Humaniora

Key Discussion: Program MBG hidupkan kembali UMKM kue di Makassar

Program MBG Menjadi Penyelamat UMKM Kue di Makassar

Key Discussion – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daerah yang mengalami penurunan signifikan dalam aktivitas usaha kecil, terutama pada sektor makanan. Pandemi COVID-19 memaksa banyak pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menutup operasional atau membatasi produksi. Namun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah berhasil memberikan angin segar bagi sejumlah pelaku UMKM kue. Program ini tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang baru bagi bisnis lokal yang sempat terpuruk selama masa krisis. Salah satu contoh nyata adalah Rismawati, seorang ibu rumah tangga yang menjalankan usaha pembuatan kue kering. Ia mengakui bahwa MBG memberikan dampak positif yang berarti bagi usahanya.

Kehadiran program MBG memungkinkan Rismawati kembali aktif dalam produksi makanan, terutama pada bulan Ramadan 2026. Dengan mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia berperan sebagai penyedia bahan makanan ringan yang diperlukan untuk distribusi ke berbagai lokasi. Menurut keterangan resmi yang diberikan di Jakarta pada Senin, Rismawati melibatkan diri dalam membuat bolu pisang, puding susu, serta makanan tradisional berbahan alami. Ia menekankan bahwa kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari kesibukan menghadapi permintaan yang meningkat.

Dalam menjalankan program ini, Rismawati memutuskan untuk mengubah formula bahan baku. Sebelumnya, ia sering menggunakan soda untuk memberi tekstur lembut pada kue. Namun, keputusan untuk menggantinya dengan susu menjadi strategi baru yang lebih sehat. “Saya pikir menggunakan susu lebih baik untuk anak-anak, karena lebih lembut dan tidak mengandung bahan kimia berlebihan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kebutuhan nutrisi konsumen, terutama anak sekolah dan ibu hamil, yang menjadi target utama MBG.

Perubahan Bahan Baku

Kebiasaan penggunaan soda dalam adonan kue kering biasanya bertujuan agar hasilnya mengembang dan terlihat menarik. Namun, Rismawati memilih untuk mempertimbangkan kesehatan lebih dulu. Dengan menggunakan susu, ia mampu menciptakan produk yang lebih lembut dan beraroma alami. Proses ini memakan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih memuaskan bagi para pelanggan. Ia juga memastikan bahwa semua bahan yang digunakan tidak mengandung zat tambahan berbahaya, sehingga aman dikonsumsi oleh anak-anak.

Keputusan Rismawati ini didasari oleh kesadaran bahwa produknya akan diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia terus memantau standar gizi yang diterapkan, bahkan secara aktif berdiskusi dengan ahli gizi untuk memperbaiki resep. “Saya selalu bertanya kepada ahli gizi agar setiap menu memenuhi kriteria nutrisi yang seimbang,” kata Rismawati. Dengan pendekatan ini, ia mampu menciptakan inovasi yang tidak hanya menarik secara rasa, tetapi juga mengandung nilai gizi tinggi.

Kolaborasi dengan Ahli Gizi

Sebagai bagian dari program MBG, Rismawati tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Ia menyadari bahwa makanan yang disajikan harus dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama bagi generasi muda. Dengan menggabungkan bahan-bahan alami dan formula yang sederhana, usahanya mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Ia juga mengembangkan variasi produk yang lebih beragam, seperti kue tradisional yang disesuaikan dengan preferensi lokal.

Pelaku UMKM ini mengungkapkan bahwa kesuksesan MBG tidak hanya berdampak pada pendapatan pribadinya, tetapi juga membangkitkan semangat komunitas. “Saya berharap program ini terus berkembang, karena bisa memberikan peluang bagi UMKM kecil yang lain,” imbuhnya. Ia menilai bahwa MBG menjadi jembatan antara dapur sederhana dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, usahanya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara signifikan.

Dampak Nyata pada Masyarakat

Seiring berjalannya waktu, dampak program MBG terasa jelas dalam kehidupan Rismawati. Ia menceritakan bahwa langkah kecilnya untuk bergabung sebagai relawan awalnya hanya ingin mencoba. Namun, keikutsertaan dalam program ini memberikan hasil yang luar biasa, bahkan mengubah nasibnya secara mendadak. “Saya tak menyangka bahwa tindakan sederhana ini bisa menjadi titik balik besar dalam hidup saya,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi Rismawati adalah saat mendengar respons positif dari anak-anak yang menikmati makanan yang dihasilkannya. “Saya senang ketika mereka mengatakan enak dan berbeda dari biasanya,” kata ibu dua anak ini. Ia merasa bahwa usahanya tidak sia-sia, karena mampu menghadirkan rasa bahagia yang lahir dari kepastian kesehatan. Kehadiran MBG, menurutnya, juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam program pemerintah.

Rismawati mengakui bahwa selama pandemi, pesanannya sempat turun drastis. Namun, dengan mendukung kebutuhan SPPG, ia bisa memperluas jaringan pemasaran. Ia menekankan bahwa program ini memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga untuk masyarakat sekitar. “MBG bukan hanya program bantuan, tetapi juga memberikan peluang berkembang bagi UMKM lokal,” ujarnya.

Kegiatan MBG yang dilakukan Rismawati menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah dapat memperkuat ekonomi keluarga sambil memperhatikan kualitas gizi. Dengan menawarkan produk yang sehat dan lezat, ia mampu memenuhi dua kebutuhan sekaligus: memenuhi permintaan pasar dan menjaga kesejahteraan generasi penerus. Kedua hal ini menjadi penentu utama dalam perjalanan bisnisnya yang kini semakin stabil.

Pada akhirnya, program MBG menunjukkan bahwa usaha kecil bisa bertahan dan berkembang dengan dukungan yang tepat. Rismawati menggambarkan perannya sebagai bagian dari jaringan yang menghubungkan komunitas dengan pemerintah. Dengan demikian, usahanya tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga sebagai wujud kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program ini terus berlanjut dan menjadi pilar penting dalam mendukung UMKM di masa depan.

“Ini untuk anak-anak sekolah, jadi saya pikir harus yang terbaik,” ujar Rismawati, yang selalu menjaga kualitas adonan yang dihasilkannya.

Dengan pendekatan yang berbeda dan komitmen tinggi, Rismawati mampu menjadi contoh inspiratif bagi pelaku UMKM lainnya. Keberhasilannya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan dan kualitas produk bisa menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan ekonomi. MBG, dalam hal ini, bukan sekadar program bantuan, tetapi juga penggerak perubahan yang menguntungkan bagi semua pihak. Dengan kata lain, program ini menjadi sarana untuk menghadirkan rasa aman, sehat, dan bahagia melalui makanan yang sederhana namun bermakna.

Leave a Comment