanya tren peningkatan. Berdasarkan data Road Safety Index, capaian pada triwulan kedua tahun 2026 menunjukkan perbaikan sebesar 6,6 persen dibandingkan dengan triwulan pertama. Namun, jika dilihat dari periode Januari hingga Juni 2026, jumlah kecelakaan masih mengalami kenaikan.
Meskipun demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan. Fahri menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penurunan fatalitas, tetapi juga berupaya menekan jumlah kejadian kecelakaan secara keseluruhan.
Untuk mencapai target tersebut, Ditlantas Polda Kalsel tetap mengandalkan strategi 5E, yaitu Education, Encouragement, Enforcement of Law, Engineering, dan Emergency Response.

