Historic Moment: Menko Muhaimin Tegaskan Perlindungan Pekerja Fondasi Ekonomi Berkelanjutan
Historic Moment – Dalam sebuah historic moment, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menggarisbawahi bahwa perlindungan pekerja bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi berkelanjutan. Pada acara Penganugerahan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award Tahun 2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen seluruh pihak untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
“Momen sejarah ini menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak terlepas dari perlindungan yang diberikan kepada pekerja. Dengan mengamankan kesejahteraan mereka, kita menjamin kelangsungan usaha dan stabilitas perekonomian jangka panjang,” jelas Muhaimin Iskandar, Jumat (8/5).
Menko PM menekankan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam menarik investasi dari pihak global. Ia menjelaskan bahwa faktor ESG (Environmental, Social, and Governance) semakin menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan bisnis. Dalam historic moment ini, peningkatan standar perlindungan sosial bagi pekerja dianggap sebagai langkah kritis untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah internasional.
Perlindungan Pekerja sebagai Investasi Jangka Panjang
Menko PM mengungkapkan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya mengurangi risiko sosial, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Ia mencontohkan bahwa perusahaan yang secara konsisten melindungi pekerjanya akan lebih mudah membangun kepercayaan dengan konsumen dan investor. “Dalam historic moment ini, kita melihat bagaimana kebijakan perlindungan pekerja menjadi investasi yang menguntungkan baik bagi individu maupun sektor bisnis,” imbuhnya.
“Kita harus memandang perlindungan pekerja sebagai fondasi ekonomi yang kuat. Jika pekerja diperlakukan baik, maka ekosistem usaha akan stabil, dan pertumbuhan ekonomi akan berkelanjutan,” tambah Muhaimin Iskandar.
Para peserta acara menyambut baik langkah pemerintah dalam mendorong kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Penyelenggaraan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award 2025 dianggap sebagai momentum penting untuk mengevaluasi keberhasilan program tersebut dan menemukan inovasi baru dalam pelaksanaannya. “Penghargaan ini tidak hanya memotivasi perusahaan, tetapi juga mendorong kompetisi positif antar daerah dalam menyediakan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja,” kata salah satu peserta.
Kolaborasi Lintas Sektoral sebagai Kunci Keberlanjutan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci dalam memperluas cakupan perlindungan. Ia menyoroti bahwa program ini harus dijalankan secara bersama untuk mencapai hasil yang optimal. “Dalam historic moment ini, kita perlu menggandeng semua pihak untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Kolaborasi lintas sektor tidak hanya meningkatkan kualitas perlindungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Semakin solid kerja sama ini, semakin baik hasil yang akan diraih,” jelas Saiful Hidayat.
Menurutnya, penghargaan Paritrana menjadi pengingat bahwa keberhasilan ekonomi tidak bisa dicapai tanpa kesejahteraan pekerja. “Pengakuan ini membantu mendorong perusahaan untuk berinovasi dalam sistem jaminan sosial, sehingga menjamin perlindungan bagi pekerja rentan sekalipun di tengah tantangan ekonomi global,” lanjutnya.
