Humaniora

BNPB segera bangun huntara untuk korban gempa di Sigi Sulteng

BNPB Segera Bangun Hunian Sementara (Huntara) untuk Korban Gempa di Sigi, Sulawesi Tengah

BNPB segera bangun huntara untuk korban – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mempercepat proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan darurat bagi korban bencana yang masih tinggal di rumah rusak atau mengalami kesulitan membangun kembali tempat tinggal mereka. Selain itu, BNPB juga menyediakan alternatif berupa dana tunggu hunian sebagai pilihan bagi warga yang lebih memilih untuk memperbaiki rumah mereka sendiri dalam waktu tiga bulan.

Penyediaan Dana Tunggu Hunian sebagai Bentuk Dukungan

Dalam rilis terbaru, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa program ini menawarkan fleksibilitas kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Ia mengungkapkan, bagi korban gempa yang memutuskan tidak tinggal di huntara, akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga. “Kami berharap dengan sistem ini, warga bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya saat ditemui di Nokilalaki, Sigi, Jumat (16/6).

“Dana tunggu hunian ini diberikan hingga rumah mereka yang rusak berat selesai dibangun kembali,” tambahnya.

Program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu selama masa pemulihan. BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengumpulkan data yang akurat tentang tingkat kerusakan rumah, sehingga pembangunan huntara dapat dilakukan secara efisien dan tepat sasaran.

Detail Kerusakan Rumah dan Dampak Gempa

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, tercatat total 2.319 unit rumah yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Dari jumlah ini, sebanyak 1.966 unit rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit rusak berat. Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter terjadi pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB, dengan lokasi pusat gempa di Sigi, Parimo, Donggala, serta Kota Palu. Dampaknya, sekitar 8.586 jiwa terkena dampak, dengan 2.762 kepala keluarga yang terdaftar sebagai korban.

“Kerusakan yang terjadi cukup parah, terutama di area padat penduduk,” kata Suharyanto.

BNPB berkomitmen untuk mempercepat penyaluran bantuan, baik melalui pembangunan huntara maupun dana tunggu hunian, guna mendukung keluarga yang mengalami kerugian berat. Pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran tambahan untuk memperkuat upaya pemulihan setelah bencana alam tersebut.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Pembangunan huntara tidak hanya menjadi tanggung jawab BNPB, tetapi juga melibatkan kerja sama erat dengan pemerintah daerah setempat. Pihak BPBD Sigi terus melakukan pemantauan terhadap kondisi rumah warga, termasuk memverifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan keluarga. Selain itu, BNPB juga memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan memastikan penggunaan dana bantuan secara optimal.

“Kami memprioritaskan kebutuhan masyarakat dengan berbagai cara, termasuk memfasilitasi pembangunan huntara yang lebih mudah diakses,” jelas Suharyanto.

BNPB menargetkan pembangunan hunian sementara di beberapa titik strategis di Sigi, dengan memperhatikan aksesibilitas, keamanan, dan kebutuhan dasar korban. Proses ini diharapkan dapat selesai dalam waktu sekitar tiga bulan, tergantung pada koordinasi dan ketersediaan sumber daya.

Program Pemulihan Pasca-Gempa dan Dukungan Eksternal

Pembangunan huntara merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca-gempa yang dilakukan BNPB sebagai lembaga penanggulangan bencana nasional. Selain itu, BNPB juga menerima bantuan dari berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan swasta, untuk mempercepat proses distribusi bantuan. BNPB terus mengawasi jalannya program ini agar tidak ada kesenjangan atau ketidakadilan dalam pemberian bantuan kepada korban gempa.

“Kami selalu memperhatikan kebutuhan warga, termasuk memastikan dana tunggu hunian diberikan secara transparan,” ucap Suharyanto.

Proses verifikasi kerusakan rumah dilakukan secara berkala untuk mengecek progres pembangunan dan memastikan jumlah huntara yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi lapangan. Dengan begitu, BNPB dapat memberikan dukungan yang lebih efektif dan berkelanjutan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa di Sigi.

BNPB segera bangun huntara untuk korban gempa di Sigi Sulteng menjadi prioritas dalam upaya menangani krisis bencana. Pemulihan yang cepat dan terarah akan membantu masyarakat kembali merasakan rasa aman dan nyaman setelah mengalami kehilangan tempat tinggal. Dengan adanya pilihan dana tunggu hunian, BNPB memastikan bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi korban untuk merencanakan masa depan mereka sendiri.

Leave a Comment