Humaniora

Historic Moment: Menag harap Indonesia jadi contoh negara paling toleran

Menteri Agama Inginkan Indonesia Jadi Contoh Negara Toleran

Historic Moment – Dalam sebuah historic moment yang mengejutkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan harapan agar Indonesia menjadi contoh negara yang dikenal sebagai pusat kerukunan antarumat beragama di dunia. Pernyataan ini dilontarkan saat ia menghadiri acara perayaan keberagaman di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa historic moment ini menjadi titik balik penting dalam upaya menjaga harmoni sosial. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan keharmonisan antaragama menunjukkan komitmen kuat seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan secara saling menghormati.

Toleransi Sebagai Pilar Keberhasilan

Sejak kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia telah mengalami banyak historic moment yang membentuk identitasnya sebagai negara majemuk. Menurut Nasaruddin, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah yang terus mendorong toleransi melalui kebijakan dan program pembangunan. “Kita memiliki keberagaman sebagai kekuatan, bukan ancaman,” kata ia, menyoroti pentingnya persatuan dalam mengejar tujuan kesejahteraan bersama.

Menurut data yang dirilis oleh lembaga survei Global Residence Index pada Januari 2026, Jakarta berada di peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara, hanya kalah dari Singapura. Skor Jakarta mencapai 0,72, sementara Singapura menduduki posisi pertama dengan 0,90. Nasaruddin menilai ini sebagai bukti bahwa historic moment di bidang keberagaman sudah tercapai, tetapi tetap perlu dijaga. “Kita tidak boleh lengah, ini adalah historic moment yang bisa menjadi langkah awal untuk memimpin dunia,” tambahnya.

Salah satu simbol toleransi yang menonjol adalah Terowongan Silaturahmi, sebuah terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta. Terowongan ini diresmikan pada tahun 2020 sebagai wujud komitmen antaragama untuk saling mendekatkan. Nasaruddin menyebut, keberadaan terowongan ini mencerminkan “lukisan keharmonisan” yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Dengan historic moment ini, kita menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi negara yang paling toleran di dunia. Jangan sampai keberhasilan kita dipatahkan oleh kebencian atau kesombongan,” pesan Menag Nasaruddin, menyoroti pentingnya masyarakat secara bersama-sama mengisi ruang positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, Menag Nasaruddin mengungkapkan bahwa peran masyarakat sipil dan tokoh agama sangat vital dalam menjaga historic moment yang telah tercapai. Ia mencontohkan beberapa program seperti “Gerakan Indonesia Bersatu” yang digalakkan oleh pemerintah bersama organisasi keagamaan. “Ini bukan hanya pernyataan, tapi tindakan nyata yang menunjukkan keinginan semua pihak untuk bekerja sama,” katanya. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan nilai toleransi di tingkat sekolah dan universitas.

Menurut survei, tingkat kerukunan antarumat beragama di Indonesia mencapai puncaknya, dengan lebih dari 90 persen masyarakat menjunjung tinggi nilai keberagaman. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga seperti Filipina atau Malaysia. Nasaruddin menegaskan bahwa historic moment ini bisa dijadikan acuan bagi negara-negara lain di Asia Tenggara. “Indonesia adalah contoh nyata bahwa keberagaman bisa menjadi fondasi untuk kemajuan bersama,” ujarnya, menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja ini.

Dalam usaha mengukuhkan posisi sebagai negara toleran, Menag Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan lintas budaya. “Kita perlu membangun historic moment baru setiap hari, bukan hanya sekali dalam sejarah,” pungkasnya. Ia menilai inisiatif seperti festival budaya atau dialog antaragama adalah langkah konkret untuk menciptakan harmoni yang lebih kuat di masa depan.

Leave a Comment